<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831</id><updated>2012-02-16T19:17:39.190-08:00</updated><category term='medley'/><category term='high school'/><category term='♥♥♥'/><category term='resensi'/><category term='introducing my self'/><category term='what I&apos;ve done'/><category term='tom andrew felton'/><category term='novel'/><category term='basketball'/><category term='cerpen'/><category term='teukie'/><title type='text'>Ramania's Land</title><subtitle type='html'>if you think your'e cool, you must see me</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-144711131045716409</id><published>2011-12-02T01:45:00.000-08:00</published><updated>2011-12-02T01:52:47.177-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Obsession Moves</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: center; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            Hidup itu seperti permainan catur, yang berpikiran panjanglah yang akan menang. Unggul dalam ingatan, fokus serta konsentrasi, berimajinasi luas, dan tentu saja kuat atas nama logika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Bagaimana jika kita anggap saja papan catur itu bumi, si bidak adalah fenomena kehidupan, peraturan permainanya adalah apa yang kita sebut dengan hukum alam, dan sang pemain di sisi lawan, tersembunyi dari kita.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Hidup dalam permainan catur dapat berubah-ubah di setiap langkahnya. Entah dapat menjadi baik, atau bahkan bertambah buruk. Sama seperti hidup kita, bukan? Karna saat melakukan kesalahan fatal walau satu langkah saja dapat menjadi bencana seumur hidup. Pasti sulit memperbaikinya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;Catur itu seperti gambaran kehidupan bagiku. Setiap bermain, pasti aku menemukan hal baru yang inginku analisis. Mungkin sudah berpuluh-puluh &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;teori&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt; tentang catur dan hidup yang &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;telah ku&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt; tanam dalam otakku, sekedar untuk memamerkan ke teman-teman mengenai hal ini dan….syukur-syukur dapat mengubah hidupku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Mungkin sekarang kalian berpikir bahwa aku adalah pemain catur sejati yang sudah memenangkan beberapa kompetisi, hingga telah meresapi begitu banyak makna kehidupan yang terkandung di dalamnya. Aku sangat senang bila ada yang menanggapi seperti itu, karna kenyataanya semua orang di sekitarku lebih asik menyebutku &lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;The Chess Fanatic&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Aku bukanlah Thomas Huxley ataupun Fred Reinfeld. Dan bukan pula Bobby Fischer yang benar-benar tidak terkalahkan. Aku hanyalah seseorang yang sangat mencintai permainan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;Aku bisa bermain catur, bisa, walaupun sepertinya lebih pandai berteori dibandingkan membuat posisi &lt;i&gt;che&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;c&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;kmate&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt; di atas papan. Pikirku, dengan berteori, otomatis aku telah mendapatkan kuas dan cat untuk melukiskan posisi &lt;i&gt;che&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;c&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;kmate&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt; tersebut di atas papan catur. Terbukti, aku memang bisa melukiskanya, bahkan untuk beberapa pertandingan. Namun bukanlah seseorang yang handal, seperti yang telah ku jelaskan dalam teoriku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Terlalu banyak hal yang telah ku kemukakan mengenai sifat catur dalam kehidupan. Saking sibuknya berteori, sampai sepertinya aku pun kurang mempedulikan orang-orang yang telah lebih dulu sukses di sekitarku.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;Di sekolahku sudah banyak sekali orang sukses. Daryan, si jenius yang baru saja mendapatkan medali emas untuk olimpiade Matematika. Kevin &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;bahagia setengah mati setelah&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt; mendengar&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt; pengumuman bahwa ia terpilih menjadi salah satu &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;pemain di &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;tim basket&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt; nasional junior &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;di luar sana. Saras baru saja mendapatkan penghargaan atas novel ke tiga nya. Dan setauku, Ghea, si pianis cantik itu sedang berada di Holland untuk mengisi konser musik artis ternama yang tak ingin ku pedulikan siapa namanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;Mereka sukses. Walaupun kesanya aku tidak peduli dengan semua itu, namun&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;—tentunya—h&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;ati kecilku mengais untuk bisa menjadi seperti mereka. Setidaknya, aku ingin mereka semua memandangku sebagai pecatur yang luar biasa dalam permainanya. Seperti Samuel, si &lt;i&gt;mighty pawn&lt;/i&gt;, si saingan-terberat-bermain-catur yang pernah ku &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;lawan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Aku tidak tau kalau dia jenius, kalau dia memiliki memori yang kuat dan berimajinasi luas, setidaknya lebih dari yang ku miliki. Namun kenyataanya, dalam beberapa kali (mungkin sudah ratusan) duelku dengannya, aku-selalu-kalah.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Jujur, aku kagum denganya. Atau mungkin lebih bisa dibilang iri. Aku di juluki &lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;The Chess Fanatic &lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;saat dia mendapat julukan &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;The Mighty Pawn&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;. Maka itu, saking penasaranya, aku tidak tanggung-tanggung untuk mengajaknya berduel setiap hari. Agar dapat mengalahkanya, dan merebut julukanya. Bahkan hari ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;Saat itu pulang sekolah di dalam ruangan perpustakaan, aku sudah berhadapan denganya sekitar lima belas menit yang lalu, papan catur pun sudah terpampang bersama bidak-bidaknya di atas meja. Aku berkeringat dingin, perutku mulas, hal ini sudah biasa kurasakan saat sedang berhadapan denganya. Dan yang selalu kupertanyakan, kenapa dia lebih terlihat seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;seorang ayah yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;sedang bermain gundu bersama bocah &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;umur &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;5 tahun? Aku memang tidak sejago dia, tapi bukan berarti dia bisa meremehkanku seperti ini, bukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Saat memasuki menit ke dua puluh kubersamanya, dia mempertanyakan sesuatu kepadaku yang membuatku ingin sekali menyogok mulutnya dengan pion-pion di atas papan catur ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;“Bagaimana, sudah dapat teori baru, bung &lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;fanatic&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;?” sambil tersenyum, licik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Aku berusaha tidak mempedulikan pertanyaan sindiranya itu, dan memfokuskan pikiranku di atas papan catur yang sedang memanas ini. Dan alhasil, sekian menit aku berhasil pura-pura tidak mendengar perkataan Sam, di menit itu pun aku berhasil menjebak ratu-nya. Kini giliranku tersenyum licik.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;“&lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;Good positions don’t win games&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;good moves do&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;.” Ungkapku dengan puas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Kemudian kami bermain kembali dengan suasana sunyi, selama kurang dari satu menit, saat Sam mengangkat suaranya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt;“&lt;i&gt;But, &lt;span style="background:white"&gt;the&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Pin is mightier than the sword&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="background:white"&gt;”&lt;i&gt; &lt;/i&gt; serentak dengan hentakan pion nya yang sama sekali tak terjamak, di sisi raja milikku. “&lt;i&gt;It’s another &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Chekmate&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Tak percaya, aku terdiam menatap papan, mencari barangkali saja ada celah yang bisa membuatku bertahan. Namun nihil. Sial, belum saja semenit aku merasa berada di atas angin untuk mengalahkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Samuel meninggalkan tempatnya begitu saja sebelum aku selesai berpikir. Ia sudah membuka pintu perpustakaan saat aku meneriaki namanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;"Sam, bisakah kita mengulanginya sekali lagi? Sekarang?" Ajakanku yang serentak menghentikan langkahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Samuel menoleh, tanpa menutup kembali pintu yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;telah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt; ia buka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt; &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white"&gt;"Jangan pernah ajak aku bermain lagi, sebelum&lt;span style="color:#454545"&gt; &lt;/span&gt;kau me&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;mperbaiki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt; permainanmu. Aku tidak ingin bertanding melawan teori." Ia pun berlalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="mso-element:para-border-div;border:none;border-bottom:dotted windowtext 3.0pt; padding:0in 0in 1.0pt 0in"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: center;line-height: 150%; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;line-height: 150%; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; "&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-align: left; text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Perasaan kesal yang berbaur dengan kebingungan menyelimuti &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-align: left; text-indent: 48px; "&gt;&lt;span style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-align: left; text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;ona pikiranku. Tadi itu bukanlah pertandingan pertamaku denganya, tapi kali pertama saat dia meremehkanku seperti itu. Apa maksudnya tidak ingin bertanding melawan teori? Sial.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;line-height: 150%; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; "&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Aku membanting tubuhku di atas kasur &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;saat melewati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;pintu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;kamar, mendesah kuat. Pandanganku serentak terlempar ke sebuah foto lelaki yang terpampang di dinding. Lelaki yang telah merubah pandangan hidupku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Bobby Fischer.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;line-height: 150%; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; "&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Untuk menjadi pecatur hebat, kita tidak bisa terlalu baik hati. Kita harus merasa tega untuk menghancurkan satu sama lain. Karna catur itu seperti sebuah peperangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;. ‘&lt;i&gt;I am the best player in the world and I am here to prove it’&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 48px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Itulah analogi Fischer yang paling terngiang di otakku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;line-height: 150%; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; "&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Bermain catur merupakan sebuah obsesi terbesarku. Aku rela dikritik sebagai seseorang yg keras kepala dan sombong saat bermain. Aku tidak sungkan untuk menghabiskan seluruh bidak lawanku agar mereka merasa takut dan akhirnya akulah yang menjadi pemenangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Semua lawanku begitu, kecuali Samuel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;line-height: 150%; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Dia tidak pernah kesal saat aku mulai menghabiskan bidak-bidaknya. Dia tidak panik saat aku sudah mematahkan strateginya. Dan dia tidak pernah berkeringat dingin saat keadaanya sudah terdesak. Walaupun pada akhirnya, dia dapat memutar balik semua keadaan itu. Hingga aku yang seharusnya menang, tiba-tiba kalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;line-height: 150%; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; "&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="text-indent: 48px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Tidak ada yang bisa menjelaskanya, bahkan beribu teoriku pun tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; text-indent: 48px; "&gt; &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background:white"&gt;Apakah selama ini aku salah, bermain catur dengan ribuan teori dikepala, dan analogi Fischer yang telah mencuci otakku? Entahlah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;line-height: 150%; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; "&gt;Sejenak aku menelungkupkan wajahku ke dalam bantal, mencoba untuk tenang, melupakan segalanya, dan tidur. Selang dua menit setelah aku memutuskan untuk tidur dan beristirahat, terdengar suara pantulan bola cukup ribut dari bawah sana. Sial, atlit dari lurah mana yang main basket siang bolong seperti ini? Merasa terganggu, aku pun bangkit dan berjalan menuju jendela kamar, berniat untuk meneriaki nya dari atas.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            Athina, adik perempuanku, sedang asik bermain basket sendirian di halaman rumah. Ya, itulah kebiasaanya sehari-hari, bukanlah biasa bermain basket, tapi kebiasaan mengganggu jam &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;istirahat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt; ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            “Hei! Bisa tidak entar saja latihan basketnya? Aku sedang berusaha untuk tidur.” Seruku &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;setelah membuka jendela tersebut lebar-lebar yang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt; serentak menghentikan lemparan bola oranye besar ke dalam ring sederhana miliknya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            Ia menoleh tidak peduli, dan melanjutkan lemparan bolanya seolah aku hanyalah seonggok ayam yang tengah berkokok di siang bolong, menyebalkan. “Jam segini udah mau tidur? Cupu banget sih.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            “Aku sedang banyak masalah, butuh istirahat. Apa kau memang berniat membunuh kakamu sekarang, ha? Atlit kesiangan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            “Kalau banyak masalah jangan tidur &lt;i&gt;kali&lt;/i&gt;, tidak akan pernah &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;pecahkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt; masalah.” Athina melakukan aksi &lt;i&gt;lay up &lt;/i&gt;nya, sebelum ia menolehkan kepalanya ke jendela kamarku kembali. “Ayo olahraga, main basket bareng Thina, dijamin semua masalah pasti hilang.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            Aku mengernyit jijik mendengar ajakanya tersebut. “Males, ah.” Jawabku ketus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            “Hahaha, pasti kaka takut hitam, kan? Apa takut kalah lawan atlit kesiangan ini?” pertanyaan Athina dengan nada yang super duper meremehkan itu. Membuat ku benar-benar panas dan ingin sekali menjitak&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt; ubun-ubun&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;nya dengan bola basket. Sejurus kemudian aku sudah beranjak keluar kamar dan menuju halaman rumah tempat ring basket berada. Hebat sekali adikku itu, bisa membakar amarahku sedemikan rupa hingga membuatku menggebu untuk segera menantangnya. Sama saja seperti Samuel, menyebalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;             Di luar sana, Athina sudah menunggu dengan senyuman lebar di wajahnya. Entah bahagia karna mempunyai teman bermain atau bahagia karna menemukan lawan yang&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;—&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;pasti&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;—&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;—&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;—&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;kalahkan. Aku merebut bola dari tangan mungilnya, dan mulai melempar bola oranye itu ke dalam ring pertanda pertandingan telah di mulai. Dan kami pun bermain &lt;i&gt;one-on-one&lt;/i&gt;, seperti permainan catur kelihatannya, begitulah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            Awalnya, dua poin pertama memang jadi milikku, namun setelah 4 menit pertandingan berjalan, ia sudah melampaui 8 poin dari poinku sebelumnya. Hah, apa yang sedang ku lakukan? Kalah dengan perempuan tengil seperti ini? Permainanya terlihat semakin bersemangat dan tanpa ampun, membuat ku ingin segera menghentikan pertandingan ini &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;segera, setidaknya sebelum&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt; harga diriku jatuh terlalu jauh dari selisih poin kami sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            Aku mengangkat tangan, bukan pertanda menyerah (walaupun memang terlihat seperti itu). Aku pun duduk di sisi ring basket, saat Athina belum juga menghentikan permainanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            “Aku tidak tahu kalau kamu bisa bermain basket, sejak kapan?” pertanyaanku setelah menghela nafas yang panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            “Bukan aku yang bisa, tapi kaka yang tidak bisa sama sekali.” Ledekanya sambil tertawa penuh kemenangan yang sepertinya tidak akan ia hentikan sampai aku melepas sendalku dan mengarahka&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt; ke wajahnya. Ia meringis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            “Ga sopan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 0.5in; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;Menurut teori yang lainya, catur itu seperti olahraga karena unsur kompetisi  di dalamnya tidak hanya mengandalkan kemampuan mental, namun fisik, emosi, sekaligus psikologi juga menentukan. Ada beberapa bentuk permainan catur, seperti juga dalam permainan basket. Permainan satu lawan satu antar teman &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;yang menuntut adanya hasil di akhir pertandinganya&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;, tidaklah dapat dikategorikan kompetisi serius. Karna untuk dapat dikategorikan olahraga, diperlukanlah unsur kompetisi. Aku tahu itu, dan jangan ragukan aku mengenai teori catur, karna dalil-dalil dalam teori catur itu dapat dibuktikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            “Hehehe, bercanda kak. Sudah lama aku bermain basket, tapi baru kali ini aku merasa mencintai permainan ini.” Jawabnya simpel seraya menghentikan permainanya, dan mengambil posisi duduk di sampingku.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;Aku berusaha mencerna kalimat terakhirnya dan menemukan sebuah kata yang janggal di telingaku, ya, sebenarnya sedikit sungkan untuk mengulangi kata itu lagi. “Mencintai?” pekikku lirih. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            “Iya, untuk dapat menguasai permainan basket, kita harus mencintai permainannya dulu, kak. Bermain basket itu harus dengan perasaan senang, bukan di bawah tekanan. Menang atau kalah itu hal yang alamiah, sudah biasa terjadi. Masalahnya adalah apakah kita sudah melakukan yang terbaik atau belum. Dulu, aku bermain basket hanya untuk kemenangan semata, bukan kebahagiaan. Tapi aku yang sekarang bukan lagi aku yang dulu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            &lt;i&gt;Dulu, aku bermain basket hanya untuk kemenangan semata, bukan kebahagiaan&lt;/i&gt;. Aku terpaku oleh kalimat yang bukan lagi hanya menusuk telingaku, tapi sudah merasuk ke otakku. Darimana Athina belajar arti kehidupan seperti ini? Kalau aku tanyakan, pasti jawabanya adalah ‘dari basket’. Sama seperti ku yang akan menjawab ‘dari catur’ bila ada yang bertanya demikian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            Aku menyadari permainan catur ku selama ini, permainan yang penuh obsesi dan haus kemenangan. Puluhan teori yang sudah membengkak di kepalaku ini seolah selalu membenarkan permainan yang ku mainkan. Jawabanya adalah salah jika aku hanya bermain karna teori-teori tersebut, teori yang telah membangkitkan obsesi ku, obsesi yang telah menenggelamkan semua kecintaanku dalam bermain catur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            Bobby Fischer memang tidak terkalahkan, semua lawanya takut dengan dia, walau hanya di awal langkah saja. Tapi apakah benar hanya dengan kemampuan dan keangkuhan jalan keluarnya? Kupikir aku telah melewatkan suatu hal penting lainya dari Fischer. Cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            Aku bangkit dari tempatku dan berjalan meninggalkan Athina begitu saja. Kini aku lebih bergairah dari sebelumnya. Aku merasa telah menemukan jiwaku yang lama telah terpendam begitu dalam di dasar sana. Tak sabar aku ingin menatap hari esok dan bertemu Samuel di atas papan catur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            “Ka, ada apa?” Tanya Athina yang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;sepertinya&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;heran melihat semangatku yang &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;mendadak menggebu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            Aku menoleh menghadap Athina, dengan senyum tiga jari yang sudah terlukis di wajahku, mengacungkan sebuah jempol ke hadapanya seolah berka&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;ta:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;            &lt;i&gt;Checkmate.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: center;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%; "&gt;***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-144711131045716409?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/144711131045716409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=144711131045716409' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/144711131045716409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/144711131045716409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/12/obsession-moves.html' title='Obsession Moves'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-1774785291945582176</id><published>2011-10-31T03:02:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T06:43:34.021-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;hello my blog and my fiction fans who always wait for my next post in this-doesn't-known-blog, this is a pretty long time I don't write anything here........&lt;/div&gt;&lt;div&gt;yaa blog...................I know u understand that I'm 17 girl and now in the third grade of that-place&lt;/div&gt;&lt;div&gt;what kind of place it is that always gives me daily exam and a thousand task????? HELL ON EARTH!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;but i've just figured out that this routines are something that will bring me to the better live.....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;OH GOD! JUST A HALF OF YEAR LEFT THEN I WILL BE A REAL COLLEGE STUDENT&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;aaaaaaaaaaaa I can't even cook a rice!!!!!!!!!!!!!!!! *random*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;well guys, the main meaning now I write in this quite blog again in my busy life to reach my dream, is..................to gain your pray and big support&lt;/div&gt;&lt;div&gt;please...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qx7bqxcu8QQ/Tq5yZrYnRPI/AAAAAAAAAhs/lvkYQ609P8o/s1600/wish%2Bme%2Bluck.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qx7bqxcu8QQ/Tq5yZrYnRPI/AAAAAAAAAhs/lvkYQ609P8o/s400/wish%2Bme%2Bluck.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669594766374290674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"ITB '12"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-1774785291945582176?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/1774785291945582176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=1774785291945582176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1774785291945582176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1774785291945582176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/10/hello-my-blog-and-my-fiction-fans-who.html' title=''/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qx7bqxcu8QQ/Tq5yZrYnRPI/AAAAAAAAAhs/lvkYQ609P8o/s72-c/wish%2Bme%2Bluck.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-8350713558548419074</id><published>2011-04-28T09:59:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T10:07:17.887-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medley'/><title type='text'>(nothing) Lasts Forever</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-B8yL-76I47E/Tbmd4YHPNZI/AAAAAAAAAeg/sYUlMzrEcg0/s1600/Nothing-Lasts-Forever.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-B8yL-76I47E/Tbmd4YHPNZI/AAAAAAAAAeg/sYUlMzrEcg0/s400/Nothing-Lasts-Forever.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600681203482965394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;all those moments will be lost in time,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;like tears in the rain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;THEY say nothing lasts forever&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;but while it does.....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;I will hold on to it&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-8350713558548419074?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/8350713558548419074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=8350713558548419074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/8350713558548419074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/8350713558548419074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/04/nothing-lasts-forever.html' title='(nothing) Lasts Forever'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-B8yL-76I47E/Tbmd4YHPNZI/AAAAAAAAAeg/sYUlMzrEcg0/s72-c/Nothing-Lasts-Forever.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-449217319008463677</id><published>2011-04-19T20:16:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T21:04:22.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tom andrew felton'/><title type='text'>Another Felton</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-uJF2lm-fLrs/Ta5aK6bE3DI/AAAAAAAAAeI/3EGhr0O-lqA/s1600/tumblr_lhp7s1THTp1qgh97qo1_500.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-03O3wcJGLY0/Ta5WnhxpPJI/AAAAAAAAAeA/G7vfp5o-6Tw/s1600/tumblr_li72rpbCeG1qggcr6o1_500.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 310px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-03O3wcJGLY0/Ta5WnhxpPJI/AAAAAAAAAeA/G7vfp5o-6Tw/s400/tumblr_li72rpbCeG1qggcr6o1_500.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597506623949585554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-GPghcjcxSYo/Ta5VIf5dXbI/AAAAAAAAAd4/q9ann_3ZTeo/s1600/tumblr_lhvhxdzlKw1qe6e2ko1_500.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-GPghcjcxSYo/Ta5VIf5dXbI/AAAAAAAAAd4/q9ann_3ZTeo/s400/tumblr_lhvhxdzlKw1qe6e2ko1_500.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597504991357918642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZCBW4o4KvLM/Ta5QVItY8tI/AAAAAAAAAdg/LeRZ_Thm0aU/s1600/tumblr_ljazldc1y41qiirk7o1_500.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 367px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZCBW4o4KvLM/Ta5QVItY8tI/AAAAAAAAAdg/LeRZ_Thm0aU/s400/tumblr_ljazldc1y41qiirk7o1_500.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597499710913442514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Q: "hey Tom! how could you looked so cool here? I can't imagine that you're a Slytherin"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img width="300" src="http://29.media.tumblr.com/tumblr_lifbtkqQzk1qajkd8o1_500.gif" original="http://29.media.tumblr.com/tumblr_lifbtkqQzk1qajkd8o1_500.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;A: "I dunno. Anyway, thanks Indira, you're cool too, just like me :3&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-uJF2lm-fLrs/Ta5aK6bE3DI/AAAAAAAAAeI/3EGhr0O-lqA/s400/tumblr_lhp7s1THTp1qgh97qo1_500.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597510530396118066" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 186px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-449217319008463677?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/449217319008463677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=449217319008463677' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/449217319008463677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/449217319008463677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/04/another-malfoy.html' title='Another Felton'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-03O3wcJGLY0/Ta5WnhxpPJI/AAAAAAAAAeA/G7vfp5o-6Tw/s72-c/tumblr_li72rpbCeG1qggcr6o1_500.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-8195403582224938004</id><published>2011-04-19T02:08:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T02:34:31.989-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='♥♥♥'/><title type='text'>If u're 2011, I would be 2012</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iE_zLEZJ5VA/Ta1UPlMFiEI/AAAAAAAAAdY/GVvIXeJ3nHU/s1600/dskhf.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iE_zLEZJ5VA/Ta1UPlMFiEI/AAAAAAAAAdY/GVvIXeJ3nHU/s400/dskhf.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597222538548971586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;reach your dream, give a better future to your mom, your  dad&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;my pray always follows you♥&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;cause if u're 2011, then I would be 2012&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-8195403582224938004?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/8195403582224938004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=8195403582224938004' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/8195403582224938004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/8195403582224938004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/04/if-ure-2011-then-i-would-be-2012.html' title='If u&apos;re 2011, I would be 2012'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iE_zLEZJ5VA/Ta1UPlMFiEI/AAAAAAAAAdY/GVvIXeJ3nHU/s72-c/dskhf.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-1516056094928662817</id><published>2011-04-19T01:54:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T20:11:00.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Deathly Hallows part 2</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KYpIOaOGkoM/Ta1N6Tct0DI/AAAAAAAAAdQ/CwdJe4KOWHc/s1600/tumblr_lit9qwtyQa1qcga5ro1_500.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KYpIOaOGkoM/Ta1N6Tct0DI/AAAAAAAAAdQ/CwdJe4KOWHc/s400/tumblr_lit9qwtyQa1qcga5ro1_500.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597215575939862578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Geneva, 'Lucida Sans', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 15px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 15px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;The first poster for Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 has been revealed by Warner Bros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not surprisingly, it focuses entirely on the fact that Harry and Voldemort are going face to noseless face for the very last time in what we’re expecting will be the battle to end all magical battles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s a pleasantly gritty and grubby one-sheet that couldn’t be any different from the bright, sunny posters for&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 15px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;the few entries in the franchise.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(110, 113, 115); "&gt;&lt;a href="http://www.totalfilm.com/news/first-deathly-hallows-part-2-poster-unveiled" style="color: rgb(110, 113, 115); text-decoration: underline; "&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 15px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="line-height: 15px;"&gt;&lt;iframe title="YouTube video player" width="560" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/TMpdomg4Dy8" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 15px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px; "&gt;well, I just can't wait for this film, though I've read the book and I'm not sure that the movie would be more fantastic than what I've known, but to see my malfoy there...........oh that's everything&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-1516056094928662817?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/1516056094928662817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=1516056094928662817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1516056094928662817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1516056094928662817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/04/deathly-hallows-part-2.html' title='Deathly Hallows part 2'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KYpIOaOGkoM/Ta1N6Tct0DI/AAAAAAAAAdQ/CwdJe4KOWHc/s72-c/tumblr_lit9qwtyQa1qcga5ro1_500.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-7920835991122956847</id><published>2011-04-19T01:11:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T01:37:49.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='♥♥♥'/><title type='text'>A Discovery</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MMHSVuSbO7g/Ta1FtUSY2DI/AAAAAAAAAdI/CZmbUmhpyvg/s1600/Untitled.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;demi martabat keluarga neptunus, saya nyaris ga sadar kalo saya menemukan sesuatu yang jarang banget dan mungkin hanya sekali nampak di blog gue, perhatikan baik2 halaman ini!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BGEna_m7iHc/Ta1D5qzm5AI/AAAAAAAAAdA/2oKMN7sqpd8/s1600/jgjg.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BGEna_m7iHc/Ta1D5qzm5AI/AAAAAAAAAdA/2oKMN7sqpd8/s400/jgjg.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597204569913746434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;mungkin hal pertama yang anda lihat dari halaman ini adalah foto Jesse McCartney di MixPod saya yang serasa sedang nahan boker, atau tab list yang salah satu diantaranya tertera 'games.com' yang wajarnya dimainkan oleh anak tk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;saya tidak memaksa anda untuk memikirkan hal yang sama dengan apa yang saya pikirkan, karna walaupun sesungguhnya hal ini tidak trlalu penting untuk di ributkan. jadi bila anda tidak menyukai hal yang berbau 'krik', lebih baik tutup blog ini dan cari lah blog yang lebih bermutu. namun bila anda terbiasa dengan hal demikian dan bahkan anda juga sering melakukanya....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;cobalah perhatikan lebih dekat......&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-MMHSVuSbO7g/Ta1FtUSY2DI/AAAAAAAAAdI/CZmbUmhpyvg/s400/Untitled.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597206556733659186" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 383px; height: 203px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;YA!!! angka2 inilah yang saya maksud..........well, tidak penting, tapi btw 17 itu angka favorit saya setelah 7. anggaplah itu angka keramat buat saya dan pacar. jadi bila anda menganggap ini tidak penting, tidak demikian dengan saya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-salam biru 8-)~&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;lagian, BENAR SAJA!!! sepersekian detik (uilah) setelah saya print screen halaman tadi, total pageviews blog ini langsung menjadi 1721...... memang dasar viewers yang tidak bisa melihat saya merasakan kedamaian dengan angka 17---forget it&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-7920835991122956847?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/7920835991122956847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=7920835991122956847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/7920835991122956847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/7920835991122956847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/04/demi-martabat-keluarga-neptunus-saya.html' title='A Discovery'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BGEna_m7iHc/Ta1D5qzm5AI/AAAAAAAAAdA/2oKMN7sqpd8/s72-c/jgjg.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-3688756627603291206</id><published>2011-04-18T10:03:00.001-07:00</published><updated>2011-04-18T10:13:24.784-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teukie'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BTq3Lf1Bpaw/Taxu9TzNZII/AAAAAAAAAc4/vunSw_X-02s/s1600/tumblr_lijxz1Y6rC1qgxdji.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 282px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BTq3Lf1Bpaw/Taxu9TzNZII/AAAAAAAAAc4/vunSw_X-02s/s400/tumblr_lijxz1Y6rC1qgxdji.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596970436480820354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;can't say anything......you're still the cutest :*:*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: georgia, 'times new roman', times, serif; font-size: 12px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;i love leader ♥&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-3688756627603291206?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/3688756627603291206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=3688756627603291206' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/3688756627603291206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/3688756627603291206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/04/blog-post.html' title=''/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BTq3Lf1Bpaw/Taxu9TzNZII/AAAAAAAAAc4/vunSw_X-02s/s72-c/tumblr_lijxz1Y6rC1qgxdji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-5890482153759495456</id><published>2011-04-15T22:30:00.000-07:00</published><updated>2011-04-15T22:31:57.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>THE POWER OF FRIENDSHIP</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;tab-stops:.5in"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Para perawat itu terus berlarian membawa Kaysan yang berlumuran darah dan kian merintih kesakitan di atas sebuah kasur beroda rumah sakit. Dafa dan aku pun ikut mendampingi di sisinya, hingga tiba di sebuah pintu bertuliskan ‘Unit Gawat Darurat’ yang memaksa kita berdua melepaskan Kaysan bersama para perawat lainya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Ras…. Jangan tinggalin gue!” serunya mengcengkram pergelangan tanganku lemah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Lo harus kuat, Kay.” Cuma kata kata itu yang sempat aku katakan sebelum pintu sialan itu memaksaku untuk melepas cengkraman Kaysan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Sekian meter setelah Kaysan dibawa ke dalam ruangan, aku masih dapat mendengar jeritan kesakitanya. Begitu memilukan hati hingga aku pun tidak sanggup lagi untuk bertumpu dengan kedua kaki ku. Yang aku ingat hanyalah sebuah denyutan keras di kepalaku, dan tubrukan tubuh seseorang, dan teriakan seseorang yang memanggil namaku, panik!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“LARAS!!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Beberapa saat setelah kejadian itu, yang kusadari aku sudah berada di sebuah ruangan. Sepertinya tak begitu jauh dari tempat tadi. Yang artinya aku masih berada di sekitar rumah sakit ini. Aku mengernyitkan dahi menahan rasa sakit di kepala ku saat aku mencoba untuk bangkit dari tempat itu. Aku terkejut saat menemukan kedua orang tua ku yang sudah berada di hadapan ku, menatap penuh ke-khawatiran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Mah, Pah?” tanyaku heran, apa aku udah pingsan selama itu sehingga mereka pun sudah terlihat begitu lusuh, yang ku pikir karna jenuh menunggu ku sadar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Laras, kenapa kamu bisa kaya gini sih? Kamu bikin kita panik tau ga?” Papah, mulai memarahiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Udah pah, Laras baru aja siuman, jangan dimarahin.” Mamah menenangkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Aku diam, mendadak lupa dengan alasan aku berada disini. Aku mencoba meraba kepalaku, disana sudah terpasang rapih sebuah perban, yang membawa ingatanku ke sebuah malam dimana aku, Dafa, dan Kaysan mengalami kecelakaan mobil. Dimana kepalaku terbentur sebuah benda tumpul cukup keras, dan Kaysan…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Ya ampun, Kay…” tanpa menghiraukan mamah dan papah ku yang masih dalam kepanikanya, aku beranjak dari kasur dan bergegas keluar ruangan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Bodoh, aku bisa lupa dengan Kaysan yang berlumuran darah tadi malam, kenapa aku bisa tertidur di tempat ini sementara sahabat ku sendiri sedang sekarat? Aku pun berjalan di koridor rumah sakit dengan kepalaku yang masih sedikit berdenyut. Beberapa detik kemudian aku baru menyadari bahwa aku berjalan tanpa arah. Dimana ruanganya Kaysan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Tanpa menghentikan langkah, aku pun berusaha menemukan seorang perawat yang sekiranya dapat mengantar ku kesana. Dalam pencarian itu, tiba tiba aku mendapati Dafa sedang terduduk di sebuah lantai, wow, penemuan yang bagus, pikirku. Aku mendekati nya dengan….. kegalauan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Daf.” Sapaku parau, ikut terduduk di lantai itu, khawatir dengan keadanya. “Daf, lo gapapa kan?” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Dafa melepaskan cengkraman kedua tanganya di wajah lembabnya dan menatap mata ku lemah. Dia menangis. “Ras….”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Dafa lo kenapa?” tanyaku, kaget melihat keadaanya. “Kay mana, Daf?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Ras… Kaysan…” ia menatapku dalam. Tidak dapat kupungkiri bahwa firasatku begitu buruk sekarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Kay kenapa Daf?? Yang jelas dong!! Dia ga… ga mati kan?” tanyaku sembarangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Gila lo kalo ngomong, Kay masih hidup Ras. Tapi……..” Dafa membenamkan wajah di telapak tanganya, sesaat sebelum “Dia buta Ras..” Getaran suaranya terasa begitu kuat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Aku terpaku dengan keadaan ku, tak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar tadi. Kaysan yang menjadi idola semua cewe, pemain basket nomer 1 di sekolah, sekarang harus kehilangan kaki dan penglihatanya, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;how could this happens, God?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Ini semua salah gue, Ras. Gue yang bikin mobil kita nabrak. Bego”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Engga Daf, ga ada yang salah, semuanya kecelakaan.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Dafa menangis lagi, sementara aku masih terpaku dengan ketidak percayaan ku. Aku pun memeluk tubuh Dafa, bendungan air mata di kelopak mataku akhirnya pecah saat ku rasakan getaran hebat dari tubuh Dafa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Tapi gue ga bisa berhenti nyalahin diri gue.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Sial, kenapa mesti kaya gini sih akhirnya?” aku bertanya lirih di pundak Dafa. Tak ada jawaban berarti dari nya. Yang ku dengar hanyalah suara tangisan yang makin kuat, dan…… sebuah jeritan dari dalam ruangan tepat di sebelah tempat aku dan dafa berada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Dafa melepaskan pelukanku, dia tercengang sesaat. “Kay….” Dia bergegas bangkit dan memasuki ruangan tersebut. Aku mengikutinya dari belakang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“GUE GAMAU CACAT, BALIKIN MATA GUE!!” jerit seseoarang yang berada dia atas kasur. Anak itu sudah sadar ternyata, ia kian memberontak di dalam dekapan ibunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Kaysan… cukup nak, cukupp” wanita paruh baya itu menangis, mencoba menenangkan anak nya itu dalam dekapanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“ENGGAAA……. AKU GAMAU KAYA GINI MAM. AKU MASIH MAU SEKOLAH, AKU MASIH MAU NGELIAT, AKU MASIH MAU HIDUP!!!” Kaysan lepas kendali, dia mendorong ibunya hingga terjatuh di sisi kasurnya. Dafa pun bergegas meraih wanita itu, berniat membantunya bangkit kembali, namun wanita itu sudah menyerah nampaknya, menangis tak terkendali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Aku, yang tak menyangka dan masih syok dengan pemberontakan Kaysan pun mulai mendekatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“KENAPA MESTI GUE TUHANN, KENAPAAA?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Kay, please, lo tenang dulu, semua pasti ga seburuk yang lo pikirin, masih banyak hal yang bisa lo lakuin walaupun lo kaya gini.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“APA LAGI RAS? APAA?? JADI TUKANG URUT? HA??”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Engga gitu, Kay!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“GUE BUTA RAS, DAN LO JUGA GA MAU KAYA GINI KAN? KENAPA MESTI GUE? INI BUKAN SALAH GUE, KENAPA GA DAFA AJA YANG BUTA? JELAS JELAS DIA YANG NYETIR, YANG BIKIN KITA KECELAKAAN!!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;‘&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;PLAK’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;………………..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Sebuah tamparan sempurna mendarat di pipinya. Suskes membuatnya terkulai tak berdaya di atas kasurnya, masih terisak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“BERHENTI NYALAHIN ORANG KAY! LO GA PANTES NGOMONG KAYA GITU!!” Aku, yang banjir dengan air mata, merasa tega untuk membentak Kaysan sekarang. “KITA SAMA-SAMA GAMAU INI KEJADIAN KAY. PLEASE SADAR, LO GA BISA KAYA GINI TERUS.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Kaysan merintih dalam keadaanya, dia benar benar tidak mengerti dengan yang baru saja ia ucapkan. “Gue emang bego ras, dari dulu bukan? Sorry.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Aku menghampiri Kaysan, memeluknya penuh perasaan. “Gue tau apa yang lo rasain Kay, gue ngerti. Gue juga ga rela lo kaya gini. Tapi lo ga bisa ngelak, ini udah terjadi. Yang harus lo percaya kalo lo ga sendirian di sini, Kay. Masih ada gue, Dafa, temen temen lo yang lain, kelaurga lo. Kita pasti bakal bantu semua apa yang lo butuhin, kita semua sayang sama lo.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Kami masih berpelukan erat, saat beberapa perawat telah menunggu giliran mereka di depan pintu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Kaysan berbisik lirih di telingaku, “ Tapi gue ga bisa ngeliat, Ras, gue ga bias ngeliat wajah lo lagi, itu masalahnya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Aku merasakan ada pelukan tambahan dari seseorang, membuat suasana makin hangat. Dan aku menyadari itu adalah pelukan Dafa, aku merasa sangat bahagia memiliki mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;“Gue bakalan jadi mata lo Kay, kapan pun lo butuh itu, bukan nya kita sahabat?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Keep shining, Keep smiling……. That’s what friends are for&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;tab-stops:.5in"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;line-height:200%; tab-stops:.5in"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;line-height:200%; tab-stops:.5in"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-5890482153759495456?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/5890482153759495456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=5890482153759495456' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5890482153759495456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5890482153759495456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/04/power-of-friendship.html' title='THE POWER OF FRIENDSHIP'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-5945047380856575493</id><published>2011-03-26T22:35:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T10:14:17.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>28 Fest 2011 : AQUARION</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 252px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-S6d5ptFiHAo/TY7NGDACE_I/AAAAAAAAAZE/r3ouevvMVqg/s400/2%2Bcopy.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588629691381715954" /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://28aquarion.blogspot.com/"&gt;check this out for further information&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-5945047380856575493?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/5945047380856575493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=5945047380856575493' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5945047380856575493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5945047380856575493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/03/28-fest-2011-aquarion.html' title='28 Fest 2011 : AQUARION'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-S6d5ptFiHAo/TY7NGDACE_I/AAAAAAAAAZE/r3ouevvMVqg/s72-c/2%2Bcopy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-5763115462446377069</id><published>2011-03-26T22:13:00.000-07:00</published><updated>2011-03-27T03:07:02.442-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tom andrew felton'/><title type='text'>Time Well Spent Medley</title><content type='html'>&lt;iframe title="YouTube video player" width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/IANd9Ieii1Q" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="318" height="181"&gt;&lt;embed src="http://widget.lyricsmode.com/i/scroll2.swf?lid=664502&amp;amp;speed=4" width="318" height="181" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.lyricsmode.com" target="_blank"&gt;Lyrics&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.lyricsmode.com/lyrics/t/tom_felton/" target="_blank"&gt;Tom Felton lyrics&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.lyricsmode.com/lyrics/t/tom_felton/time_well_spent_medley.html" target="_blank"&gt;Time Well Spent Medley lyrics&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-5763115462446377069?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/5763115462446377069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=5763115462446377069' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5763115462446377069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5763115462446377069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/03/song-lyrics-time-well-spent-medley.html' title='Time Well Spent Medley'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/IANd9Ieii1Q/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-5895189246933870749</id><published>2011-03-25T09:29:00.001-07:00</published><updated>2011-04-18T10:14:37.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medley'/><title type='text'>If I could fall into the sky~</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vUWcqUBObIc/TYzDCcAASUI/AAAAAAAAAY0/OvDMrkf0H58/s1600/lomography-store-nyc.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-vUWcqUBObIc/TYzDCcAASUI/AAAAAAAAAY0/OvDMrkf0H58/s400/lomography-store-nyc.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588055684303309122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;.......&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;how do you feel, when I'm so sad?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-5895189246933870749?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/5895189246933870749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=5895189246933870749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5895189246933870749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5895189246933870749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/03/if-i-could-fall-into-sky_25.html' title='If I could fall into the sky~'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-vUWcqUBObIc/TYzDCcAASUI/AAAAAAAAAY0/OvDMrkf0H58/s72-c/lomography-store-nyc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-8969035510966647912</id><published>2011-03-25T08:30:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T08:56:15.000-07:00</updated><title type='text'>I am mine</title><content type='html'>&lt;div&gt;DEAR DIARY......&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;today I got a lot of bad luck, shhhhhh&lt;/div&gt;&lt;div&gt;no hope, no love, no glory, no happy ending&lt;/div&gt;&lt;div&gt;everyday is the same, I thought&lt;/div&gt;&lt;div&gt;that I wanna burn this routines&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I'm just a pest...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;and they're a monster who never hear someone opinions&lt;/div&gt;&lt;div&gt;everything they did by their own way&lt;/div&gt;&lt;div&gt;nobody can change&lt;/div&gt;&lt;div&gt;all that we know is 'let it flow'&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I hate it&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;but honestly, I'm glad that I'm not them&lt;/div&gt;&lt;div&gt;they're just like robot&lt;/div&gt;&lt;div&gt;they have no life&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a life like mine&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;.............&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;so, thank God, I'm INDIRA RAMANIA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-8969035510966647912?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/8969035510966647912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=8969035510966647912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/8969035510966647912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/8969035510966647912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/03/i-am-mine.html' title='I am mine'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-7457388218467260313</id><published>2011-03-21T06:07:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T06:10:54.661-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>if today is the last January 24th&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;then....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hey, I'm SEVENTEEN girl&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I'm older than you.............&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;yeah.......... I'm old ~&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;(―˛―"~)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-7457388218467260313?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/7457388218467260313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=7457388218467260313' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/7457388218467260313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/7457388218467260313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2011/03/if-today-is-last-january-24th-then.html' title=''/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-699277469096530978</id><published>2010-12-27T22:23:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T22:36:38.550-08:00</updated><title type='text'>random</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"&gt;GYAAAAAAAAAAAAAAAA.......................&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;I'm walking to my 17th birthday, and even haven't studied how to cook a rice.......... how can? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;bad indira~~ TT___TT&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;........&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;OH GOD!!!! I know it's an impossibility thing I've asked, but.......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;let&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif" style="font-size: small; "&gt;me&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif" style="font-size: small; "&gt;be&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif" style="font-size: small; "&gt;a child&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif" style="font-size: small; "&gt;aged 7&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif" style="font-size: small; "&gt;forever 0:''3&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif" style="font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif" style="font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-699277469096530978?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/699277469096530978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=699277469096530978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/699277469096530978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/699277469096530978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/12/random.html' title='random'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-9072224636321212199</id><published>2010-12-27T06:11:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T06:20:09.668-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRiez9hJwsI/AAAAAAAAARY/5D04gNHMl9g/s1600/fhaskj"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRiez9hJwsI/AAAAAAAAARY/5D04gNHMl9g/s400/fhaskj" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555364755885638338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;span class="body" style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10pt; "&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;span class="body" style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10pt; "&gt;&lt;i&gt;"Let the rain kiss you. Let the rain beat upon your head with silver liquid drops. Let the rain sing you a lullaby."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;i&gt;-&lt;/i&gt;Langston Hughes&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-9072224636321212199?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/9072224636321212199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=9072224636321212199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/9072224636321212199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/9072224636321212199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/12/let-rain-kiss-you.html' title=''/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRiez9hJwsI/AAAAAAAAARY/5D04gNHMl9g/s72-c/fhaskj' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-993884485521514993</id><published>2010-12-27T00:20:00.001-08:00</published><updated>2010-12-27T05:25:38.175-08:00</updated><title type='text'>@indiramania</title><content type='html'>&lt;div&gt;I'm not the updaters who almost spend all of their time in front of the internet&lt;/div&gt;&lt;div&gt;but, I'm also a teenager who need socialization :P&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://twitter.com/#!/indiramania"&gt;come and follow me!!&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRhMibgg0UI/AAAAAAAAARQ/oBRAGw-8rz4/s400/Untitled.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555274294744895810" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-993884485521514993?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/993884485521514993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=993884485521514993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/993884485521514993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/993884485521514993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/12/indiramania.html' title='@indiramania'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRhMibgg0UI/AAAAAAAAARQ/oBRAGw-8rz4/s72-c/Untitled.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-8290642355205716029</id><published>2010-12-26T23:07:00.001-08:00</published><updated>2010-12-27T05:19:23.244-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='basketball'/><title type='text'>I'd like to move it</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRg7xPoYsQI/AAAAAAAAAQ4/S0FfHgweKGQ/s1600/Rain_Forest_Tropic.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRg7xPoYsQI/AAAAAAAAAQ4/S0FfHgweKGQ/s400/Rain_Forest_Tropic.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555255857557057794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;"teruslah berlari, dan raih impianmu, Naruse!"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;"walaupun berkali-kali jatuh, kamu selalu bisa bangun lagi"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;"kami mempercayaimu, kamu akan jadi besar"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;"kamu pasti bisa"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRg7w47PeaI/AAAAAAAAAQw/pontCDV-d_I/s400/6674177.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 301px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555255851462130082" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;............................&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;"basket itu menyenangkan, 'kan Naruse...." -&lt;/i&gt;Sakurai&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;"ya, selamanya dan selamanya aku ingin terus berlari seperti ini." -&lt;/i&gt;Naruse&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;-Harlem Beat #29&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-8290642355205716029?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/8290642355205716029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=8290642355205716029' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/8290642355205716029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/8290642355205716029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/12/id-like-to-move-it.html' title='I&apos;d like to move it'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRg7xPoYsQI/AAAAAAAAAQ4/S0FfHgweKGQ/s72-c/Rain_Forest_Tropic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-6523674464023303105</id><published>2010-12-26T22:12:00.000-08:00</published><updated>2011-04-18T10:13:12.714-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teukie'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"..What are you thinking about?...&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;..Tomorrow will come tomorrow anyway...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;...Even if I open my eyes...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;...Even if I close my eyes...&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;...It's not the End, It's And!..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;b&gt;-Leeteuk, super junior's leader&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRhIt-v8lBI/AAAAAAAAARI/Z9Vm2xBW1zc/s400/4b178G3y5q2xp3eeQN8aCT0to1_500.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 243px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555270095136920594" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-6523674464023303105?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/6523674464023303105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=6523674464023303105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6523674464023303105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6523674464023303105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/12/blog-post.html' title=''/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRhIt-v8lBI/AAAAAAAAARI/Z9Vm2xBW1zc/s72-c/4b178G3y5q2xp3eeQN8aCT0to1_500.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-5634119997548761988</id><published>2010-12-26T21:11:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T22:23:32.288-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medley'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='♥♥♥'/><title type='text'>#abaikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;honestly.........I don't know the reason why I wrote this post cause IT'S ACTUALLY NOT ME. hahaha just enjoy it, maybe one of you is the main character of this........song, who knows?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div&gt;........................................&lt;/div&gt;I'm jealous&lt;div&gt;to see you who's lost in your world&lt;/div&gt;&lt;div&gt;forgetting me for something you like&lt;/div&gt;&lt;div&gt;that makes you now are so far from me&lt;/div&gt;&lt;div&gt;until you're really taken from the happines moment in my life&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;yes I'm  jealous&lt;/div&gt;&lt;div&gt;still you care of me?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;still you wanna catch me in your dream?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;should I scream and cry in front of you so you'll understand?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;this time is different&lt;/div&gt;&lt;div&gt;you'll never see me cry &lt;/div&gt;&lt;div&gt;though deep inside, my tears are spill out&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I wanna believe in everything that you say&lt;/div&gt;&lt;div&gt;'cause all I really want is to hold you tight&lt;/div&gt;&lt;div&gt;be with you day and night&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;we'll get it right again&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I won't say another goodbye again&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I love you much more than life&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;...............&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;hey boy, all I need is your time :)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRgrVU9TguI/AAAAAAAAAQo/RDD4hU--Eow/s400/i_cry_for_only_you__by_ossajessica.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555237785764594402" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-5634119997548761988?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/5634119997548761988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=5634119997548761988' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5634119997548761988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5634119997548761988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/12/abaikan.html' title='#abaikan'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TRgrVU9TguI/AAAAAAAAAQo/RDD4hU--Eow/s72-c/i_cry_for_only_you__by_ossajessica.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-5490928468994778292</id><published>2010-09-08T08:37:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T11:07:24.810-07:00</updated><title type='text'>Mencoba Sukses</title><content type='html'>ooooh photoshop~ I'm glad to know you.......I'm so glad to have you.......but I'm very so glad if you'll teach me how-to-use-you-well =___________=". I feel like a kid who's trying to decorate her picture with paint, so infantile, isn't it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but my struggle won't stop on these pictures only, I'll keep editing till I found a new fame, huh hah huh hah.... maybe this is called 'Mencoba Sukses'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;okey, while I'm still in my way to learn how-to-use-photoshop-well, so please enjoy my temporary design with a lot of happiness in our smile :) --&gt; nonsense&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewQbqQXfI/AAAAAAAAAQE/Y07WFGjMVJ8/s1600/indira%27s2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewQbqQXfI/AAAAAAAAAQE/Y07WFGjMVJ8/s400/indira%27s2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514570065087847922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ahh, the sentence at the bottom right corner is unreadable, shity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewP8I6tGI/AAAAAAAAAP8/BQMaFWqxMcQ/s1600/13327_1368864054739_1025837657_31069760_4406346_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewP8I6tGI/AAAAAAAAAP8/BQMaFWqxMcQ/s400/13327_1368864054739_1025837657_31069760_4406346_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514570056626517090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;black ball : "hey don't you want to join me? my position is perfect for sunbathing B-)&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewPiWzh7I/AAAAAAAAAP0/U_s7YkN51Xw/s1600/25991_1301879345399_1182912516_30767122_4811309_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 221px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewPiWzh7I/AAAAAAAAAP0/U_s7YkN51Xw/s400/25991_1301879345399_1182912516_30767122_4811309_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514570049705445298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;noboddy has a happy life but me, raaawr&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewPQi_lFI/AAAAAAAAAPs/N3-SdRpHwAQ/s1600/36689_1529765005295_1269829049_31463104_7372455_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewPQi_lFI/AAAAAAAAAPs/N3-SdRpHwAQ/s400/36689_1529765005295_1269829049_31463104_7372455_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514570044924728402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;F = funny; U = unique; N = naughty?&lt;/span&gt; hell-no&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewPHwsoZI/AAAAAAAAAPk/N6oeQo-EaVw/s1600/31325_1474726713263_1386546338_1246488_3674017_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewPHwsoZI/AAAAAAAAAPk/N6oeQo-EaVw/s400/31325_1474726713263_1386546338_1246488_3674017_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514570042566287762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;look! how gorgeus we are!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIfGxFW9EHI/AAAAAAAAAQM/xxgOOs54C0c/s1600/8523_137302783075_641938075_2476517_7361632_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIfGxFW9EHI/AAAAAAAAAQM/xxgOOs54C0c/s400/8523_137302783075_641938075_2476517_7361632_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514594815292805234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;wht the......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...............................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIfQYrhfINI/AAAAAAAAAQc/8Hp538mkBug/s1600/hfjaf.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 249px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIfQYrhfINI/AAAAAAAAAQc/8Hp538mkBug/s400/hfjaf.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514605391157076178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;and the&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; last&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-5490928468994778292?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/5490928468994778292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=5490928468994778292' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5490928468994778292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5490928468994778292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/09/mencoba-sukses.html' title='Mencoba Sukses'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIewQbqQXfI/AAAAAAAAAQE/Y07WFGjMVJ8/s72-c/indira%27s2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-562646812414042045</id><published>2010-09-07T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T01:16:37.431-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medley'/><title type='text'>Morning Glory</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIcKk_-RSDI/AAAAAAAAAPU/gDkxbk8pk2A/s1600/ws_Good_Morning_Sun_1600x1200.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 438px; height: 328px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIcKk_-RSDI/AAAAAAAAAPU/gDkxbk8pk2A/s400/ws_Good_Morning_Sun_1600x1200.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514387899502643250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;I woke up early this morning just to see the moring sun shine. yaa the sun was shining so amazing, I couldn't pretend that it absolutely has made all the bad things yesterday was forgotten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;I do I love night, cause it's our time to rest, to have some dream. but night is also the best time for being alone, crying. I'm so thanks for the night which always hear my tears, but honestly I hate crying. so I always miss the sun when I was crying in the night, cause I get the more treasures and hope and joy I find in morning&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. I can forget my tears last night  like a 'poof'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;font-size:100%;"  &gt;someone said, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The moment when you first wake up in the morning is the most wonderful of the twenty-four hours. No matter how weary or dreary you may feel, you possess the certainty that, during the day that lies before you, absolutely anything may happen. And the fact that it practically always doesn't, matters not a jot. The possibility is always there.&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIcLkdqq6fI/AAAAAAAAAPc/E6e8PzluSwU/s1600/Life_in_Black_and_White_by_gilad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 380px; height: 342px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIcLkdqq6fI/AAAAAAAAAPc/E6e8PzluSwU/s400/Life_in_Black_and_White_by_gilad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514388989805259250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;good morning :3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-562646812414042045?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/562646812414042045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=562646812414042045' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/562646812414042045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/562646812414042045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/09/morning-glory.html' title='Morning Glory'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIcKk_-RSDI/AAAAAAAAAPU/gDkxbk8pk2A/s72-c/ws_Good_Morning_Sun_1600x1200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-1866579939938194944</id><published>2010-09-07T08:34:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T21:34:45.824-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medley'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Jesseeeeee... aw</title><content type='html'>&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Hs0HELcUYUY?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Hs0HELcUYUY?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wanted to stop listening to this song, but I can't!! though I don't really know him at all, but I think his voice is quite beautiful that makes me fascinated. the best thing which I liked from this song is the lyrics, yaaa such an interesting and easy listening story.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Staring out at the rain with a heavy heart&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's the end of the world in my mind&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Then your voice pulls me back like a wake up call&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I've been looking for the answer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Somewhere&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I couldn't see that it was right there&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;But now I know what I didn't know&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live and breathe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you make me believe in myself when nobody else can help&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live, girl&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;My world has twice as many stars in the sky&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's alright, I survived, I'm alive again&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cuz of you, made it through every storm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What is life, what's the use if you're killing time&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'm so glad I found an angel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Someone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Who was there when all my hopes fell&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I wanna fly, looking in your eyes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live and breathe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you make me believe in myself when nobody else can help&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live, girl&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;My world has twice as many stars in the sky&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live, I live&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live there's a reason why&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I carry on when I lose the fight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I want to give what you've given me always&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live and breathe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you make me believe in myself when nobody else can help&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live, girl&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;My world has twice as many stars in the sky&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live and breathe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you make me believe in myself when nobody else can help&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live, girl&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;My world has everything I need to survive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because you live, I live, I live&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;uyeaah, and we can't pretend that Jesse looks so beautiful and sexy in this video. he is hot, guys!! woogh I'm afraid I'll turned from Felton to him if I can't stop listening to his song....HELL NOOOOOOOOO my Felton is still the hottest, the cutest, the best EVER!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-1866579939938194944?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/1866579939938194944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=1866579939938194944' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1866579939938194944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1866579939938194944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/09/because-you-live-jesse-mccartney.html' title='Jesseeeeee... aw'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-866780637208984252</id><published>2010-09-07T06:34:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T06:45:22.765-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='introducing my self'/><title type='text'>Follow Me on Twitter, Pals!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIZAZkU72tI/AAAAAAAAAOI/rh6VSNqRs0I/s1600/twitter.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 305px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIZAZkU72tI/AAAAAAAAAOI/rh6VSNqRs0I/s400/twitter.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514165601754143442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://twitter.com/indiramania"&gt;Click here!! And you'll get all what you need about me. Ciao!!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-866780637208984252?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/866780637208984252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=866780637208984252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/866780637208984252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/866780637208984252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/09/follow-me-on-twitter-pals.html' title='Follow Me on Twitter, Pals!'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIZAZkU72tI/AAAAAAAAAOI/rh6VSNqRs0I/s72-c/twitter.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-987353422835943990</id><published>2010-09-07T05:45:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T19:45:33.339-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medley'/><title type='text'>"....I'm home"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIY2tYDzToI/AAAAAAAAAN4/8LGfEaqt68o/s1600/homesweethome.jpg"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 158px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIY2tYDzToI/AAAAAAAAAN4/8LGfEaqt68o/s400/homesweethome.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514154946942160514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Home is a place you grow up wanting to leave, and grow old wanting to get back to" &lt;/span&gt;~ John Pearce&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Home isn't where you live, but where they understand you"&lt;/span&gt; ~ Christian Morganstem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Every day is a journey, and the journey itself is home" &lt;/span&gt;~ Matsuo Basho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"There's nothing so pleasant as coming home again"&lt;/span&gt; ~ Margaret Elizabeth Sangster&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;"there is no home like the one you've got, cause that home belongs to you"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-987353422835943990?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/987353422835943990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=987353422835943990' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/987353422835943990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/987353422835943990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/09/let-me-go-home.html' title='&quot;....I&apos;m home&quot;'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIY2tYDzToI/AAAAAAAAAN4/8LGfEaqt68o/s72-c/homesweethome.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-4716655058861241733</id><published>2010-09-07T01:00:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T07:31:15.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='what I&apos;ve done'/><title type='text'>Look!! I'm a Mad Girl</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIY3ShxGwdI/AAAAAAAAAOA/t_UB9NKrFUo/s1600/edit2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIY3ShxGwdI/AAAAAAAAAOA/t_UB9NKrFUo/s400/edit2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514155585203257810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;np : don't ever think I'm really a mad girl who are frustated with her lovelife, so she locking herself in her room like what I've writen on this post's title.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okay,  just to fill my school-holiday-boredom, when I woke up in the middle of a day, I saw my notebook beside me was yelling that he wanted to be used by me (shit shit even I'd never known he can voiced). so I turned it on and...............................I didn't know what to do -,-. yaa for the first time I said that I was bored with that thing. it may has a thousand of songs and mini games, but what I needed at that time wasn't a music also a victory when I winning the game, but a freedom........(jleb, never mind, it's just a such of bullshit thing --").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, after a minute I was stuck on this confusion, I saw a camera on this note book was glowing like 'heey girl, turn me on, I'll give you a lot of happiness, trust me'.... and I was finally brought with his persuasion, so I turned it on and....................the problem was begin --"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-4716655058861241733?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/4716655058861241733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=4716655058861241733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/4716655058861241733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/4716655058861241733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/09/blog-post.html' title='Look!! I&apos;m a Mad Girl'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIY3ShxGwdI/AAAAAAAAAOA/t_UB9NKrFUo/s72-c/edit2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-4446878736326502115</id><published>2010-08-07T08:03:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T02:08:01.655-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medley'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='♥♥♥'/><title type='text'>Thank God, he's mine :''''3</title><content type='html'>i don’t know why&lt;br /&gt;God gives me a chance to know you&lt;br /&gt;and all i know suddenly you came into my life&lt;br /&gt;but first i guess that we only care for each other&lt;br /&gt;and i realize the growing seeds of love&lt;br /&gt;you showed me through your smile&lt;br /&gt;that always keeps me growing strong&lt;br /&gt;your smile that makes me love you for so long&lt;br /&gt;your smile makes me believe on happiness is not too far beyond to reach&lt;br /&gt;your smile’s the only thing that i’ll remember ’til the end of time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;when i’m with you like sadness no longer exist&lt;br /&gt;though i know having you the lonely lasts in my mind&lt;br /&gt;to be honestly the story goes forever&lt;br /&gt;‘cos as long as you will be as you are&lt;br /&gt;as how a woman should be&lt;br /&gt;through your smile will always lead my way&lt;br /&gt;your smile inspired melodies in every notes i play&lt;br /&gt;your smile and memories above you makes me realize&lt;br /&gt;my place’s in your heart&lt;br /&gt;‘cos for me your smile means everything from you&lt;br /&gt;to keep me alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIYE6ycCKJI/AAAAAAAAAMg/ctckmJMUKqQ/s1600/smiley+face.+by+%7EBucikah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 390px; height: 294px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIYE6ycCKJI/AAAAAAAAAMg/ctckmJMUKqQ/s320/smiley+face.+by+%7EBucikah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514100201780029586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;your smile.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;120610, 10.00 am ♥♥♥&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-4446878736326502115?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/4446878736326502115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=4446878736326502115' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/4446878736326502115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/4446878736326502115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/08/thank-god-hes-mine.html' title='Thank God, he&apos;s mine :&apos;&apos;&apos;&apos;3'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIYE6ycCKJI/AAAAAAAAAMg/ctckmJMUKqQ/s72-c/smiley+face.+by+%7EBucikah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-6348223729926034827</id><published>2010-05-07T11:24:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T06:54:39.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='basketball'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='introducing my self'/><title type='text'>The Philosophy of 7</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S-RbT8yWHSI/AAAAAAAAALA/5DnKenGbenU/s1600/hfkjhsakfhsh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 413px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S-RbT8yWHSI/AAAAAAAAALA/5DnKenGbenU/s320/hfkjhsakfhsh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468596245827558690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7&lt;/span&gt;, a number which liked by me. not because it's my birth date (cuz even my birth date is 24, not 7 :P). seven is a simple number, very easy to make it. nevertheless, it can stand firmly with one foot only to sustain a straight line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wanna be like that number, become a simple figure, but intelligent and brilliant. standing on the robustness. &lt;span id="result_box" class="short_text"&gt;&lt;span style="" title=""&gt;have the emotional resilience&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; and autonomy, that never rely on other people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It has a strength that makes me so melt (bububu :3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S-Rpq42uTWI/AAAAAAAAALo/ZgJE2tGkItM/s1600/29902_1442604710373_1390745540_31179254_1153352_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 187px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S-Rpq42uTWI/AAAAAAAAALo/ZgJE2tGkItM/s320/29902_1442604710373_1390745540_31179254_1153352_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468612033071959394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;that's way 7 was choose to be my personal number in my basketball jersey.&lt;br /&gt;yaa &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;that's the way I love 7 ♥♥♥&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-6348223729926034827?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/6348223729926034827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=6348223729926034827' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6348223729926034827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6348223729926034827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/05/philosophy-of-7.html' title='The Philosophy of 7'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S-RbT8yWHSI/AAAAAAAAALA/5DnKenGbenU/s72-c/hfkjhsakfhsh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-2662420730108537319</id><published>2010-05-07T10:58:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T02:43:22.746-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medley'/><title type='text'>Dear....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIYIXltpuCI/AAAAAAAAAMo/Ogokc6byX18/s1600/book_is_in_love__by_julkusiowa_large.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 349px; height: 287px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIYIXltpuCI/AAAAAAAAAMo/Ogokc6byX18/s320/book_is_in_love__by_julkusiowa_large.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514103995115354146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear diary&lt;br /&gt;Let me tell you &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;about my&lt;/span&gt; story&lt;br /&gt;I know it’s rather sad&lt;br /&gt;But that’s the way I feel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear diary&lt;br /&gt;I don't know if this is right or not&lt;br /&gt;Start it thinking of leaving him&lt;br /&gt;But I’m afraid it might hurt him&lt;br /&gt;All I want is for everything in the right place&lt;br /&gt;And everyone is happy&lt;br /&gt;Is it too much to ask for&lt;br /&gt;All I want is for everything in the right place&lt;br /&gt;So everyone is happy&lt;br /&gt;Is that too much to ask for&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear diary&lt;br /&gt;Strong is not exactly right word&lt;br /&gt;Start it thinking of leaving him&lt;br /&gt;But I'm afraid it might hurt him&lt;br /&gt;All I want is for everything in the right place&lt;br /&gt;So everyone is happy&lt;br /&gt;Is that too much to ask for&lt;br /&gt;All I want is for everything in the right place&lt;br /&gt;So everyone is happy&lt;br /&gt;Is that too much to ask for&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear diary&lt;br /&gt;Strong is not exactly the right word&lt;br /&gt;I don't know what to do know&lt;br /&gt;Confusion is all over me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;~~MOCCA~~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-2662420730108537319?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/2662420730108537319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=2662420730108537319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/2662420730108537319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/2662420730108537319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/05/dear.html' title='Dear....'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/TIYIXltpuCI/AAAAAAAAAMo/Ogokc6byX18/s72-c/book_is_in_love__by_julkusiowa_large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-1485289061450610083</id><published>2010-01-10T04:29:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T05:35:11.022-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tom andrew felton'/><title type='text'>Like These!!! Looveeeeee Him!!!!</title><content type='html'>I found a lot of new gorgeous photos of myfelton :3, yeah but I think I 'll just show you a little of them.&lt;br /&gt;here they're..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nW8eP4yvI/AAAAAAAAAKQ/SBJ_UN5p134/s1600-h/tumblr_ks9m57JSfO1qzzklwo1_500.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 142px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nW8eP4yvI/AAAAAAAAAKQ/SBJ_UN5p134/s320/tumblr_ks9m57JSfO1qzzklwo1_500.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425103560544668402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nW7Wl-ZhI/AAAAAAAAAJ4/RohKkcCrF8U/s1600-h/tumblr_krmoimMNen1qzzklwo1_500.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nW7Wl-ZhI/AAAAAAAAAJ4/RohKkcCrF8U/s320/tumblr_krmoimMNen1qzzklwo1_500.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425103541309957650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nW8FIs5sI/AAAAAAAAAKI/QV8TH8W9nz4/s1600-h/tumblr_kulgfiHGBb1qzzklwo1_500.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nW8FIs5sI/AAAAAAAAAKI/QV8TH8W9nz4/s320/tumblr_kulgfiHGBb1qzzklwo1_500.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425103553803642562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nW7ik8V8I/AAAAAAAAAKA/fvmHLfyQXbs/s1600-h/tumblr_ks9kvzwD1a1qzzklwo1_500.png.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 232px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nW7ik8V8I/AAAAAAAAAKA/fvmHLfyQXbs/s320/tumblr_ks9kvzwD1a1qzzklwo1_500.png.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425103544526854082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nP9HBno5I/AAAAAAAAAJw/x1xUlXU96X4/s1600-h/tumblr_ku0991uftN1qzzklwo1_500.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nP9HBno5I/AAAAAAAAAJw/x1xUlXU96X4/s320/tumblr_ku0991uftN1qzzklwo1_500.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425095874909283218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nNb2ob7HI/AAAAAAAAAJo/j_Jr-fT_Y6I/s1600-h/tumblr_kv1hdiLOUi1qzamebo1_500.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 261px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nNb2ob7HI/AAAAAAAAAJo/j_Jr-fT_Y6I/s320/tumblr_kv1hdiLOUi1qzamebo1_500.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425093104549751922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nNbFvpkiI/AAAAAAAAAJg/0veU82Y00Hg/s1600-h/tumblr_kuw1ckpnag1qzzklwo1_500.png.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 231px; height: 480px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nNbFvpkiI/AAAAAAAAAJg/0veU82Y00Hg/s320/tumblr_kuw1ckpnag1qzzklwo1_500.png.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425093091426669090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nNaH_D1wI/AAAAAAAAAJQ/E6Xifhxkk0s/s1600-h/tumblr_ku46rlamfx1qzzklwo1_500.png.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 258px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nNaH_D1wI/AAAAAAAAAJQ/E6Xifhxkk0s/s320/tumblr_ku46rlamfx1qzzklwo1_500.png.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425093074848306946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nL3V4ntdI/AAAAAAAAAJI/rnlNXvleqQA/s1600-h/tumblr_ku7hcnaxED1qa0a7ko1_500.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 241px; height: 339px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nL3V4ntdI/AAAAAAAAAJI/rnlNXvleqQA/s320/tumblr_ku7hcnaxED1qa0a7ko1_500.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425091377772344786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nL3GpPYXI/AAAAAAAAAJA/CKCNn6aewqQ/s1600-h/tumblr_ku6exknEUt1qzzklwo1_500.png.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 355px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nL3GpPYXI/AAAAAAAAAJA/CKCNn6aewqQ/s320/tumblr_ku6exknEUt1qzzklwo1_500.png.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425091373681303922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nL2_-0XwI/AAAAAAAAAI4/Zs-KAi-qBJ8/s1600-h/tom1211.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 252px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nL2_-0XwI/AAAAAAAAAI4/Zs-KAi-qBJ8/s320/tom1211.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425091371892760322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nL2nZIHpI/AAAAAAAAAIw/ZQYIzXIYMOc/s1600-h/feltonbypeyton-2_900.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nL2nZIHpI/AAAAAAAAAIw/ZQYIzXIYMOc/s320/feltonbypeyton-2_900.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425091365292220050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nL2I-sTsI/AAAAAAAAAIo/EADuzANIldM/s1600-h/evanna-lynch-tom-felton-jes.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nL2I-sTsI/AAAAAAAAAIo/EADuzANIldM/s320/evanna-lynch-tom-felton-jes.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425091357128281794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I found a lot of new gorgeous photos of myfelton :3, yeah but I think I 'll just show you a little of them. here they're..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wait for the next gorgeus photos of myfelton :3, don't ever try to search his photos in other site, just open my blog and you will get what you want, ikikikik LOL&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-1485289061450610083?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/1485289061450610083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=1485289061450610083' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1485289061450610083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1485289061450610083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/01/like-these-at-much.html' title='Like These!!! Looveeeeee Him!!!!'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0nW8eP4yvI/AAAAAAAAAKQ/SBJ_UN5p134/s72-c/tumblr_ks9m57JSfO1qzzklwo1_500.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-6955570680343279389</id><published>2010-01-09T06:08:00.001-08:00</published><updated>2010-04-14T19:27:51.808-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='high school'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='basketball'/><title type='text'>Demam Lapangan</title><content type='html'>seperti yang udah gue bahas tentang seorang basketball wannabe yang akan menghadapi pertandingan pertamanya dalam tarki cup. yaa I'm happy because today was my first time I played, but I can't did something best. gue lemot, gue kurang latihan, dan GUE LAPER (?)&lt;br /&gt;oke I'm sure pertandingan pertama gue was totally bad. tim basket cewe 28 kalah dengan skor yang terlampau jauh padahal sebelumnya gue liat tim basket 28 terutama cewenya cukup berprestasi -.-- aduh entah mungkin ada banyak setan seperti gue yang mencoreng namanya. yaaa kata orang sih ini yang namanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEMAM LAPANGAN&lt;/span&gt;---&gt; situasi dimana kita kehilangan rasa percaya diri kita untuk melakukan sesuatu saat pertandingan.  JELAS situasi ini gue rasain banget kemaren, setiap dapet operan bola dari tim pasti bawaanya gelisah dan pengenya cepet cepet ngilangin tuh bola dari tangan gue---alesan begonya sih gue takut tim lawan serentak nyerbu dan menghantam gue layaknya permainan ragbi---alesan logisnya karna gue takut berbuat kesalahan yang akan fatal. dari artikel yang gue baca sih ini wajar, dan bakal ilang cepet atau lambat,  uummm semoga aja deh pertandingan selanjutnya gue bisa lebih ngotot dan ga mikirin orang lain. yang penting tim gue HARUS MENANG uuuuooooooorrrrrgggghhhhh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with smile :) ---- sori ya Bang Ogi sama Bang Yessy, para pelatihku yang baik dan ganteeenngggs, lain kali gue bakal lebih berusaha suapaya ga jatoh di tengah lapangan, huakakakak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm segini dulu dari gue karna (tentunya) gue masih syok dengan kekerenan gue tadi malem, oke bye.. salam telor (wave)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-6955570680343279389?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/6955570680343279389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=6955570680343279389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6955570680343279389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6955570680343279389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/01/demam-lapangan.html' title='Demam Lapangan'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-2168691345615583707</id><published>2010-01-03T11:02:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:36:45.963-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tom andrew felton'/><title type='text'>myfelton is SINGIIIIIINNNNGG</title><content type='html'>still in the topic that talking about TOM FELTON (hottest guy~)&lt;br /&gt;I have just seen his video in You Tube, and guess what which I found in that video?! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HE WAS SINGIIIIINNNGGG WITH THE GUITAR PLAYING IN HIS ARMS&lt;/span&gt; UOOOOOOOOOOOORRRRRRGGGGGHHHHH. It's damned AWESOME~&lt;br /&gt;and after watched this video I will write a fifth list which asked '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WHY HES HOT?&lt;/span&gt;', yeah certainly because &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;He plays the guitar&lt;/span&gt;. THE ACOUSTIC guitar. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;And he sings&lt;/span&gt;. His voice has you unconsciously removing my denim skinnys and dimming the lights. Look it up here. Now look around. Your pants are at you ankles and the lights are dark. Dark enough for his talented fingers to go to work. And not the guitar, babe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/3ys37GGhR_8&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/3ys37GGhR_8&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;If i had a plane, where would i fly to?&lt;br /&gt;If i had to use my brain for something else, tell me what would i do?&lt;br /&gt;And if i had a strange conversation with a lady in a waiting room,&lt;br /&gt;About leaving all this doom and gloom.&lt;br /&gt;If you could be anywhere, then where would you be?&lt;br /&gt;If you could be anywhere, would you be there with me?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If i could be anywhere, i'd be there.&lt;br /&gt;If i could be anywhere, i'd be there with you, girl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take my chances, fake my glances, wake those answers, anywhere, but&lt;br /&gt;Take my chances, i'll fake my glances, wake my answers, anywhere but here...&lt;br /&gt;{yeah} i'll do it anywhere but here... {mmmm}&lt;br /&gt;I'll do it anywhere but here.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH I'm sure that the song is sang for me : )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-2168691345615583707?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/2168691345615583707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=2168691345615583707' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/2168691345615583707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/2168691345615583707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/01/mytomy-is-singiiiiiinnnngg.html' title='myfelton is SINGIIIIIINNNNGG'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-5286443110101312392</id><published>2010-01-03T07:14:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:31:34.669-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tom andrew felton'/><title type='text'>I Just Have a Boyfriend from SLYTHERINE!!</title><content type='html'>have you known guys about me who is totally in love with DRACO MALFOY from Slytherin in Harry Potter the movies? yeeeees you must be frightened after read this, because he is a very bad boy and actually coward with his pale face in that movies. but heeeeeeeeeeeyyyyyy guuuuuyyysss it's just a fantasy stories from J.K. Rowling which never come true in our real life. I don't ever think about draco's bad attidute, I just melt with his cuuuttee faaccee UOOOOORRGH.&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DcZw55FWI/AAAAAAAAAHo/Hr_2fuuOy-0/s1600-h/n813862157_1143069_7547.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 239px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DcZw55FWI/AAAAAAAAAHo/Hr_2fuuOy-0/s320/n813862157_1143069_7547.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422576286536635746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ow cute he is&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;okeey, and the easy fact to say is I fall in love with TOM FELTON who has a part as Draco Malfoy in all of Harry Potter movies. I've been the one of his fans when I was second grade in Junior High School. I think it was start when I saw Harry Potter and The Goblet of Fire. he made me very freaki'n out succesfully.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ooooohhhh and when Harry Potter and The Half Blood Prince came, I'm sure that &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I'M HIS 'HOT' VERY BIG FAAAANNNNSSSSS UOOOORRRGHHH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Why He’s Hot:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;blockquote&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;He plays the bad guy&lt;/span&gt;. The nemesis. The arch enemy. The antagonist. And you know what, you even fell bad for him in Harry Potter and the Half-Blood Prince. Why? Because he’s just that amazing.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;His eyes&lt;/span&gt;. Yep. Those are his blue, piercing eyes staring through your computer screen. The eyes themselves have their own magic and you know it. They’re tearing you apart and you’re loving every second of it. Just the stare alone is making you jizz yourself. Why? Because he’s fucking you with his goddamn eyes.&lt;br /&gt;  3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HE HAS A BRITISH ACCENT&lt;/span&gt;. His voice alone is hotter than Justin Timberlake. That’s right, I said it. And if he said it, you’d jizz yourself even more.&lt;br /&gt;  4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;He has that awkward and stong body&lt;/span&gt;. Not too buff, not too skinny. He’s a healthy boy with God-like arms. YUM. Those babies have turned straight men so far into the closet, they’re almost in Narnia. So, face it. He’s sex on fucking legs. And I think know we’d all tap that.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Don't you think that he is a very nice boy? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AND ACTUALLY VERY GORGEUS BOY&lt;/span&gt;?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DgFwASuBI/AAAAAAAAAHw/6F8pCjHBic0/s1600-h/acephotos137165-tom-felton1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DgFwASuBI/AAAAAAAAAHw/6F8pCjHBic0/s320/acephotos137165-tom-felton1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422580340744173586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DguzYkBiI/AAAAAAAAAH4/pSMv-ewXHMY/s1600-h/TomFelton.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DguzYkBiI/AAAAAAAAAH4/pSMv-ewXHMY/s320/TomFelton.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422581046025913890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;oh gosh~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DhLPz7NMI/AAAAAAAAAIA/NEUdXp0HeLI/s1600-h/5334_1121124920864_1609297438_295853_7766695_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 211px; height: 317px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DhLPz7NMI/AAAAAAAAAIA/NEUdXp0HeLI/s320/5334_1121124920864_1609297438_295853_7766695_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422581534693209282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tom is better and (of course) taller than daniel and rupert&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DiCbrerdI/AAAAAAAAAII/BfpGN5CPhLE/s1600-h/6054_1195407001750_1125712095_30618543_552970_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 233px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DiCbrerdI/AAAAAAAAAII/BfpGN5CPhLE/s320/6054_1195407001750_1125712095_30618543_552970_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422582482771815890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DiaJi9QHI/AAAAAAAAAIQ/oYErTXGX7mA/s1600-h/11839_1280624649407_1043778111_30876959_8034289_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DiaJi9QHI/AAAAAAAAAIQ/oYErTXGX7mA/s320/11839_1280624649407_1043778111_30876959_8034289_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422582890221092978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0Di9SxC6XI/AAAAAAAAAIY/pPbh2ZMiZmE/s1600-h/5814_1196321981893_1043778111_30614994_3644576_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 217px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0Di9SxC6XI/AAAAAAAAAIY/pPbh2ZMiZmE/s320/5814_1196321981893_1043778111_30614994_3644576_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422583493991524722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;3&lt;3&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DjgJGjgnI/AAAAAAAAAIg/qfB52mM9NlM/s1600-h/6249_1213164327889_1192221847_626429_2265952_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DjgJGjgnI/AAAAAAAAAIg/qfB52mM9NlM/s320/6249_1213164327889_1192221847_626429_2265952_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422584092692808306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;soooooooooo fuuuuuucccckkkiiiiiinnnnn HOOOOOOOTTTTTT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;can't wait to see him in his next movie (okey I mean that his next movie is Harry Potter and The Deathly Hallows). yeah although he will be a bad Draco Malfoy agaaain and again -.-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;oooohhh so please Miss J.K. Rowling, change his characters, I just wanna see he smile with joyful in that movie, change him to be a hero who will kill The Lord Voldemort in the last.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-5286443110101312392?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/5286443110101312392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=5286443110101312392' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5286443110101312392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5286443110101312392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2010/01/i-just-have-boyfriend-from-slytherine.html' title='I Just Have a Boyfriend from SLYTHERINE!!'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/S0DcZw55FWI/AAAAAAAAAHo/Hr_2fuuOy-0/s72-c/n813862157_1143069_7547.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-3268489239146698591</id><published>2009-12-30T19:37:00.000-08:00</published><updated>2010-04-14T19:08:19.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medley'/><title type='text'>Nothing</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Do you ever feel like breaking down?&lt;br /&gt;Do you ever feel out of place?&lt;br /&gt;Like somehow you just don't belong&lt;br /&gt;And no one understands you&lt;br /&gt;Do you ever wanna runaway?&lt;br /&gt;Do you lock yourself in your room?&lt;br /&gt;With the radio on turned up so loud&lt;br /&gt;That no one hears you screaming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No you don't know what it's like&lt;br /&gt;When nothing feels all right&lt;br /&gt;You don't know what it's like&lt;br /&gt;To be like me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;To be hurt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; To feel lost&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; To be left out in the dark&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; To be kicked when you're down&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; To feel like you've been pushed around&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; To be on the edge of breaking down&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; And no one's there to save you &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; No you don't know what it's like&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Welcome to my life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;PARAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHH. DATAR BANGET NIH HIDUUUUUUUUUUUUUPPPPPPP. BOSEN COOOOOYYYYYY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;please dong tolong kasih saran hal apa yang mesti gue lakuin biar gue bisa jadi orang yang berguna? kayanya segala macem udah gua cobain tapi tetep aja ga ada yang menyukseskan (buset serius amat bung).&lt;br /&gt;Do you have a very BORING life like me?----curcol parah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-3268489239146698591?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/3268489239146698591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=3268489239146698591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/3268489239146698591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/3268489239146698591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/12/nothing.html' title='Nothing'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-3934766205378048131</id><published>2009-12-29T07:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T03:47:41.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='high school'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='basketball'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='introducing my self'/><title type='text'>Basketball Wannabe</title><content type='html'>ldari gue sd dulu ekskul yang--sejujurnya--paling gue kagumi adalah basket. gatau kenapa ya tapi asik aja gitu ngeliat orang mukul-mukul buntelan oren sambil berlarian dengan kostum yang memaerkan keindahan ketiak mereka. tapi gue akuin mereka--kecuali ketiaknya--keren. walaupun memang tetap aga keliatan menjijikan melihat mereka mendobrak dobrak dengan kasar lawan mainya demi mengambil sebuah buntelan yang mantul-mantul, aga ga proposional aja, badan mereka kan gede gede, sedangkan bolanya hanya sebesar telapak tangan mereka. tapi meskipun begitu tetap saja gue menganggap mereka keren(?) okelah gua akuin pernyataan gue yang menyatakan bahwa mereka keren memang datang dari sugesti orang orang sekitar gue (APASIH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SzwYOoXM2sI/AAAAAAAAAGw/FrgXlHO5r9w/s1600-h/wussy_basketball_player.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SzwYOoXM2sI/AAAAAAAAAGw/FrgXlHO5r9w/s320/wussy_basketball_player.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421234691079199426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;look! how gorgeus they are!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;dari sd juga pun gue udah mengidam-idamkan menjadi bagian dari mereka a.k.a ikutan ekskul nya, tapi entah kenapa nyali gue selalu ga nyampe buat kesana, bukan karna gue masih jijik dengan ketiak mereka, melainkan karna gue merasa bola basket masih lebih besar dari kepala gue (dan sampe kapan pun kepala gue ga bakal gue ijinin jadi sebesar bola itu). terlebih lagi gue punya satu pengalaman buruk yang membuat gue males berurusan dengan buntelan oren itu, yak karna dia pernah sukses bikin kuku jempol gue naik 90 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi walaupun begitu akhirnya ekskul basket adalah kegiatan yang gue jalani saat ini di bangku SMA ;C tanpa keahlian, tanpa kelincahan, dan tanpa kuku jempol. gue nekat ikutan latihan basket bersama master-masternya dengan mengenakan celana futsal--yang kebetulan gua curi--dari abang gue&lt;br /&gt;Gue sadar keputusan gue mendalami ekskul ini adalah keputusan yang konyol, bukan karna gue jijik jika harus memamerkan ketiak (karna alhamdulillah tim cewek masih diijinkan melapisi ketiaknya), BERCANDA : melainkan karna bola basket itu masih lebih besar dari kepala gue, SERIUS : karna gue sama sekali ga bisa main bola, dan gue merasa baru belajar mendribel bola basket di masa SMA adalah hal yang memalukan -.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OKE sekarang setelah kalian membaca blog ini gue mengharapkan kalian akan menDOA kan saya dengan kemampuan basket saya yang TERNYATA mau ikut TURNAMEN BASKET pada tanggal 8 JANUARI besok. dan parahnya lagi GUE MEMBAWA NAMA SMAN 28. uoooooooorrrrrrhhhh apa jadinya kalo gue ketauan masukin bola ke ring lawan atau pingsan di tengah lapangan akibat kegebok operan bola dari tim sendiri, ish&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-3934766205378048131?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/3934766205378048131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=3934766205378048131' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/3934766205378048131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/3934766205378048131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/12/basket-ball-crazy-fans.html' title='Basketball Wannabe'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SzwYOoXM2sI/AAAAAAAAAGw/FrgXlHO5r9w/s72-c/wussy_basketball_player.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-2638930135764578817</id><published>2009-06-16T19:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T20:26:08.565-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>BAB VIII - Pengkhianatan Ollie</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(harap baca dari BAB I yaaa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ruang kelas Iwat di kampus. Huh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi ‘huh’. Kelas ini dipenuhi dengan aura ‘sok tau’ dari para mahasiswa ‘sok tau’ yang berprilaku ‘sok tau’ terhadap pertanyaan-pertanyaan kelas tinggi yang di ajukan oleh seorang dosen killer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan always, Iwat yang duduk di belakang hanya mencoret-coret  kertas menung-gu pertanyaan sang dosen yang sepertinya tak mungkin di berikan padanya, karna Iwat hanya menganggap pertanyaan itu akan lebih cocok jika diajukan kepada tukang PLN yang suka manjat-manjat tiang listrik dan rela mati ketubruk burung liar . Cukup, sudah cukup sudah Pak Almat (nama dosen, bukan mas-mas PLN) dipermalukannya dengan pendapat yang jauh berbeda. Dan malangnya, pendapat Iwat itu terbukti lebih cermat dari pada pendapatnya yang seketika mernunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kali ini Pak Almat lagi heppi-heppi, karna setiap jawaban yang mahasiswa persentasikan, selalu ia banggakan. Makanya dari tadi mahasiswa-mahasiswa malang ini jadi tampil sok tau. Pertanyaan dan jawaban seperti membandingkan langit dan bumi. Atau dalam arti kata, mereka selalu bilang ubur-ubur itu makan ikan hiu, padahal udah jelas kalo ubur-ubur itu makan cumi-cumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ditemani Dean yang kebetulan lagi sejadwal dengannya, Iwat memainkan permen karet di dalam mulutnya, membuat sebuah balon sederhana, dan tega memecah-kannya di muka Dean. Berulang kali dengan metode ‘reply..ok reply lagi’. Mereka berhenti dan ganti permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Den, lo tau cinta kan?” Iwat dengan tampang sumringah&lt;br /&gt;“Hah, kaget gue tiba-tiba lo nanya cinta.”&lt;br /&gt;“Mana mungkin ya lo tau cinta.”&lt;br /&gt;“Cinta itu cewek cantik anak seni rupa, pasien terapi kepala yang sekarang mengalami kebotakan, kan?”&lt;br /&gt;“Bukan, ini cinta asli, tresno-tresno (cinta dalam jowo)!”&lt;br /&gt;“Tresno, itu nama ikan gue.”&lt;br /&gt;“Oh iya, ikan lo umurnya berapa?”&lt;br /&gt;“Kok jadi ngomongin ikan? Bukannya lo lagi nyari arti cinta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat menarik napas panjang. Di kos dia slalu membodohi Ipul, di kampus dia nggak kalah sering dibodohi Dean. “Ok, intinya... sekarang...... gue ......lagi..... jatuh....... cinta.......... bok. Sama cewek...... bukan cowok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AAAAAAAAAAAAApa.” Dean berteriak sekuat tenaga dan napasnya terhenti di akhir huruf. Dia mengambil napas lagi. “SUMPE LO LAGI JATUH CINTA? BUKANNYA LO BENCI BANGET SAMA CEWEK?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat enggan berkomentar lagi.....&lt;br /&gt;Dean lebih-lebih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana di kelas sunyi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat sunyi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada nafas kasar Iwat dan Dean.....&lt;br /&gt;Hanya ada lirikan-lirikan tajam para makhluk yang ilfeel terhadap cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang dosen killer pun melangkah mendekat.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunyi..... ‘Oh no....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 detik kemudian, tentunya telah terjadi peristiwa menggenaskan disana. Dua mahasiswa edan tergelepar pasrah di koridor depan kelas. Bersiap-siap menerima panggilan dari sang dosen, untuk kemudian berserah diri pada Tuhan agar mampu pulang dengan memanggul sejuta tugas tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue maklumin kebodohan lo yang ngebuat kita jadi kayak gini.” Iwat sok ber-jiwa besar, saat mereka berjalan meninggalkan ruang Pak Almat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dean menoyol kepala Iwat agak kencang ke bawah. “Masih untung kita baru di kasih tugas tambahan, dari pada D.O. Gua tuh udah berulang kali keluar masuk ruangan Dosen, Cuma gara-gara bikin gaduh di kelas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyakan lo apa gua sih?” Iwat mempercepat jalannya menuruni 4 buah anak tangga. “Tugas tambahan yang lalu aja belum gua bikin tuh, malah gue udah lupa topik-nya apaan.” Yup, saatnya mengerjakan skripsi sepertinya terlalu cepet.&lt;br /&gt;“Lo aneh sih, tiba-tiba bilang kalo lo lagi jatuh cinta. Untung bukan sama gue. Bisa meledak gue kalo kejadian.”&lt;br /&gt;“Gue serius.” Iwat berhenti. Dean ikut berhenti. “Apa ada yang aneh kalo gue jatuh cinta?”&lt;br /&gt;Tatapan Dean seperti memantulkan pertanyaan Iwat tadi, dan meminta Iwat untuk menjawab pertanyaannya sendiri.&lt;br /&gt;“Ok-ok, gue nyesel udah bilang kalo perempuan itu Cuma bisa nyusahin.” Iwat kem-bali berjalan “Tunggu-tunggu, kok cewek yang gue ledek, tapi lo yang ngambek, jangan-jangan lo merasa lagi.”&lt;br /&gt;“Karna sampe sekarang gue masih nyadar kalo orang yang ngelahirin gue itu seorang perampuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memilih untuk duduk berteduh di bawah pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trus gimana soal cewek yang lo cinta tadi? Jangan lama-lama di pendem lho, kalo lo nggak mau nyesel nantinya.” Dean memulai kembali pembicaraan.&lt;br /&gt;“Begitu-begitu.”&lt;br /&gt;“Gimana begitu-begitu?”&lt;br /&gt;“Ya begitu-begitu tuh begitu-begitu.” Tuh kan tambah bingung. “Lo tau kan ini first love gue! Gue punya rencana malam ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;From : Iwat Item&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ollie, malem ini lo mampir ke CheZZin ya!!! Kira2 jam ½ 10-an deh, abis gue manggung. Please.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren membaca inbox HP Ollie yang tertanda Iwat. Dia senyum-senyum bangga terhadap Ollie yang lebih dulu menyodorkan sms itu meminta pengertian lebih lanjut. Di dalam kamar kos Iren, sebuah teriakan kebanggaan berkumandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YIAAAIII.... akhirnya sahabat gue ini nggak merana lagi.” Iren melempar HP Ollie ke kasur.&lt;br /&gt;“Aaaaaargh. Gue minta pengertian. Maksud sms ini apa?” Ollie mengambil kembali HP nya.&lt;br /&gt;“Lugu banget ya lo! Sampe bahasa gini aja nggak ngerti.”&lt;br /&gt;“Ya.. emang gue lugu kok.”&lt;br /&gt;“Lugu maksud gue itu ‘LUAR BIASA GUOBLOK’ one...ng!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie menimpuk Iren dengan bantal. “Trussss.... trussss..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu maksudnya, dia ngajak lo kencan.” Iren memperjelas kata terakhir sambil menyentuh batang hidung Ollie. “Kencan-kencan... lo ngerti kan! Itu loh, dimana ada cewek dan cowok berduaan di sebuah tempat romantis dengan dandanan yang formal.”&lt;br /&gt;Sejenak Ollie menengadahkan kepalanya ke langit-langit kamar. “Kencan? Ber-arti mesti ada kemben, dong??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh my god!!! Gue belum siap ngadepin momment-momment kayak gini.” Ollie memegang kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren terbahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagi pula, daster aja gue nggak punya, gimana dress, apalagi yang berkemben!” Ollie menggeleng kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren tertawa terbahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duh, gue gak bisa bayangin deh cewek cuek kayak gue mesti berdandan seolah orang yang kelebihan harta.” Ollie menepuk kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren tertawa terbahak-bahak, hingga Ollie pun merasasudah cukup tega untuk menikamnya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Stop... okay, gue bakal dandanin lo supaya lo bisa pantes berdandan seperti.. siapa.. orang-orang yang kelebihan harta.” Iren dengan sempat merangkul Ollie sebelum ia benar-benar menikamnya. “Kita nggak perlu buang-buang duit ke salon apa lagi buat beli perlengkapannya. Gue bawa kemben punya kak Irty. Gak pernah lupa dong, persediaan siapa tau gue juga kebagian waktu kencan sama cowok. Untung gue punya kakak yang bercowok tajir. Jadi gue bisa sesuka minjem-minjem barang mahal dia, toh barang itu juga bukan punya dia kan.” Mungkin Iren sedikit menyinggung kebaikan hati Irty, kakak kandungnya, seorang karyawati swasta yang tengah berpacaran dengan anak, atau calon direktur utama di perusahan tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lengkap dengan high heels?”&lt;br /&gt;“Of course... high heels, pinter lo!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati gue...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Malam bahagia di suasana yang sunyi. Alunan musik-musik klasik hangat menembus telinga. Sepasang high heels putih berusaha untuk meneruskan setiap langkahnya menembus gemulainya angin malamGeriknya masih menunjukan sebuah keawaman. Entah, mungkin ia belum pantas berdandan layaknya seorang putri. Berkali-kali ia mengeluh atas ketidak nyamanan yang tak berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.. dasar Ollie. Cewek cuek nan kumel yang jarang memperhatikan penampilan, kini disulap untuk ‘bisa’ menjadi primadona. Iwat, hari ini katanya sih dia yang mau ngajak kencan Ollie. Oke.. oke.. mungkin ini bukan kata Iwat, tapi kata Iren. Si calon dokter cinta yang bisa dibilang melebihi standar orang sok tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie datang ke CheZZin didampingi Iren. Ada alasan tertentu juga kenapa Iren rela mengantar Ollie sampai ke CheZZin..... kali-kali cewek ngapelin pacar boleh juga kan? Dengan dandanan yang seadanya, Iren mencoba mempraktekan ajarannya cara menonjolkan ke anggunan wanita, pada Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha untuk stay beauty, Ollie masuk ke dunia CheZZin. Mereka menduduki tempat duduk yang tak jauh dari pintu keluar. Iren celingukan melihat sekitarnya, Ollie diam saja melihat sahabatnya yang sepertinya amat mengharapkan kehadiran seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ruben mana ya?” Iren masih celingukan.&lt;br /&gt;“Kalo nggak janjian mana bisa ketemu.”&lt;br /&gt;“Pasti ketemu lah, orang dia kerja disini.”&lt;br /&gt;“Tempat ini Buesarr Iren, lagi pula siapa tau dia di cafe sebelah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren menghentikan pencariannya. Dia menatap HP untuk sekedar memastikan jam berapa sekarang. 09.14, angka-angka itulah yang tertera di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ollie, sekarang jam sembilan seperempat, berarti suara piano ini Iwat yang mainin. Ya kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie diam, ia memperhatikan denting-denting piano yang mengalun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin.”&lt;br /&gt;“Cie.. yang mau jadian!!”&lt;br /&gt;“Ngomong apa sih lo? Siapa yang mau jadian.” Ollie memasang mimik wajah ‘gue cekek lo’. “Sssst! Tuh.” Ollie menunjukan matanya ke seseorang di belakang Iren yang berjalan mendekati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren mencoba memalingkan pandangannya ke belakang, sebelum akhirnya dua telapak tangan menutup kedua matanya. Dua detik Iren tak berkutik. Ollie cengingisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ruben, lepasin gak?” Iren memastikan seseorang yang iseng menyumpel mata-nya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, orang itu melepaskan tangannya. “Ya.. ketauan deh.” Ruben, yak tepat. Dia lah yang menyumpel mata Iren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa sih yang gak kenal parfum melati kamu?” Iren meladeni pacarnya yang minta untuk di cipika-cipiki. “Kok kamu tau aku ada di sini?”&lt;br /&gt;“Kontak batin, kita kan soul mate. Tiba-tiba aja aku ngerasa kangen dan mau ketemu kamu sekarang disini. Tepat di meja ini.” Ruben menduduki kursi sebelah Iren.&lt;br /&gt;“Ehem-ehem. Gini ya kalo pacaran? Orang ketiga nya nggak di anggep.” Ollie sewot dengan sedikit sindirannya.&lt;br /&gt;“Oh iya, kan ada Ollie...... ya....” Ruben memalingkan pandangannya menuju Ollie.  Tatapannya kaku seketika melihat seseorang di depannya. Sepertinya kenal. Uuuh menakjubkan. Begitulah tanggapan hatinya. “Ollie?”&lt;br /&gt;“Aduh tuh kan, Ruben aja sekaget ini. Tanggung jawab ya, Ren kalo nenek gue mendadak jantungan waktu gue balik nanti!” Ollie melirik Iren tajam. Penuh kebencian sementara.&lt;br /&gt;“Mau ngapain sih? Kok dandanan lo jadi kayak emak gue?” Ruben tertawa sebelum akhirnya mendapat pandangan jitu dari Iren yang seakan berkata ‘itu hasil karya gue’. “Keren kok. wonderful baanget! Siapa sih yang bisa ngedandanin secantik ini?” Gombal Ruben, untuk Iren sebenarnya. Tapi sepertinya pipi Ollie yang lebih menyerupai tomat busuk.&lt;br /&gt;“Ehemm.. ehemm.” Iren menjawab pertanyaan Ruben tadi (yang ‘mau ngapain’ bukan yang ‘cewek edan mana yang nyulap lo kayak gini ini’). “Ben, mumpung kita ketemu disini, langsung cabut aja yuk. Kamu udah selesai manggung bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruben dengan matanya yang muter-muter sok mikir dengan kalimat ‘mmmm’ yang biasanya lebih sering orang kluarin saat minta di sun oleh maminya. Yup, sama seperti perlakuan anjing galak lain bila melihat gaya seperti ini, dia akan membuat sang korban berteriak karna kekejamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaaaaaaaaarghhh.”&lt;br /&gt;“Gak usah banyak gaya deh. Sok sibuk banget sih lo!” Ollie belum melepaskan cubitannya di paha Ruben. Jangan aneh kalo tiba-tiba aja Ruben berniat memamerkan ukiran tangan Ollie di pahanya itu dengan blak-blak-an, dan minta segera dioleskan obat penawar rabies.&lt;br /&gt;“Iren.... Iren.... tolong...” Dengan segala cara Ruben mencoba melepaskan cubitan Ollie. Sedetik setelah Ruben mengeluarkan air mata, akhirnya Ollie mengalah juga. “Aduh. Makin bengkak deh bisul gue. Lu kenapa sih Lie? Tempramental banget. Baru gaya gitu. Belum gaya manja gue.” Ruben berkata selayaknya perempuan yang baru di aniyaya suaminya.&lt;br /&gt;“Hmm.. kalo lo sampe manja sama Iren di depan mata gue, bisa bolong tuh paha!” Sebuah telunjuk tega menyentil bisul di paha Ruben yang---tampaknya---makin membesar. Kembali dengan tampang judes sedikit sangarnya, Ollie, si anjing ganas, mengernyitkan dahinya ke arah Iren sambil menunjuk angka jam pada hp-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren mengangguk dan menepuk pundak Ollie, kemudian ia berdiri, meraih tangan Ruben, dan hang out dari tempat itu. “Ok deh Lie, semoga berhasil kencan pertama-nya!” Iren melambaikan tangan sambil masih menyeret Ruben. Baru saja beberapa meter mereka melangkah, tiba-tiba Iren membalikkan tubuhnya. Melepaskan tangan Ruben dan berlari ke arah Ollie, cepat. Dia melempar kunci mobilnya ke Ruben, menyuruh agar Ruben pergi duluan. Dia menyambar pundak Ollie dan mengangkatnya berdiri, dan ber-jalan menuju tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie yang gak tau apa-apa terpaksa mengikuti kemauan Iren. Dengan keadaannya yang ber-hak tinggi, mungkin sulit untuk melakukan pamberontakan. “Apaan sih Ren, lo kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo gak akan percaya sama yang tadi gue liat.” Iren berbisik di telinga Ollie. “Gue liat Justin di meja gak jauh dari meja kita. Dan dia kayak lagi ngliat lo gitu.”&lt;br /&gt;“Justin, Justin siapa? Emang dia kenapa? Dia mau culik gue ya?”&lt;br /&gt;“Iya kayaknya sih. Tapi, masasih seorang Justin Timberlake mau nyulik lo?”&lt;br /&gt;Ollie menepuk punggung Iren yang sedang terkikik. “Ah elo, kerjaannya ngerjain gue mulu.”&lt;br /&gt;“Udah, pokoknya sekarang lo SMS Iwat supaya cepetan dateng. Tenang Lie, pokoknya lo bakal lebih pewe di deket panggung. Ah udah ya, gue cabut dulu. Setelah ini, pokoknya lo harus langsung ngehubungin Iwat. Oke.. cahyo!” Iren pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie merasa dia duduk lebih dekat ke panggung. Entahlah apa yang sedang Iren rencanakan. Tapi, semestinya, jam segini Iwat sudah di atas panggung sedang memain-kan piano-nya. Kok sekarang orangnya gak ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie segera mengangkat HP-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;To : Iwat Item&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gw udah nyampe d CheZZin dr tadi, lo dimana?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS itu terkirim, dan report menyatakan bahwa SMS itu telah sampai. Entah apakah Iwat segera membacanya, atau mungkin HP-nya tertinggal di kamar kos dan tak sengaja dibaca Ipul yang kemudian menghampirinya di CheZZin. Dengan harap-harap cemas Ollie menanti balasan. ½ menit setelah SMS itu terkirim, tiba-tiba musik berhenti mengalun. Ya, lagu tadi emang udah abis, jadi gak ada sesuatu yang istimewa dari kejadian ini. Hilangnya suara musik malah membuat Ollie makin gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kegelisahan Ollie, dengan lembut sebuah lagu kembali di mainkan dengan suara piano. Gak salah lagi, ini adalah lagu yang sukses membuat hati Ollie melayang dan nyaman. Ollie merasa mengerti dengan alasan mengalunnya lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk aku.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie membawa matanya untuk menatap sang pianis. Iwat terlihat rapih dengan busana yang di kenakannya. Tak seperti biasanya yang hanya mengenakan sweater, sneakers, dan kupluk kesayangannya. Walaupun masih mengenakan blue jeans, tapi setidaknya ia sekarang berkemeja. Ini kali pertamanya ia menatap secara langsung ketika Iwat sedang memainkan piano. Benar-benar berkesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasakan hadirnya sebuah getaran saat ia melihat seseorang yang memainkan piano itu. Ollie benar-benar merasa semua ini Iwat lakukan semata hanya untuk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pun bertepuk tangan sesaat setelah Iwat mengakhiri pertunjukannya. Iwat menuruni panggung dan melangkah mendekati Ollie. Mata mereka bertatapan penuh makna. Iwat melayangkan senyum manisnya. Ollie menerima senyuman itu dan segera memasukannya dalam hati. Dalem banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei Wat. Ada apa?” Ollie bertanya, pelan. Sungguh pelan sampai-sampai Iwat pun tak mendengar apa yang telah ia ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masih menatap mata Ollie. “Kamu cantik banget malem ini.” Terpesona lah mereka ke dalam suatu suasana. Dimana saatnya saling memuji dan melempar senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik dansa berkumandang dari arah panggung. Saatnya pesta. Semua peng-unjung di persilahkan berdiri untuk memeriahkan pesta dansa malam hari ini. Pesta dansa di CheZZin memang rutin dilakukan setiap malam minggu lepas jam 22.00. Semua mulai melenggangkan tariannya. Begitu anggun sehingga membuat Ollie seperti orang tersasar yang gak tau adat istiadat dari tempat tinggalnya. Dia nggak bisa dansa, apa lagi yang bernada slow motion. Satu-satunya gaya dansa yang ia punya hanyalah tari bali (itu namanya bukan dansa, tapi tarian tradisional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup kaget juga saat tiba-tiba Iwat menggenggam tangan, dan melingkarkan tangannya di pinggul Ollie. Ia mengajak Ollie berdansa perlahan-lahan. Tak mahir, jelas. Bukan tak mahir lagi, tapi tak bisa. Langkah kakinya tak senada dengan kaki Iwat. Ia seperti di pontang-panting, lempar kesini, lempar kesana. Tak jarang hak nya menginjak kaki Iwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iwat, pelan-pelan! Gue gak bisa dansa, kalo jatuh kan gue yang malu. Lo sih bisa aja pura-pura gak kenal.”&lt;br /&gt;“Kamu gak akan jatuh, ada aku yang megang kamu.” Iwat memindahkan tangan-nya dari pinggul meuju punggung Ollie. Menjaga keseimbangan tubuh Ollie. “Tenang aja, kita akan berkuasa di lantai dansa ini.” Iwat mendesah di leher Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie menatap sekelilingnya. Semua orang berdansa sesuai anjuran musik, ada beberapa, bahkan banyak dari mereka yang berciuman dengan pasangannya. Coba Joni ada disini, mungkin itulah yang ingin dia minta, disini dan menciumnya. Ollie memandang Iwat, ia tak boleh  berharap Iwat akan melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tebawa dalam suasana malam ini. Begitu romantis. Iwat perlahan-lahan mengajarkan Ollie berdansa. Sedikit demi sedikit, para pengunjung mulai memper-hatikan mereka berdua. Dansa yang Iwat ajarkan sudah memasuki tahap profesional. Ollie pun mulai mengerti dan hafal langkah-langkah yang di ajarkan Iwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua sudah menjadi penguasa lantai dansa malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya Ollie merasa bangga malam ini. Tapi entah kenapa, malam ini ia malah makin merasa terhina. Disini ia sedang hanyut dalam suasana dansa bersama seorang laki-laki. Padahal di tempat lain, ia sudah memiliki kekasih. Ia tak pernah tenang menghadapi setiap detik yang berlalu dalam rangkulan Iwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi saat Iwat menatap dalam matanya. Ada sorot lain yang terpancar, sorot yang membuat Ollie tidak kuat untuk lebih lama melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Iwat memaksa Ollie untuk terus memandangnya. Ollie berharap ini bukanlah hipnotis yang di lakukan oleh maling-maling biasanya. Tentu bukan. Iwat bukan maling. Dia hanya seorang lelaki spesial yang berani memegang pipi Ollie lembut, begitu lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie tidak kuat melawan kenyataan. Ia tidak bisa menampar Iwat lagi sekarang, meskipun ini terlalu kurang ajar. Matanya terpejam ketika ia merasakan wajahnya melayang dengan sentuhan lembut tangan Iwat di pipinya.&lt;br /&gt; .......&lt;br /&gt;Ollie sadar dengan apa yang sedang ia lewati ini.&lt;br /&gt;Ollie menjerit dalam hati. Ia sudah tak sanggup membendung air matanya.&lt;br /&gt;Saat ia merasakan ada kelembutan membelai bibirnya. Kelembutan yang diberikan bibir Iwat.&lt;br /&gt;Dan cinta itu memaksa menerobos menyusup di antara dua hati yang masih dilanda ketidak pastian. Mungkinkah semua itu telah terjawab mulai detik ini? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak awal malam ini, Ollie merasa ada yang aneh dengan perasaannya. Saat bertemu dengan Iwat, Ollie semakin takut dengan perasaannya.&lt;br /&gt;Kenapa? Apa dia takut berkhianat? Apa dia takut jatuh cinta lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sudah pesta dansa hari ini. Semua orang kembali ke tempat duduknya mesing-masing. Beberapa orang memilih untuk langsung pulang meninggalkan cafe. Begitulah yang dilakukan Ollie dan Iwat. Setelah selesai, mereka langsung keluar pintu dan berencana segera pulang ke rumah. Ini udah terlalu malam. Bukan saatnya mereka pergi lagi ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat merangkul pundak Ollie yang kelelahan. Ollie pun memberanikan diri untuk bersandaran di dada Iwat, ketika tiba-tiba seseorang menyambut kemesraan mereka dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Woi!!! Gokil, lo berdua ngapain main rangkul-rangkulan.” Ruben dengan tampang cerianya membuat Ollie menjadi salting dan segera mendorong Iwat agar menjauh dari tubuhnya. “Ow ‘ow, kayaknya gue ketinggalan berita nih!”&lt;br /&gt;“Berita? Apaan sih Ruben, gosip aja.” Ollie mencibir.&lt;br /&gt;“Lagian mesra banget. Lo mau pulang ya Lie, mau gue anterin? Bentar lagi supir gue dateng pake BMW.” Ruben melirik ke arah Iwat dengan harapan Iwat akan menghajarnya saat kalimat terakhir terucap dari mulutnya. “Ok, gue tau lo pasti nolak, kan udah ada Iwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heh Wat, jagain nih anak bae-bae. Sayangin dia kaya gadis normal pada umumnya. Ok!” Ruben berlalu meninggalkan mereka sebelum Ollie merasa baru saja disindir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya Ollie sedang tidak bersemangat untuk berburu sekarang. Dia tidak peduli sedang berlari kemana Ruben. Ollie melanjutkan langkahnya, mendahului Iwat yang sejak tadi tidak berkata-kata. Iwat mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, Ollie berhenti di samping sebuah Vespa unik milik Iwat. Tepat saat sebuah BMW hitam melintas di jalanan.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Huh, Jemputan Ruben deteng&lt;/span&gt;.’ Pikirnya. Dia sedang termangu saat Iwat tiba-tiba ikut-ikutan berdiri disampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa nggak terima aja ajakan Ruben tadi, naik BMW?” Iwat memecah kesunyian yang tadi ia timbulkan.&lt;br /&gt;“Kalo bener-bener diajak sih ya gue mau aja. Jauh lebih asyik-kan? Tapi niat dia ngajak gue tadi kan Cuma buat ngejek.” Ollie duduk di jok Vespa sehingga menimbulkan bunyi ‘Nyiiit’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Iwat duduk di motor bebek seberang vespanya. Motor bebek berwarna silver milik salah satu pegawai cafe ini. “Jadi, mau pulang naik apa? Vespa gue? Apa nggak ribet apa? Lo kan pake dress.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, nggak lah, mana mungkin gue nekat naek vespa dengan pakaian kayak gini.”&lt;br /&gt;“Oh, yaudah gue panggilin taksi dulu ya.” Iwat bangkit dan bergegas pergi, sebelum Ollie menyambar tangannya, dan mencengkram ekstra kuat. Menyuruh Iwat untuk kembali ke tempatnya. “Etss, apaan nih?” Iwat terduduk kembali di motor bebek silver. Berkat dorongan Ollie, hampir saja Iwat menjatuhkan motor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie memandang mata Iwat dalam-dalam, hingga membuat suasana makin terasa mencekam. “Gue mau minta penjelasan sama lo.”&lt;br /&gt;“Penjelasan apa?” Iwat berusaha menghindari, walaupun sesungguhnya ia me-ngerti apa yang Ollie maksud.&lt;br /&gt;“Ah, nggak usah pura-pura lemot deh! Gue tau lo itu jenius, jadi pasti lo tau apa yang gue maksud tadi. Dari tadi lo juga udah mikirin soal itu kan? Gue minta lo ngejelasin kenapa semua itu mesti kejadian?”&lt;br /&gt;“Kenapa itu semua mesti kejadian?! Lo kira itu pertanyaan yang adil buat gue. Lo ada di depan gue. Lo juga ngerasaain betapa tak terkendalinya kerja otak kita. Gue gak maksa lo buat berpasrah diri untuk apa yang bakal terjadi tadi. Kenapa? Apa masih harus gue jelasin pertanyaan yang semestinya dari tadi bisa lo jawab itu?” Iwat mengeluarkan bentakan-bentakan yang makin membuat Ollie merasa panas.&lt;br /&gt;“Tapi gue masih punya harga diri!!” Ollie berdiri tegap sambil menunjuk mukanya. “Lo itu bukan siapa-siapa gue! Lo gak berhak ngerebut first kiss gue!!”&lt;br /&gt;“Kalo lo masih punya harga diri, kenapa lo nggak nampar gue aja, yang jelas-jelas gue itu bukan siapa-siapa lo!?” Iwat ikut-ikutan berdiri dan menunjuk kasar muka Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie memundurkan sedikit mukanya dengan maksud menghindari jari telunjuk Iwat. Ia sudah tak bisa berkata-kata lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue juga ngerasain apa yang lo rasain. Makanya gue berani ngelakuin itu!!” Iwat duduk kembali di jok motor bebek. Sedangkan Ollie masih terpaku di tempatnya. “Kalo lo mau jujur sama gue, sebenernya di hati lo itu ada cinta buat gue kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie memandang Iwat kaget. Ia meremas kepalan tangannya, seperti saat dia mau menonjok Iwat dulu. Malah sekarang lebih keras. Beberapa detik kemudian, kepalan itu makin melemas, hingga tak terasa lagi. Ollie luluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo salah Wat, cinta gue itu udah jadi milik seseorang.” Tiba-tiba Ollie merasa Joni sedang merangkulnya dari samping. “Dan gue, masih teramat mencintai dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Iwat seperti berkaca-kaca saat melihat sinar mata Ollie yang berkeyakinan penuh. Ia memijat-mijat kepalanya yang mendadak menjadi migran. “Ok, sorry kalo gitu atas kesalah-pahamannya. Tapi lo nggak marah sama gue kan? Kita masih temenan kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menjawab pertanyaan Iwat tadi, Ollie berlari meninggalkannya ketika sesuatu terasa menyumbat kedua lubang hidungnya. Dia tak mau tahu apa yang dilakukan Iwat setelah ia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dua pasangan yang sukses merebut kekuasaan lantai dansa tadi telah berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ollie memutuskan untuk menumpangi sebuah taksi dari pada harus sempit-sempitan di atas vespa. Apalagi dengan keadaan hatinya yang lagi tak menentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini rasanya banyak hal yang janggal. Iwat menjadi lebih lembut dan romantis. Dia mau sabar mengajari Ollie berdansa. Padahal biasanya dia ogah-ogahan menghadapi cewek yang manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie bersedia berpakaian super formal dengan bejibun bahan-bahan make up di mukanya. Tanpa memperhatikan motonya : ‘hiiiiii..!! Gue gak betah make gitu-gituan’. Dan entah sadar apa tidak, Ollie menerima tangannya di pegang oleh Iwat. Padahal sebelumnya dia belum pernah sama sekali pegangan tangan sejuta rasa bersama laki-laki yang bukan mukhrim, termasuk Joni, pacarnya sendiri. Dan yang lebih tidak lazim, hari ini ia berani menghadapi first kiss-nya, bukan dengan suami maupun pacar, tapi hanya dengan seorang Iwat yang baru saja ia kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah apa yang ada dalam pikirannya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perasaan ngantuk yang sedang melanda pikiran Ollie tak dapat melumpuhkan kebimbangannya saat ini. Dari tadi Ollie merasa kehadiran Joni di sampingnya, mulai dari hawa, hangat, belaian, sampai kekangenanya yang terasa berlebihan. Ingat saat Iwat mempertanyakan cintanya dan saat dengan lantang Ollie menolaknya, tiba-tiba saja ia merasa tangan Joni sedang merangkulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan kini, saat Ollie mencoba memandang bintang di langit melalui kaca taksinya, ia menyadari bahwa jarak antara ia dan Joni tidak seperti jarak antara Indonesia dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mungkin ini lebih baik, tapi Ollie merasa bahwa ia belum siap untuk menatap hari esok dengan segala kemungkinannya.    &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Daridam-dam-dam. Daridam-ridam-ridam.” Nada terkasih perwakilan isi hatinya kini. Sepulang dari kencan rianya dengan Ruben tadi, Iren segera menduduki meja rias. Tak lupa dong, setiap malam harus ada perawatan khusus untuk wajahnya. Seperti yang terjadi tadi, sambil bersenandung nggak jelas, Iren mengambil segala bahan-bahan pembersih wajah. Baru mulailah dari tahap berkaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cewek satu ini memang gak pernah melewati soal perawatan wajah. Biar di-pandang cewek sempurna katanya. Dari paras wajah saja sudah memiliki kelebihan, apalagi postur tubuhnya. Senang bercanda dan terlalu setia kawan. Lagi pula IQ nya juga gak jongkok-jongkok banget kok (se-tidaknya lebih berdiri dari Ollie). Jago ngegaet cowok pula. Dengan demikian sukseslah ia mendapatkan gelar sang dokter cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren hidup bersama 2 saudara kandung yang menyayanginya. Irty sebagai kakak berumur 24 tahun dan Tarra sebagai adik berumur 15 tahun. Tentunya mereka semua perempuan. Mungkin selisih umur  yang berdekatanlah yang menyebabkan mereka slalu mengambil jalan persaingan untuk mendapatkan sesuatu. Begitulah yang terasa pada penampilan mereka. Berusaha untuk menjadi yang termegah. Apa jadinya 3 wanita sempurna tinggal dalam satu rumah?! Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini di jam segini tempat tidur mungkin adalah lokasi paling dituju oleh semua insan yang baru diserang sebuah hantaman kegiatan seharian tadi (rasanya terlalu mendaramatisir). Saatnya juga Iren mengikuti jejak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hup..&lt;br /&gt;Kebiasaannya terjun ke tempat tidur malah menjadi semenjak ia jadian dengan Ruben.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit setelah menempatkan tubuhnya di tempat tidur, akhirnya ia terbawa juga ke dunia mimpinya. Disini.. Iren kini berada di suasana pagi  yang indah. Sejauh mata memandang hanya terlihat rerumputan nan hijau dengan sedikit tumbuh bunga-bunga yang bermekaran. Tiba-tiba dari kejauhan, seorang lelaki berlagak gagah datang mendekati dirinya. Iren sudah bisa melihat bayang-bayang seorang Ruben dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wajahnya... posturnya.. wangi parfumnya.. mmm... srut.. srut. Tapi kok, baunya makin lama makin berbeda. Bau sate?! Hah kok postur tubuh Ruben melangsing?! Kok dia jadi kayak cewek?! Aaaarghh..???!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaaaarrrrgggghhhh.... Ruben jadi banci!!!”&lt;br /&gt;“.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sudah kembali ke keadaan kamarnya. Sedikit bergeming malu ketika melihat seseorang yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ollie?”&lt;br /&gt;“Ke.. ke.. kenapa lo Ren? Kok Ruben jadi cewek?” Ollie yang berada di depannya itu tercengang menahan tawa.&lt;br /&gt;“Lo tau kan gue Cuma mimpi tau.” Iren bangun dan duduk di kasurnya. Diikuti Ollie yang duduk di kursi meja rias. “Gue kan lagi mimpi enak-enak sama Ruben tadi. Eh lo malah tiba-tiba muncul di hadapan gue. Muka Ruben ya mendadak nyrupain lo.”&lt;br /&gt;“Hahaha.. nggak bisa ngebayangin gue muka Ruben waktu sedikit demi sedikit berubah jadi muka gue.... HAHAHAHA.” Cekakak. Sambil melepas aksesoris-aksesoris di dirinya, Ollie terpingkal-pingkal ketika terbayang Ruben yang menor dan mengenakan gaun berkemben.&lt;br /&gt;“Diem dong, jangan ngebayangin Ruben jadi banci!!!” sedikit dengan nada ngambeknya.&lt;br /&gt;“Buruan telpon tuh cowok lu, siapa tau dia beneran jadi cewek. Mimpi itu kan kadang bisa jadi kenyataan.” Tanpa sebuah izin hak minjem, Ollie memakai perlengkap-an pembersih wajah Iren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukk...&lt;br /&gt;Sebuah hantaman bantal mendarat di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo tidur kok nggak pake kunci pintu? Udah tau ya gue bakal mampir?”&lt;br /&gt;“Tau ah. Gila ya Lie, jam segini baru pulang? Abis ngapain aja sama Iwat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie refleks menatap jam di HP Iren yang tergeletak di atas meja rias. 00.44. “Ngapain ya, kayaknya gak ngapa-ngapain tuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang bener? Awas aja tuh Iwat kalo sampe ketauan Ollie udah nggak perawan lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie mengembalikan bantal yang tadi menghantam kepalanya, ke arah muka Iren. “Ye... emang gue cewek apaan!! Lo sendiri juga baru pulang kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmmm... tadi gue ditraktir nonton dulu sama Ruben.”&lt;br /&gt;“Halah, layar tancep aja, berapa sih harganya?”&lt;br /&gt;“Pokoknya kalo lo ikut, gue jamin lo nggak bakal betah. Tadi itu kita mesra bange.......t.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekejap, pikiran Ollie langsung memasuki suasana layar tancep dengan bejibun penonton bersama pasangannya masing-masing sedang suap-suapan gulali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kisah romantis lo nggak bakal se-romantis gue deh.” Iren melebih-lebihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersih sudah seluruh perlengkapan kencan Ollie tadi. Kini pakaiannya sudah kembali normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memandang kaca sejenak, melihat dan mencari perubahan darinya. Bibirnya, mungkin. Iren belum tau masalah ini, dan entah harus sampai kapan ini akan di tutupi. Sebagai sahabat sebaiknya Iren tau apa yang baru saja terjadi pada Ollie. Tapi Ollie masih kurang nyali untuk menceritakannya. Paling tidak sampai Iren juga merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ollie, ngomong-ngomong udah nyaris jam 12 nih, lo gak takut di cariin nenek lo apa?” Iren mengalihkan pandangannya dari jam dinding berbentuk sepatu, ke Ollie yang masih bercermin sambil senyum-senyum g jelaz. “Oi!!”&lt;br /&gt;“Ren, gue mau ngomong sesuatu sama lo.” Ollie memandang Iren lewat pantulan cahaya cermin. “Tapi jangan sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren menenggelamkan muka-nya di bantal. “Serah lo dah!!! Ga usah d ceritain juga engga pa-pa. Gue ngantuk banget sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie pun ikut-ikutan melompat ke kasur Iren. “Malem ini gue tidur di kamar lo ya Ren!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah, Iren sih tidak mempermasalahkan mau sampe kapan dia di kamar ini, tapi........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah nenek.&lt;br /&gt;“Adu......hhhhh, Ollie teh kemana sih. Jam segini kok belum pulang ya!!!” nenek mondar-mandir mengelilingi seisi rumahnya. Tak lupa ia juga mengikutsertakan peng-huni yang lain untuk menambah suasana panik disana. “Gimana Tia, udah nyambung belum telponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cklik.&lt;br /&gt;Suara gagang telpon yang di letakkan. Untuk kesekian kalinya Tia menjadi korbaan keganasan nenek yang terus menyuruhnya untuk menelpon Hp Ollie yang ter-sillent di dalam tas pesta Iren. “Udah lah nek, palingan Ollie nginep di rumah temennya. Biasalah, namanya juga ABG. Lagi pula tadi dia udah bilang ke Tia kalo nggak pulang malem ini, berarti dia masih di kamar kos Iren.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak bisa-nggak bisa. Nenek nggak akan tenang kalo kayak gini. Aduh Ollie, nih barudak teh meni’ ribet amat ya...” ini mah lo aja yang ambil ribet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi, memang waktu yang menyenangkan untuk sekedar berlari pagi dijalanan. Udara sejuk di Bandung selalu mendorong mereka untuk semangat menatap kembali indah dunia, walaupun masih dalam isu-isu global warming yang makin mencekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti biasanya, jalanan kali ini terlihat sepi dari para olahragawan/wati. Tak ada satupun orang yang berceceran di sana. Yang ada malah kendaraan-kendaraan bermotor yang menimbulkan polusi di udara mondar-mandir nggak karuan mencari menu makanan baru yang akan mereka gunakan untuk sarapan pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, cuaca pagi ini memang kurang mendukung untuk pelaksanan lari pagi. Hari ini terlihat mendung dengan jatuhnya titik-titik air yang biasa kita sebut gerimis. Maka itulah, mereka lebih memilih untuk mengoperasikan kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara mobil-mobil yang memadati jalanan, terdapat VW Iren yang ikut beroperasi sejak subuh. Iren terpaksa bangun lebih awal di hari libur ini karna semata-mata untuk kepentingan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa lagi? Siapa lagi&lt;/span&gt;’ Iren mengeluh dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie memaksanya untuk segera diantarkan ke rumah nenek sejak ia mengetahui bahwa ada 23 missed calls yang masuk ke HP-nya. Siapa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana memang sangat hening dari tadi. Terasa sekali perasaan Iren yang memang sedang sangat jengkel. Makin lama Ollie berada didalam VW Iren, ia makin terasa gelisah. Entah harus ia mulai dari mana untuk mencairkan suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ren,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brukk.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kampret lo!!!” Iren berteriak dari jendela mobilnya yang sengaja tak ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, baru saja Ollie mencoba untuk mengajaknya ngobrol ketika tiba-tiba sebuah sepeda motor menyerempet mobil Iren. Dan membuat suasana makin panas. Ollie makin takut untuk mengajaknya bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sialan banget sih emang motor. Dia tuh selalu merasa bahwa jalanan Cuma punya dia, sehingga dia bisa enak-enakan nyelap-nyelip. Giliran jatuh, mobil yang di salahin.” Iren ngambek, entah dia ngomong sama siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie diam, dan... “Lo, ngomong sama gue Ren?” dia tercekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya iyalah, lo kira ada orang lain di mobil ini. Tapi gue ngomong gini diperuntuk-an kepada seluruh pengendara motor, bukan elo yang ngendarain motor aja nggak bisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa damai sekarang menyelimuti hati Ollie. Walaupun nadanya masih galak, tapi yang penting Iren masih mau mengajaknya ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ok, kita mulai, jangan sampe gue ngungkit masalah ketakutan gue soal muremnya muka Iren pagi ini&lt;/span&gt;’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya bener tuh, dasar motor, maunya sendiri. Kenapa harus ada motor, coba semua orang pake mobil aja, kan lebih aman dan nyaman!!!” Ollie menyumbangkan aspirasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren nyengir dan sepertinya kurang mendukung masukan Ollie tadi. “Ya, nggak gitu juga kali Lie, kalo semua orang pake mobil, apa nggak tambah macet jalanan kita? Dengan populasi mobil yang segini aja udah bikin gue pusing, apa lagi kalo ditambah motor-motor yang tiba-tiba berubah jadi mobil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, yaudah. Gue Cuma becanda kok, iya Cuma becanda.”&lt;br /&gt;“Lie, lo hari ini lagi stres berat ya? Kok sampe keringet dingin kayak gitu sih? Takut nenek lo ngamuk, nanti? Santai aja lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini Ollie memang terlihat lebih tegang dan dingin. Bukan karna nenek, tapi lebih karna Iren. Ollie merasa bahwa kini ia seperti orang yang salting. Makanya dia memilih untuk diam dari pada nggak nyambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh iya, tadi malem janjnya lo pengen cerita kan sama gue.” Iren mengubah topik, dan membuat Ollie lebih damai.&lt;br /&gt;“Hmm..” Pikiran Ollie mendadak melesat ke keadaan tadi malem. “Tadi malem, gue kangen banget sama Joni.”&lt;br /&gt;“Yee.. biasanya juga gitu kan?”&lt;br /&gt;“Tapi yang kemaren beda. Lebih nyesek. Malah gue ngerasa kehadiran Joni selama gue berduaan sama Iwat. Dia kayak lagi nguntit gue gitu. Makanya, sepanjang malam itu, gue ngerasa Joni lagi marah banget sama gue.”&lt;br /&gt;“Marah? Emang apa yang lo lakuin sampe Joni marah gitu?” tanya Iren, lalu menghembuskan napas panjang, “Udahlah Lie, itu kan Cuma perasaan lo doang. Lo Cuma dansa sama Iwat kan, masa gara-gara itu lo sampe ngerasa Joni hadir, emangnya dia hantu apa?”&lt;br /&gt;“Gue buat kesalahan besar sama dia, terlalu besar, dan itu yang buat gue ngerasa Joni marah banget sama gue!”&lt;br /&gt;“Kesalahan besar?”&lt;br /&gt;“Iya, gue.. gue.. udah ngehianatin Joni. Tadi malem gue sama Iwat...”&lt;br /&gt;“Jangan bilang kalo first kiss lo udah diambil sama Iwat!!” Iren menatap kasar wajah Ollie, sambil mencengkeram keras stir mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh badan Ollie terasa bergetar. Dia tidak tau harus menjawab apa. Dia tidak sanggup untuk berkata jujur apa lagi untuk berbohong. Ollie hanya menunduk ke bawah dan sepertinya dengan diam saja Iren sudah tau apa maksudnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren kembali menaatap keluar jendela. Dia juga tidak tau harus berkata apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keadaannya beda. Tadi malem itu semuanya kayak jungkir balik. Iwat jadi lembut dan sayang sama gue. Dan gue mau aja ngelakuin apa yang dia mau. Gue juga nggak ngerti, dan setelah gue menyadari itu, Joni kayak lagi berdiri disisi gue dan dia marah besar.”&lt;br /&gt;“Itu namanya lo lagi jatuh cinta.” Iren dengan tenangnya memberikan solusi. Singkat padat dan sepertinya Ollie sudah menyadarinya.&lt;br /&gt;“Gue tau.. Tadi malem Iwat juga udah nanya gitu, dan dari saat itu gue jadi marah banget sama Iwat, soalnya dia buat gue makin tertekan dan Joni...”&lt;br /&gt;“Joni lagi, lo masih mikirin Joni, kenapa? Belum tentu kan dia mikirin lo! Apa sih yang lo harepin dari Joni? Apa dengan kontak lo sama Joni yang putus, lo nggak ngerasa kalo lo lagi dihianatin sama dia? Lie, lo nggak boleh bergantung sama Joni. Anggep aja lo nggak pernah pacaran sama dia. Lo udah punya cinta baru Lie, jangan lepasin cinta itu, karna Cuma dengan cinta Iwat itu yang bisa ngebuat lo lupa sama Joni. Ngapain juga lo ngerasa berkhianat? Emangnya Joni tau kalo tadi malem ada yang nyium lo?”&lt;br /&gt;“Gue masih cinta banget sama Joni, gue belum sanggup kehilangan dia.”&lt;br /&gt;“Lo bisa ngomong kayak gitu sekarang. Tapi coba nanti, kalo tiba-tiba ada Joni di hadapan lo dan dengan lantangnya mempertanyakan cinta lo sama dia sekarang! Lo pasti pengen nampar dia kan?” Iren menutup pelampiasan kekesalan dalam hatinya pada Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie mencoba menahan tangisnya, namun semua orang tau itu tidak mudah. Sebutir air mata jatuh ke pipi Ollie, diikuti dengan berjuta- juta temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengerti apa yang Iren rasakan, tapi ia meminta agar Iren yang juga mau mengerti perasaannya. Kemarin malam itu berbagai macam firasat mendarat di pikiran-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tadi malam gue ngerasa ada yang lain dari bintang di langit&lt;/span&gt;’. Dan pemandang-an itu membuat Ollie takut kalau cepat atau lambat dia akan segera bertemu dengan Joni. Dan dia belum siap untuk menyambut kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ollie mengucek kedua matanya yang merah sehabis nangis ketika ia berada di depan pintu rumah nenek. Dengan didampingi Iren, Ollie mencoba mengetuk pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamualaikum.” Ollie dan Iren berbarengan. 5 detik kemudian seseorang membukakan pintu. Nenek.&lt;br /&gt;“Ollie!!! Dicariin dari tadi malem, kenapa baru pulang?” Sambutan yang penuh kejutan, sambil mempersilahkan mereka masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren mengerti keadaan Ollie yang belum sanggup untuk berbicara. Jadi dia berniat untuk menjawab pertanyaan nenek. “Iya nek, tadi malem Ollie ketiduran di kamar kos Iren. Makanya baru sekarang pulang. Trus, HP nya Ollie ketinggalan di dalem tas, jadi nggak sempet ngasih kabar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, tapi Ollie nggak apa-apa kan? Kok mukanya meni beureum kitu (merah banget).”&lt;br /&gt; “Oh, Ollie Cuma pilek kok.” Mereka berjalann menuju ruang keluarga sebelum Olliie melihat sesosok anak laki-laki mendekat di sampingnya.&lt;br /&gt;“Oi mbak, gila ya lo seharian gak pulang, nggak pake ngasih kabar pula.” Anak lelaki itu menyambutnya dengan sedikit hantaman kepalan tangan di pundaknya. Ollie dan Iren tercengang.&lt;br /&gt;“Regha!!!” Iren yang duluan bersuara, sementara Ollie masih bengong tak percaya.&lt;br /&gt;“REGHA!!!!” kesadaran Ollie mulai memulih seketika ia melihat adiknya sedang berdiri di depanya. “Ngapain lo kesini? Sama siapa? Kok gue nggak ngeliat mobil ayah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regha menarik tangan Ollie agar lebih mendekat ke ruang TV. “Lo pasti nggak nyangka gue bawa siapa kesini.” Regha berhenti di depan seorang lelaki. Ollie belum dapat melihat dengan cermat siapa orang yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren datang mendekati Ollie yang berdiri terpaku di ruang TV. Iren baru saja ingin berteriak ketika tiba-tiba Ollie mencengkeram kuat tanganya, sangat kuat, sampai-sampai Iren merasa darahnya tidak mengalir lagi di daerah sekitar telapak tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Ollie, Iren.”&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-bersambung-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-2638930135764578817?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/2638930135764578817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=2638930135764578817' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/2638930135764578817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/2638930135764578817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/06/bab-viii-pengkhianatan-ollie.html' title='BAB VIII - Pengkhianatan Ollie'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-6517217476526613114</id><published>2009-06-07T05:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T19:45:19.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>BAB VII - Pacar Baru Iren</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(harap baca dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I &lt;/span&gt;yaaa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah Nandy&lt;br /&gt;         Tempat tinggal ini sungguh sunyi. Tak ada jeritan anak kecil yang berlari kian kemari, apalagi gonggongan seekor anjing rabies yang sedang mengejar makan malam-nya. Maklum, di rumah ini Nandy hanya tinggal berdua dengan Bu Wiana, seorang mama berusia 48 tahun yang selalu menyelimutinya dengan kasih sayang. Hari ini sepertinya Bu Wiana sedang berada di rumah, maka itu saat masuk rumah, Nandy langsung menghampiri kamar mamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sejak Bu Wiana bercerai dari suaminya 8 tahun silam, dia sendiri yang mencari nafkah untuk menghidupi Nandy, anak yang ia bawa sejak ia bercerai. Dia memiliki sebuah perusahaan penerbit buku populer. Jadwal kerjanya sangat padat. Mau nggak mau dia harus menjalani sebuah rutinitas yang menyesakkan, pergi pagi, pulang malam. Dengan adanya perusahaan penerbit ini, tentu saja uang yang ia miliki juga banyak, tapi ia tak pernah silau dengan harta. Setiap hasil yang ia dapatkan selalu ia simpan dengan rapih. Siapa tau saja sebentar lagi dia sudah tak sanggup lagi mengawasi perusahaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Hari ini Bu Wiana sedang terbaring sakit di atas ranjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ciiitt..                                                                                     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Nandy perlahan membuka pintu kamar mamahnya. Sebentar ia menatap mamah-nya yang melirik kearah dirinya. Nandy pun berjalan mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Nak, sudah pulang kamu, malam sekali.” Bu Wiana berkata penuh kelesuan.&lt;br /&gt;         “Mah, gimana keadaannya? Udah baikan belum?” Nandy menyalami tangan mamanya yang terkulai lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Bu Wiana bercerai dari suaminya karna beberapa masalah yang sudah tak bisa dihindari lagi. Dan akhirnya jalan seperti ini yang harus diambil. Nandy berpisah dari papahnya, dan juga satu adik lelakinya. Awalnya adiknya itu merupakan hak mamahnya, tapi papahnya yang tak mau mengalah, meminta agar satu anaknya mengikutinya ke Jakarta. Sudahlah, Bu Wiana tidak mau mengambil runyam masalah ini. Dia rela berpisah dengan satu anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Besok juga sembuh. Tuh, obatnya udah mau abis.” Bu Wiana menunjuk ke arah sebuah toples sebesar jempol orang dewasa yang berisi obat-obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Nandy tersenyum melihat ketegaran mamanya. “Ya udah mah, Nandy keluar yah. Mau mandi dulu nih, bau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Tunggu sayang.” Bu Wiana menyambar lengan Nandy yang berniat pergi. “Se-karang tanggal berapa ya?”&lt;br /&gt;         “Mmm... 14 mah.”&lt;br /&gt;         “14.. berarti bentar lagi Jonathan, 20 tahun ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jonathan, nama adik Nandy yang sekarang berada di tangan papahnya. Dan hingga saat ini setelah mereka berpisah  kenyataan mereka hanya menjalani 1 pertemuan, itu juga tanpa restu papanya yang ternyata tidak mengijinkan mereka berjumpa kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Nandy memang pernah ketemu sekali di Jakarta. Saat itu Nandy sedang mengikuti Bu Wiana yang menghadiri undangan launching sebuah film yang ceritanya terinspirasi dari novel terbitannya, tepat saat 4 tahun ia berpisah, ia dipertemukan kembali dengan adiknya di tempat itu. Dia bersama seorang lelaki yang tentu saja adalah papahnya. Entah apa yang mereka lakukan di sana. Saat Jonathan sendiri, Nandy pun mendekati. Terjadi tatapan mata yang sunyi selama 5 detik, sebelum Jonathan bergegas bangkit dan pergi meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tidak ada sekali-pun terlintas di benak Nandy untuk berlari mengejarnya. Dan mungkin sejak saat itu dia percaya bahwa Jonathan yang tadi adalah Jonathan baru yang telah dirasuki jiwanya oleh ayah yang sudah tak menganggap Nandy sebagai anaknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Cerita ini memang tak ada yang menarik untuk di publikasikan. Tapi saat kau me-ngetahui semuanya, cerita ini akan sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/div&gt;***&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tanggal 18 Oktober..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Aaaaargh. Hari ini Joni ultah, dan gue nggak bisa ngasih apa-apa ke dia.” Ollie mememar-memarkan tubuhnya di atas kasur kamar kos Iren. Dia nggak habis pikir, hari ini ada kekasihnya yang ulang tahun, dan tak ada yang bisa ia kerjakan (buat yang ultah maksudnya. Kalo tidur sih masih bisa).&lt;br /&gt;         “Ngak penting banget sih Lie.” Iren masih membaca buku White Broken sambil bersila di atas meja belajarnya.&lt;br /&gt;         “Aaaaargh.” Ollie tak menghiraukan pendapat Iren.&lt;br /&gt;         “Lagi pula dia juga nggak pernah ngasih.” Iren menambahkan.&lt;br /&gt;         “Aaaaargh.” Ollie kembali tak menghiraukan tambahan Iren.&lt;br /&gt;         “Aduh Ollie, plis deh. Temen itu nggak wajib di ucapin selamat.”&lt;br /&gt;         “AAAAAAAAAAARGHHH.” Ollie lebih tak menghiraukan. “Hah..hah..hah..” Ollie menghembuskan napasnya berkali-kali yang kecapek-an dengan sifatnya yang ke-ter-la-lu-an.&lt;br /&gt;         “Capek?”&lt;br /&gt;         “Hah..hah..hah..” Ollie masih tak menghiraukan. Sepertinya teriakannya tadi membuat telinga Ollie kabur.&lt;br /&gt;         “Terserah dah, gue mau mandi dulu.” Iren menutup buku, turun dari meja, meng-ambil handuknya, lalu bergerak ke pintu kamar. “Baru nyadar ya, ternyata sobat gue punya kelainan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie melempar dua bantal sekaligus ke arah kamar mandi yang keburu di tutup Iren. Iren bener-bener udah nggak peduli dengan Joni. Padahal dulu saat Joni ulang-tahun, dia yang peling sibuk menyumbangkan ide kejutan saat otak Ollie (yang sebenernya selalu) mandet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Salah satunya ide untuk menculik Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama, menguntai dari belakang seperti preman yang berprofesi sebagai polisi gadungan.&lt;br /&gt;2. Mengejar seperti preman yang ngeliat polisi beneran.&lt;br /&gt;3. Memasukkannya dalam karung beras yang masih tersisa kutu-kutu nakal seperti preman yang gila beras (ini bukan masalah kutu).&lt;br /&gt;4. Menyeret tubuhnya sampai ke dalam gudang seperti preman yang disuruh bawa maling ke kantor polisi.&lt;br /&gt;5. Melempar agar gampang masuk kedalam gudang seperti preman yang di suruh mengusir gembel dari rumah kontrakan dengan alasan belum bayar uang sewa.&lt;br /&gt;6. Sedikit menggebuk seperti preman yang sedang patah hati.&lt;br /&gt;7. Membunuhnya seperti preman yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran (Sori, kalo ini nggak beneran, yang bener..). Menghidupkannya lagi dengan memberi nafas buatan seperti preman yang takut masuk penjara.&lt;br /&gt;8. Mengejutkannya karna saat karung dibuka, yang terlihat bukanlah suasana gudang tapi cafe (walaupun sesungguhnya gudang) yang di padati kawan-kawannya, seperti preman baru insyaf&lt;br /&gt;9. Terakhir, tentu saja membayar preman-preman yang ikut serta dalam pelaksana-an hal keji ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sekarang dia malah diem. Bener juga sih, apalagi yang diharapkan Ollie?. Bisa apa dia sekarang (ones again, buat yang ultah, kalo tidur sih masih bisa)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sudahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ollie masih memejamkan matanya saat tiba-tiba HP Iren yang berada tepat di sebelah kupingnya, berbunyi. Membuat Ollie cukup terperanjat. Ollie pun mengambil HP itu. Dia lihat nama yang tertera di layar HP. ‘Ruben’. Ternyata itu telpon dari Ruben. HP terus berdering, sedangkan Iren sekarang masih di kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         angkat-engga-angkat-engga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Setelah terjadi beberapa suara dari hatinya, akhirnya Ollie memutuskan untuk mengangkat telpon itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Halo.”&lt;br /&gt;         “Halo.”&lt;br /&gt;         “Halo.” Ollie kembali memberi salam.&lt;br /&gt;         “E... Halo.”&lt;br /&gt;         “Oi, gimana sih, udah tau gue nyaut, langsung kek bilang kemauan lo.”&lt;br /&gt;         “Iren nih.”&lt;br /&gt;         “Bukan sih.. hehe, salah sambung ya?”&lt;br /&gt;         “O...h nggak usah bercanda deh, ini Iren kan?”&lt;br /&gt;         “Bukan di bilangin.”&lt;br /&gt;         “Kalo gitu pasti Ollie. Ini Ruben.”&lt;br /&gt;         “Ya iyalah, mana mungkin Iren nggak nyimpen nomor lo.”&lt;br /&gt;         “Irennya ada nggak?”&lt;br /&gt;         “Tadi kegirangan waktu dapet telpon dari lo. Sekarang dia pingsan, baru aja dikirim ke UGD. Keadaanya kritis.”&lt;br /&gt;         “Ollie...” tiba-tiba Iren datang dengan rambut yang basah, sepertinya ia mendengar seluruh perkataan Ollie. Dia pun merebut HPnya secara paksa tanpa meng-hiraukan pemberontakan dari Ollie.&lt;br /&gt;         “Ruben ya?” Iren membawa HPnya menjauhi tubuh Ollie. Dengan mengumpat-umpat, dia berbicara panjang lebar.&lt;br /&gt;         “Huh!” Ollie melempar tubuh Iren dengan guling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Setelah dua menit merea bicara, dan dua menit juga Ollie mengganggu, akhirnya Iren mengakhiri pembicaraannya juga. Dengan wajah penuh senyuman, Iren melempar Hpnya ke kasur, disusul tubuhnya yang sengaja meniban tubuh Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Aduh, berat lo berapa sih Ren?” Ollie menggusur tubuh Iren dari atas tubuhnya.&lt;br /&gt;         “50 kilo.”&lt;br /&gt;         “Oh ya? Gue 55.”&lt;br /&gt;         “Dan bentar lagi bakal bertambah akibat hadirnya cinta.” Iren berguling menjauhi tubuh Ollie.&lt;br /&gt;         “Ciee.. benerkan lo udah jadian?”&lt;br /&gt;         “Belum, ih Ollie..” Iren menoyol kepala Ollie. “Malem ini gue di ajak ke CheZZin sama dia.”&lt;br /&gt;         “Berdua?” Ollie menyodorkan tanda peace ke atas.&lt;br /&gt;         “Berdua.” Iren menyentuhkan peace-nya ke peace Ollie di atas.&lt;br /&gt;         “Enak aja. Bertiga dong, gue wajib ikut.” Ollie menambahkan satu jari di tanda peace-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Iren menutup kembali satu jari Ollie yang tadi dinaikkan. Ollie menaikkannya lagi, tapi belum lurus, udah keburu di tutup lagi oleh Iren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Sayangnya gue nggak ngizinin lo ikut malem ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;***&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;         Suasana malam di rumah nenek. Hanya terdengar suara kuntilanak dari arah pohon jambu yang biasa berkumandang setiap lepas malam. Merasa terbiasa dengan hadirnya makhluk-makhluk non visual di rumah ini, membuat hantu itu selalu dianggap ‘hantu kacangan’ (diharapkan saat membaca untuk tidak menanggapinya secara lanjut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Termasuk di rumah rumah kos. Semua orang sekarang sedang memfokuskan se-genap jiwa raga nya pada setiap lembaran-lembaran kertas pelajaran yang telah menjadi makan malamnya. Tapi kesibukan ini sama sekali tak dirasakan Iwat, nggak pernah dia memanfaatkan sebuah waktu luangpun untuk membaca catatan. Kecuali saat tugas yang kebetulan sedang membebaninya. Begitulah cara dia untuk mendapat predikat mahasiswa ‘jenius’ atau ‘sok jenius’ bagi mereka yang iri akan kelibihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sepulang dari CheZZin dan DubZZ (cafe yang berada di sebelah CheZZin), ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tanpa menghiraukan Ipul yang lagi serius mengerjakan PR ‘kurang ajar’ dari SMA ‘keparatnya’ di meja belajar ‘bajinganya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Udah hafal betul Iwat suasana hati Ipul jika sedang menunaikan PR matematika-nya. Otak menciut, rambut lusuh berminyak, kulit pucet mengerut, berkeringet dingin, mata merah, gigi kuning (sebenernya ini lebih mengarah ke gejala orang sakau). Berkali-kali Ipul menjeritkan kata-kata kasar kepada guru yang bertanggung jawab akan hidup dan kehidupannya kelak. ‘Bajing Loncat’, ‘budak buduk’, ‘buaya lumpur’, ‘badak cula pantat’, ‘botak eksotis’, karna tak dipungkiri, orang yang bernama asli ‘Batu Bara’ ini pernah menggantung Ipul terbalik di gerbang sekolah dan membiarkannya menjadi bahan tertawaan cewek pujaannya, akibat terang-terangan mengejek si Baba itu ‘manusia berhormon jungkir balik’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ke cuekan Iwat dihentikan saat Ipul membanting HP-nya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Prang (lho kok ‘prang’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Sadar Pul, dunia ini nggak Cuma di atas tangan si Baba itu.”&lt;br /&gt;         “Ih, ogah deh menggantungkan dunia gue di atas sebuah tangan kasar yang penuh dosa ini-itu.” Ipul dengan gaya yang ‘oh-lepaskan-aku-dari-pup-anjing-ini!’.&lt;br /&gt;         “Kalo gitu nggak usah ngamuk kayak tadi dong.”&lt;br /&gt;         “Ngamuk? Maksud lo kayak gini. AAAAARRRRRGGGGGHHHHH!!!!!” Ipul berteriak sekuat tenaga dan hampir membuat lehernya copot dari tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Iwat yang amat merasa terganggu, tak mau ambil pusing, dia membalikkan posisi tidur ke arah dinding sambil menutup kupingnya dengan bantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Wat, ajarin gue dong! Lo itu kan pernah hampir menang olimpiade matematika waktu lo SMA dulu.” Ipul meminta. “Iwaat!!” Melihat Iwat yang tak bergeming, Ipul langsung mengambil jam weker di depannya, dan melemparkan ke Iwat, tepat di pantatnya.&lt;br /&gt;         “Aaaw.” Iwat mengelus pantatnya, dia mengmbil jam wekker tadi dan segera melempar balik ke Ipul. “Kampret lo Onta!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Lemparan nya tadi ditangkap secara tangkas oleh Ipul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Ettt, gini-gini gue atlit kasti pentolan lho di sekolah.”&lt;br /&gt;         “Pantes buduk.” Iwat kembali membalikkan posisi tidurnya ke arah dinding.&lt;br /&gt;         “Wat, please!! Otak gue dah mandet nih kalo lagi ngomongin soal rumus-rumus.” Ipul mendekati Iwat. “Ehem-ehem, Kak Iwat,ayo dong, kakak gak mau adiknya men-dapat masa depan suram kan? Ayolah kak!” Ipul mulai mengelus-elus lengan Iwat.&lt;br /&gt;         “Heh, langkahin dulu mayat gue, baru lo boleh nganggep gue kakak lo!” Iwat membalikkan lagi posisi tidurnya, menatap Ipul geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ipul kembali duduk di kursi meja belajarnya. Ia menutup buku-buku matematika nya. “Jenuh gue ngeliat angka-angka. Wat, gue pinjem vespa lo dong. Mau cuci mata nih. Gatel mata gue!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Enak aja, langkahin du...” Iwat lebih memilih untuk diam seketika melihat HP-nya yang sudah berada di dalam genggaman Ipul, siap untuk di bumi hancur-kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;***&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            Iwat terpaksa mengantar Ipul ke vespa-nya, karna khawatir dengan keadaan Ipul yang belum mahir dalam mengendarai vespa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di dalam perjalanan ke vespa, tepatnya saat baru keluar rumah kos, mereka di kejutkan oleh pandangan seorang cewek duduk di kursi depan rumah nenek. Ini lagi gak ngomongin soal kuntilanak, karna yang duduk itu adalah Ollie. Tampangnya mendekati sendu. Iwat pun iseng menghampirinya. Didahului Ipul yang lebih niat iseng meng-hampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Sendiri aja?” Iwat duduk pager tembok pendek yang sengaja di buat untuk di jadikan tempat duduk di depan kursi.&lt;br /&gt;         “Ya, seperti yang lo liat deh.”&lt;br /&gt;         “Nggak baek lo anak gadis sendirian malem-malem di luar!” Ipul menyusul Iwat duduk disebelahnya. &lt;br /&gt;         “Elah, mulai deh ceramah, dasar anak onta.” Iwat sedikit menoyol Ipul yang emang kebetulan memiliki paras arab.&lt;br /&gt;         “Inikan belum di luar, baru di teras. Kalian mo kema...” kata-kata Ollie terputus seketika ada yang membuka pintu. “Nenek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Iwat dan Ipul kelabakan melihat nenek, presiden kos di sini. Mereka lekas berdiri dari duduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Eh, nenek.” Salam mereka berbarenggan.&lt;br /&gt;         “Eleh-eleh, aya si kasep di sini.” Nenek tanpa menyebutkan nama-nya. Jelas aja, dalam kondisi nenek yang mendekati penyakit ‘alzeimer’ alias ‘pikun’, mana mungkin nenek bisa apal semuan nama anak-anak yang tinggal disini. “Ku naon atuh, mmm... ngapel ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Nghaaaa? (suara hati Ollie sekaligus Iwat yang berbarengan dengan teriakan Ipul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Nghaaaa?”&lt;br /&gt;         “E... engga kok nek, kita kan satu kampus, nggak pa-pa kan kalo mau berbagi pengalaman, apalagi Ollie kan baru masuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ipul menyikut lengan Iwat seolah bertanya ‘trus-alasan-gue-apa’. Tanggapan EGP keluar beriringan dengan bisikan ‘DL’ dari mulut Iwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Ini kayaknya ada yang mau pergi ya?” Nenek menuduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Secepat kilat Iwat menunjuk Ipul. Seolah ingin menghindari sebuah dampak saat nenek mengetuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Iya nek, saya pergi dulu ya.” Ipul bergerak keluar teras menjauhi panggilan nenek. Langkahnya terhenti seketika ada yang memanggil, Iwat, bukan nenek, dia me-lemparkan kunci vespa yang masih dalam genggamannya. Ipul menghembuskan nafas gelisah. Dia kembali berjalan, tapi terhenti lagi, yang ini adalah suara nenek. Napas pun ditariknya dengan kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Nenek nitip batagor ya, biasa, di tempat langganan. Nanti duitnya nenek yang ganti.” Seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;***&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesaat setelah adegan batagor tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana makin ribut di teras nenek. Cekikikan setan-setan tua ditandingi oleh jeritan kawula muda gila yang bersenandung aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Du.. dududu.. du...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Senang hati bebas..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bangganya ku lepas..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tinggi melayang mencapai pentas..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bernyanyi tuntas..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Hingga rasa hati puas..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dan mati terlindas..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu apa’an tuh? Tepatnya satu bait ciptaan Iwat yang spontan kluar dari hatinya. Sialnya lagu itu langsung memikat hati Ollie sampai-sampai rela menutup telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue nggak nyangka lo bisa ngerock juga!” Ollie memberi tanggapannya setelah mengetahui tak satu kata lagi yang di keluarkan Iwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahah.. emang gue tau kalo gue bisa nyanyi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus bersenda gurau sejak tadi. Berbincang-bincang hingga satu diantara-nya mengeluarkan joke-joke segar walau sedikit jayuz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suara piano lo jauh lebih indah! Ternyata lo mahir juga ya maen piano. Apa lagi lagu yang waktu itu lo mainin di CheZZin, nyentuh hati gue banget.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagu yang mana? Banyak kali lagu yang gue mainin di CheZZin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum lama ini sih. Oh ya, hari Minggu, kira-kira seminggu setelah lo ngecat kamar gue. Pokoknya hari itu lo make kupluk bertali yang warnanya putih, sama sweater abu-abu. Lagu itu lagu yang terakhir lo mainin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat sok berpikir sambil mengeluarkan kata ‘mmmm’ yang biasa digunakan sebagai alasan murid untuk menghindari pertanyaan gurunya. “Gue inget. Emang bener lo suka sama lagu itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banget. Ngomong-ngomong, itu lagu siapa Wat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat menundukan kepalanya, sejenak untuk melihat 10 jarinya yang bergumal nggak jelas. Kemudian kembali menatap Ollie dengan cengir menjijikan. “Gokil, gue gak nyangka ada yang segitu segannya ama lagu ini. Ini karangan gue, jack.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata lagu yang dapat membuat hati Ollie menari-nari hingga berjingkrak sekalipun, adalah hasil karya Iwat. Si cowok kurang ajar yang nggak bisa ngehargain perasaan cewek itu. Mana mungkin Ollie segampang itu percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue kasian sama lo Wat, ngidam pengen bikin lagu profesional, sampe-sampe ngakuin karya orang lain sebagai ciptaan lo sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo gitu buat apa CheZZin di undang sampe ke Amerika segala? Ya itu karna pemain-pemainnya udah termasuk profesional dalam mengarang musik apalagi ngebawainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruben emang pernah cerita kalo CheZZin ngadain live concert di Amerika. Dan pianis muda menjadi bintang saat itu. Nggak salah lagi, itu pasti si Keiwataru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow, Iwat keren abis.. udah cakep, genius, jago bikin lagu.. jangan-jangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upps..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa’an, ngapain gue ngebangga-banggain si item ini? Kurang ajar, belagu, nggak pernah ngerti perasaan cewek, jorok lagi.. hiii..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L K J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berdagu panjang ini berjalan melintasi rumah kos-nya menuju pintu pagar, hendak keluar untuk mengunjungi keluarganya yang tinggal di daerah Subang. Liburan gini emang saatnya untuk sekedar menengok keluarga dan menagih uang saku mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mukanya kembali ceria sejak peristiwa tragis yang jelas melanggar HAM sebagai perempuan yang patut disayangi. Setelah melewati masa penyembuhan pembengkakan bola mata, Filsa pun berani lagi keluar rumah tanpa menggunakan kaca mata hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dagu yang mengarah lurus ke bawah (Pastinya, apa ada dagu yang me-nyamping?), dia berjalan layaknya seorang penyelamat dunia yang tetap tegar walaupun kaos kaki keramatnya dicuri. Semua anak kos pun tercengok melihat ‘dagu’ nya yang terlihat lebih panjang 1 cm. Filsa makin menarik dagunya tanpa rasa malu sedikitpun (Sayangnya tak ada orang berdagu panjang yang ikut serta dalam penulisan naskah ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di luar pagar, tangannya pun mulai melambai keluar bermaksud meng-hentikan angkot yang dari tadi hanya lalu lalang (Tak tertutup kemungkinan bahwa mereka ngeri dengan bentuk dagunya). Lambaian tangannya terhenti seketika ada yang menyambar bahunya, yang membuat ia membalikkan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei Filsa, mau kemana?” Iwat, ternyata ia yang menghentikan lambaian tangan Filsa. Apa maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ada yang hampir sport jantung disini. Iwat yang pernah membuat hati-nya menjadi serupa dengan sabun colek, yang membuat matanya melebihi bola ping-pong, dan sempat membuat dagunya menyusut ½ cm, bersikap sok perhatian sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, mmm, hhh..” tak sebuah kata yang berguna di keluarkan Filsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dag-dug-dig..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehmmm, aku mau minta maaf soal tempo hari dulu. Waktu itu aku lagi kebawa emosi, jadi nggak bisa menjernihkan pikiranku untuk ngomong sama kamu.” Mukanya memerah padam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsa menatap Iwat serius tanpa terhalang dagunya. “Aku nggak percaya kalo waktu itu kamu lagi emosi. Emang dasar sifat kamu kayak gitu kan? Nggak bisa nge-hargain perasaan cewek. Aku sadar, selama ini kamu baik sama aku Cuma ingin mainin perasaan aku doang, soalnya kamu bisa nebak kalo aku itu udah lama suka sama kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eeee.. nggak-nggak bukan maksud aku buat...”&lt;br /&gt;“Udah lah Wat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sama-sama terdiam. Iwat mengetukan ujung sepatunya berkali-kali ke aspal. Suasana hening beberapa detik saat tak ada lagi mobil yang melintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trusss..” Filsa memecah keheningan saat tak ada respon lagi yang Iwat berikan.&lt;br /&gt;“Ya... lo mau ma’apin gue nggak?”&lt;br /&gt;“Gue nggak pernah nganggep serius masalah ini. Emang sih saat kejadian itu gue pengen banget nyekek leher lo. Tapi sekarang, biasa lah.”&lt;br /&gt;“Oo...h.” Apa yang di maksud dengan ‘oh’ itu?&lt;br /&gt;“Jadi, lo masih buka kemungkinan buat gue?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenggorokan Iwat tiba-tiba saja tercekat dengan pertanyaan tadi. Tak ada suara sedikitpun yang mampu ia publikasikan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya enggak lah Wat, gue bercanda. Respon lo kayaknya sampe segitunya deh. Gue tau, lo lagi pedekate sama cewek lain, pesen gue Cuma satu, jangan buat mata cewek itu membengkak ya!” Filsa melancarkan aliran udara di tenggorokan Iwat.&lt;br /&gt;“Cewek yang mana?”&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5452150761738780831#" id="show-labels-link" onclick="BLOG_showLabels(); return false"&gt;Show All&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Yang mana ya? Gue pergi dulu ya Wat, keburu sore nih.” Filsa kembali berniat menyetop angkot. Namun tangan Iwat kembali menyambar.&lt;br /&gt;“Mau kemana sih? Gue anterin deh.” Iwat berlari kedalam dan kembali sambil mendorong vespa nya. “Silahkan naik!” Iwat duluan yang menuduki vespa itu.&lt;br /&gt;“Mau ke Subang, lo mau nganterin?”&lt;br /&gt;“Subang? Mmmm, gue anterin sampe terminal aja deh.”&lt;br /&gt;“Okay, ngirit biaya nih.” Filsa duduk di belakang Iwat. Tas yang ia bawa tak besar, ialah hanya semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat menggas vespa nya. dia menatap ke pohon jambu sebelum menjalankannya. Disana berdiri seorang Ollie yang dari tadi mengintip. Mereka berdua menyodorkan jempolnya masing-masing. Dua detik, lalu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Ollie lah yang memaksa Iwat untuk menyadari kasalahannya kemarin. Memang pertama Iwat menolak mentah-mentah. Namun 2 jam berikutnya, Iwat pun akhirnya setuju dengan alasan ‘kropos gue 2 jam dengerin khotbah lo’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                      &lt;/div&gt;***&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1 jam sudah waktu yang Ollie hitung saat Iwat pergi mengantar Filsa ke terminal. Dari tadi ia nyengir-nyengir sendiri bila membayangkan peristiwa semalam yang cukup memaksa batin Iwat. Seperti yang di bahas tadi, sampe 2 jam Ollie menceramahi Iwat tentang makna kasih sayang dan kata maaf, sampai akhirnya Iwat luluh. Bukan karna sadar, tapi ia kasihan dengan kupingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenit setelah genap 1 jam kepergian Iwat, tiba-tiba lagu sexy back keluar dari speaker HP nya. Itulah tanda telpon masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie dengan sigap segera merogoh kantongnya. Dari layar HP nya, keluar tulisan ‘Iwat Item’. Ollie pun menekan tombol hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamualaikum, bang!” salam Ollie pada Iwat, lawan bicaranya.&lt;br /&gt;“Walaikumsalam, ngkong. Kagak penting lo pake salam-salaman segala!”&lt;br /&gt;“Mengucapkan salam itukan pahalanya gede.”&lt;br /&gt;“Iya-iya ngkong ku! Puas lo sekarang?”&lt;br /&gt;“Ah.. kurang, mestinya lo nganterin dia sampe Subang, jangan Cuma ke terminal doang, dong!”&lt;br /&gt;“Lo mau bayar ongkos bensinnya?”&lt;br /&gt;“Gue balikin modalnya aja deh.”&lt;br /&gt;“Trus tenaganya?”&lt;br /&gt;“Dasar mata duitan!”&lt;br /&gt;“Emang. Pokoknya sekarang juga lo ke kamar kos gue, pijitin seluruh badan gue 2 jam lamanya!”&lt;br /&gt;“Itu sih mau lo. Dasar item..”&lt;br /&gt;“Emang.”&lt;br /&gt;“Norak..”&lt;br /&gt;“Emang.”&lt;br /&gt;“Gila..”&lt;br /&gt;“Emang.”&lt;br /&gt;“Pacar Filsa.. Emang”&lt;br /&gt;“Em..., ‘Eeeehhh kampret lu.”&lt;br /&gt;“Hahahaha”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;***&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika sore semakin larut, Iren dengan tampang lesu berjalan mengeluari pintu rumah nenek. Ollie menemaninya sampai ke pintu luar. Setelah puas mereka menggosip, dan menikmati celotehan nenek sambil membantu-bantu di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Iren pergi meninggalkan rumah ini, ia terlebih dahulu mengorek kantong celanaya. Selembar gocengan yang terlihat telah remuk dalam genggamannya. Tiba-tiba ia menaruh uang itu di atas telapak tangan Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Ollie heran melihatnya. Dia menatap Iren dengan nada ‘what`s wrong’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue mau berbagi kebahagiaan sama lo.” Iren menjelaskan. Namun tak jua membuat mimik Ollie berubah. “Itu hasil gue sama Ruben. Sorry deh kalo gue telat ngasih tau lo.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampang Ollie mendadak berubah. Wajahnya penuh dengan seri-seri menakut-kan. Bibirnya terlalu lebar untuk tersenyum. Matanya terlalu belo’ untuk melotot. Rambutnya terlalu panjang untuk berdiri. Giginya terlalu kuning untuk unjuk. Nafasnya terlalu bau untuk berteriak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“KOK CUMA GOCEEE.....NG???? PELIII....T”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-bersambung-&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-6517217476526613114?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/6517217476526613114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=6517217476526613114' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6517217476526613114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6517217476526613114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/06/bab-vii-pacar-baru-iren.html' title='BAB VII - Pacar Baru Iren'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-6317845197592265258</id><published>2009-06-05T21:01:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T21:36:57.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>BAB VI - Dia Lagi Deh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(harap bacanya dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bab I&lt;/span&gt; yaa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam lima sore di rumah nenek, aktifitas rutin yang kebanyakan peng-huninya lakukan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Untuk nenek sendiri&lt;/span&gt; : masak makanan buat dimakan besok pagi (kenyataan bahwa microwave itu sangat berguna di rumah ini), ngemil kue bikinan sendiri sambil nonton acara sore atau biasa disebut dengan ‘infotaiment’.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Uwak Ning&lt;/span&gt;   : menghindari kemalasan nenek memasak di pagi hari dengan menyiapkan makan malam (untuk malam), ngemil kue bikinan nenek sambil nemenin nenek nonton ‘infotaiment’.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Uwak Didik&lt;/span&gt; : masih ngurusin (bukan perutnya yang kaya gentong) usaha optik dan apoteknya yang kebetulan mempunyai kesamaan tempat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4. Teh Tia&lt;/span&gt; : sibuk dengan pelajaran dan pengajarannya pada anak SD + SMP yang membutuhkan guru privat matematika (pelajaran yang sukses membuat Ollie pingsan saat ujian). Calon dokter genius yang keseharian-nya selalu diisi dengan membaca (buku pelajaran pastinya).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5. Sedangkan Ollie&lt;/span&gt; : dengan bangga memamerkan sebuah suara yang mengguncang di kamarnya. Menunjukan kehebatannya mengenai keberuntungan dalam tes SPMB kemaren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang dari kecil Ollie mempunyai cita-cita untuk dapat menghibur orang dengan senandungnya. Tapi, semenjak menderita karna dilempar botol saat mengikuti lomba nyanyi di sekolahnya... membuat Ollie sadar dan memutuskan bernyanyi demi kesenangan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini Ollie akan pergi lagi ke CheZZin lagi. Bersama Iren. Dan bejibun SMS yang memaksa, seperti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Message 1, 15.47&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;From :   Iren My Beibilop&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Lie... syalan loe!! Kok kabur sih tadi,, pan msh ad yg mau gw omongin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Message 2, 15.50&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;From :   Iren My Beibilop&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Udh kgk usah minta maap,, mlm ini kt k CheZZin, oce!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Message 3, 16.01&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;From :   Iren My Beibilop&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Kgk pake Protes!! Gw mau lo ngeliat lagi pianis kmaren. Kalo ganteng, pan lo jg yang seneng. Syapa tau dia yg bkl ngisi hati lo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah SMS ke-3 ia terima, Ollie jadi bener-bener berpikir. Pianis itu, jam setengah sembilan dia bakal main lagi. Dan Ollie jadi bener-bener membulatkan keinginannya mengikuti kemauan Iren. Mantaps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Message 4, 16.45&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;From :   Iren My Beibilop&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;ok deh, sepakat semuanya. Nanti gw jmpt lo jam 7.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Message 5, 17.31&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;From :   _Regha&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Ada suami lo tuh d MYTV.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Message 6, 17.33&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;From :   Iren My Beibilop&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;ollie.. liat MYTV, please. Sekarang, please.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak, dari pembahasan tentang pianis, langsung berpindah ke acara Justin Timberlake di MYTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Message 7, 18.45&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;From :   Iren My Beibilop&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Gw jmpt lo sekarang. Jgn lupa bw White Broken-nya ya! Kt bhs nnt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duk-duk-duk..&lt;br /&gt;Terdengar suara pintu di ketuk dari arah pintu utama rumah nenek. Tidak salah lagi, sekarang jam 7 malam, pasti Iren yang datang untuk menjemput Ollie. Ollie dengan segera berlari menyalip nenek yang baru saja ingin membuka pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biar Ollie aja nek.” Ollie membuka pintu. Terlihat di luar Iren yang sudah berpakaian rapih, wangi dan cantik. Beda dengan dirinya yang masih memakai kaos oblong dan bercelana pendek. “Hoi.”&lt;br /&gt;Iren menyempatkan 2 detik untuk melihat penampilan Ollie, lalu ia mengernyitkan dahi. “Lo mau pake ginian?”&lt;br /&gt;“Gue belum mandi tau.”&lt;br /&gt;“Hngaa..! Duh Ollie, udah berapa kali sih gue ngirim SMS ke lo, masa gak ada yang di baca?”&lt;br /&gt;“Gue sengaja tau.” Ollie menarik Iren masuk ke dalem. “Supaya lo bisa kenal deket sama nenek gue.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sampai di ruang TV. Di sana duduk nenek. Yang lagi asyik ganti-ganti ‘cenel’ TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nek, Ollie titip Iren ya.” Ollie meninggalkan Iren bersama neneknya. Sedangkan dia pergi ke ruang belakang untuk mandi.&lt;br /&gt;Iren duduk di sebelah nenek, dengan senyum-senyum nakalnya. “Nek.”&lt;br /&gt;“Eh iya, Iren nyak. Ollie teh sering cerita tentang kamu ke nenek. Mau pergi kemana sih, malem-malem, anak gadis juga.”&lt;br /&gt;“Hngg.. mau ke cafe nek sebentar, ada urusan mendadak. Lagi nonton apa nek? Kok di ganti-ganti mulu.”&lt;br /&gt;“Ini, lagi nyari ‘Infotaiment’, kumaha atuh, masa teu’ aya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeger.. jam 7 nih lebih nih, masih ada gosip?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Lima belas menit sudah Iren menunggu, akhirnya Ollie keluar juga dari kamar mandi. Tapi masih ada 10 menit untuk nunggu Ollie dandan, juga 5 menit untuk nunggu Ollie pamitan kepada neneknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua melewati gelapnya malam, lalu mereka memasuki mobil VW kodok Iren. Kini penampilan Ollie menjadi lebih fresh. Beda dengan Iren yang sudah mulai ngantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana Ren pendapat lo tentang nenek gue.”&lt;br /&gt;“Sama kayak lo, doyan nonton gosip.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berlalu. Ollie tak akan lupa dengan pesan nenek tadi, ‘Hati-hati nyak geulis, di Bandung banyak brandalan. Jangan coba maen-maen sama mereka. Salah-salah nanti kamu diapa-apain lagi.’ Dan juga gak lupa pesan di sisi yang lain, ‘Kalo pulang, tolong beli’in nenek batagor, nyak!’. Huh.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Kembali dalam suasana klasik di CheZZin. Tempat ini kembali dipenuhi oleh wanita-wanita berlipstik dan farfum menyengat mereka. Ollie juga kembali merasakan kejanggalan saat berada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo Ollie nggak terpesona dengan alunan pianis kemaren, mungkin Ollie nggak akan rela balik lagi ke sini walau harus di seret sekalipun. Hanya ada 5 ke-giatan utama yang akan Ollie penuhi disini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-mendengarkan alunan musik sang pianis kemaren.&lt;br /&gt;-mendekati sang pianis.&lt;br /&gt;-minta kenalan.&lt;br /&gt;-sukur-sukur kalo ganteng minta no. HP&lt;br /&gt;-kabur dari cafe itu dan berjanji tak akan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sepertinya Iren berkehendak lain. Ada kegiatan di luar kegiatan Ollie tadi yang sudah Iren rencanakan. Penjabaran tentang buku White Broken kepada Ollie yang mungkin kurang mengerti dengan penjelasan-penjelasan dalam buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mana White Broken nya?” Iren menyodorkan tangnnya di depan Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie mengubek-ngubek tas, dan mengambil sebuah buku yang dimaksud. Di taruhnya buku itu di atas tangan Iren. Iren membacanya sebentar (15 menit itu sebentar lho untuk membaca buku, apa lagi buat yang mau ngeguru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana Ren, dapet nggak pokok bahasanya? Gue mah nggak ngerti.”&lt;br /&gt;“Lumayan.” Lumayan, berarti Ollie masih harus menunggu lagi. “Dalem buku ini terdapat jenis-senis patah hati yang sedang pembaca rasain. Pertama patah hati karna kejenuhan dia terhadap lo, kedua patah hati karna penghianatan. Dan ketiga.. patah hati karna ditinggal untuk selamanya.” Iren memulai sesi pengajaran. “Kira-kira lo masuk kategori yang mana, Lie?”&lt;br /&gt;“Menurut loe? Nggak ada apa yang patah hati karna di tinggal pergi ke Amerika dan sampe sekarang kita nggak tau keadaan dia.”&lt;br /&gt;“Isi buku ini nggak mungkin sama persis kaya kisah lo.” Iren melotot dan memperkeras suaranya. “Ya mungkin elo masuk ke dalem kategori nomor 3 deh Lie.”&lt;br /&gt;“Tapi...”&lt;br /&gt;“Lo nggak tau keadaan dia sekarang. Lo sama Joni itu udah kayak di dua dunia. Menjalin cinta tapi tanpa kontak. Dan dalam kategori 3 ini, lo diajak supaya bisa nge ikhlasin kepergiannya karna takdir yang udah diatur. Ngerti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie memalingkan pandangannya ke arah lain. Dia enggan menatap mata Iren yang penuh harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita sama-sama kehilangan, tapi jangan berpiki negatif dulu.” Iren menggenggam pergelangan tangan Ollie yang makin mendingin. Lalu ia menutup buku yang ia pegang. “Kita lanjutin pelajarannya besok aja ya.”&lt;br /&gt;“Lho, kenapa Ren? Gue gak sedih kok, terusin dong!” Ollie memaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Iren menunjuk seseorang yang sedang berjalan mendekati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei girl!! Ada acara apa’an nih dateng kesini? Pada kangen sama gue ya.” Ruben nyamber dan langsung menduduki kursi yang tersisa di meja itu (meja Ollie dan Iren pastinya).&lt;br /&gt;“Hati-hati, orang ge-er itu bibirnya jeber lho.” Saran Ollie dengan maksud ingin mengejek.&lt;br /&gt;“Nandy mana nih? Kok nggak keliatan.” Ruben celingukan ke sekitar.&lt;br /&gt;“Nggak pa-pakan kalo berdua doang? Aku Cuma mau nganterin Ollie yang mau kenalan sama pujaan hatinya kemaren.”&lt;br /&gt;“Puja’an hati? Nanti dulu dong mbak, kita liat tampangnya dulu.”&lt;br /&gt;“Jadi kalo ganteng, mau lo gaet? Kalo buruk rupa, mau lo apa’in dong?” Iren bertanya. Ollie tersenyum, senyuman yang nakal. “Wah, cewek dangkalan lo!” Dari senyum najong Ollie, mungkin Iren sudah dapat menebak jawabannya.&lt;br /&gt;“Ngomong-ngomong, cowok yang lagi lo omongin ini, pianis kemaren ya?” Ruben memastikan dengan gaya yang ‘gue-alergi-sama-curut’. “Tenang aja, kalo liat tampang sih, lo nggak bakal kecewa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren dan Ollie saling tatap. Lalu mereka mengeluarkan senyum kemenang-an. “Inner nya gimana, Ben?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Ruben kini berubah menjadi gaya yang ‘gue-geli-sama-anjing-buduk’. “Jujur, gue gak terlalu suka sama inner nya.” Ruben menatap pandangan sedikit kecewa dari raut wajah Ollie, begitu juga Iren. “Ya itu baru menurut gue. Semua itu kan relatif. Lo mau kenalan sama dia, Lie?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau, tapi kok dari tadi dia nggak muncul ya?”&lt;br /&gt;“Hari ini dia lagi main di cafe sebelah. Sini gue anterin, kita nggak perlu keluar kok, tinggal lewat lorong belakang aja.” Ruben menarik tangan Ollie dan Iren. Dengan pasrah, mereka mengikuti kemana Ruben inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berjalan memasuki sebuah lorong. Lorong yang cukup besar dan gelap mungkin. Dengan tempelan-tempelan lilin kecil di dinding lorong itu. Lorong itu kira-kira mempunyai panjang 12 meter. Baru memasuki lorongnya saja suara musik dengan volume yang cukup memengangkan telinga sudah menggelegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cafe ini sungguh berbeda dengan CheZZin. Suasananya anak muda banget. Dinding cafe ini hampir seluruhnya terdiri dari kaca. Warna sofanya hitam, merah dan sedikit kuning (maaf bila menjijikan). Orang-orang yang berada di dalem mengenakan baju yang lebih santai. Setara dengan baju yang sedang mereka gunakan. Musik yang dimainkan juga jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cafe ini emang khusus buat kita-kita. Nandy aja yang terlalu tua, doyannya dengerin musik klasik atau jazz.”&lt;br /&gt;“Aku juga suka kok sama selera musiknya mas Nandy.” Ollie protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruben berhenti pada sebuah sekat yang berisi seperangkat tempat duduk. Lalu ia melepaskan genggaman tangan yang menggenggam tangan Ollie dan Iren. Mereka menduduki pantatnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok tumben kita nggak duduk di deket panggung?” tanya Iren.&lt;br /&gt;“Yang duduk di sebelah panggung itu khusus buat orang yang mempunyai kekuatan kuping lebih dari orang normal. Musik yang di mainin di panggung itu bisa ngebuat jantung lo lompat-lompat.” Ruben menjelaskan. “Cafe ini masih satu grup sama cafe sebelah. Namanya DubZZ. Oh ya, kayaknya Kei baru selesai main tuh, gue bawa dia kesini ya.” Ruben berlalu setelah mendapat anggukan kepala dari Ollie dan Iren.&lt;br /&gt;“Ren, nama pianis itu siapa? gue lupa.”&lt;br /&gt;“Mmmm.. Keiwataru Takainuchi katanya.”&lt;br /&gt;“Lucu ya, namanya Jepang banget. Padahal katanya Indonesia asli.”&lt;br /&gt;“Bokapnya Jappanesse holic kali.” Iren menatap Ruben yang berjalan men-dekat sambil membawa seorang lelaki. Mereka berjalan di belakang Ollie. Semakin dekat. Iren makin dalam melihat lelaki yang di bawa Ruben.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa ya.. siapa ya.. kok kayaknya gue kenal. Iren bergumam dalam hatinya. “Lie, kayaknya gue pernah liat orang itu deh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh iya, itu kan waitress yang nganterin minuman buat kita kemaren ya?”&lt;br /&gt;“Bukan yang itu, di belakang.” Iren menunjuk tanpa memandang mata Ollie yang berlaenan arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie membalikkan badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lie, Ini yang namanya Kei.” Ruben memperkenalkan orang di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jegerr..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai disambar petir rasanya. Lelaki bersweater ijo. Yang melayangkan hati Ollie lewat lagunya kemaren, yang dicari-cari untuk di ajak kenalan, ke’IWAT’aru. Bisa ya. Pertemuan mereka selalu tak bisa diduga.&lt;br /&gt;Maksud semua ini apa?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Terpaksalah Ollie harus berbincang-bincang dengan Iwat, juga Iren yang sepertinya dari tadi punya niat buat nyomblangin mereka berdua. Iren bertanya macam-macam kepada Iwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ren, udah malem nih, nanti gue gak sempet beliin batagor buat nenek gue.” Ollie mulai mengeluh.&lt;br /&gt;“Oh iya, kayaknya bentar lagi gue juga mesti manggung nih.” Iwat mem-bela.&lt;br /&gt;“Ya udah lah,  yuk Lie. Dah, Iwat. Lain kali ketemu lagi ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren dan Ollie pergi ke lorong lagi untuk mengambil mobil nya di cafe sebelah. Saat ingin memasuki lorong, tiba-tiba ada waitress yang memanggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permisi teh, ini ada titipan dari A’ Ruben.” Waitress itu mengantarkan sebuah potongan kertas kecil kepada Iren.&lt;br /&gt;“Buat saya?”&lt;br /&gt;“Katanya sih buat Iren.”&lt;br /&gt;“Oh, makasih ya.”&lt;br /&gt;“Sami-sami.” Dia berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren masih bingung dengan kertas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buka dong Ren!” pinta Ollie.&lt;br /&gt;“Entar aja ah.” Iren memasukannya ke dalam saku celananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Di dalam sebuah kamar kos yang simple dan dingin, tergeletek seorang perempuan cantik sedang mengalami kecapekan akibat menemani temannya keliling-liling nyari kios batagor yang berada di Bandung seluas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tiduran,ia mencoba merogoh kantong celananya, dan mengambil sebuah kertas di dalam (kantong maksudnya). Setelah beberapa detik mencari, akhirnya tersentuh juga (woi.. woi.. maksudnya kertas itu). Dia membuka, dan membaca sebuah tulisan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;08167577xx&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Please, call me on 11 o’clock&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Ruben&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat ke jam dinding ber title Monokorobo black and white yang terpaku di atas kasurnya. 11.36, sudah terlambat sih, tapi mungkin Ruben masih menunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambilnya sebuah HP dan langsung ia pencet 10 digit nomor yang telah tertera. Iren (nah akhirnya Iren juga) menunggu, masih menunggu dan saking lamanya menunggu, Iren hampir saja mau menutup sambungan itu. Tapi saat ia ingin memencet tombol merah, tiba-tiba terdengar suara keras keluar dari HP-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo, siapa sih nih? Jam segini nelpan-nelpon, lo kira gue ini kuntil anak apa?” suara itu terdengar kasar dan sedikit semaunya. Mungkin akibat tak sadar-kan diri saat menerima telpon itu&lt;br /&gt;“Ruben. Kamu yang nyuruh aku nelpon, tapi kok kamu yang ngambek?”&lt;br /&gt;“Eh, Iren.” Suara di sana terdengar lebih segeran. “Lagian kamu nelpon jam segini! Aku kan nyuruhnya jam 11.”&lt;br /&gt;“Ya ampun, Cuma kelebihan setengah jam doang.”&lt;br /&gt;“Setengah jam..” Ruben diam, sepertinya ia sedang melihat jam. “Setengah jam tujuh menit.”&lt;br /&gt;“Beda dikit. Mau ngomong apa sih, cepet dikit dong.”&lt;br /&gt;“Mmmm, Ren.”&lt;br /&gt;“Ya...”&lt;br /&gt;“Emm.....”&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“I MISS YOU...? Hahahahaha.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie berkaget-kaget ria di kampus saat Iren menceritakan kejadian semalam bersama Ruben. “Gila, 2 kali pertemuan lho.” Ollie menyodorkan  tanda peace ke depan mata Iren, dengan suaranya yag masih tersendat-sendat.&lt;br /&gt;“Iya, baru dua kali pertemuan.”&lt;br /&gt;“Hebat lo Ren, itu tandanya si Ruben jatuh cinta sama lo.” Ollie menepuk pundak Iren.&lt;br /&gt;“Gue juga tau, tauan manasih gue sama lo soal cinta?”&lt;br /&gt;“Ya tauan lo dimana-mana lah. ‘Oww, jangan-jangan lo dah jadian lagi. Pajak nya dong?” telapak tangan Ollie terbuka di depan mata Iren.&lt;br /&gt;“Belum.”&lt;br /&gt;“Massssaaak”&lt;br /&gt;“Capek ah ngomong sama lo!” Iren mempercepat jalannya menjauhi Ollie dengan senyum-senyum malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Ollie berlari mengejar Iren, tiba-tiba.. “Waaaaw, Outch.” Kakinya terjelembab ke dalam got kecil, dan mengakibatkan sebuah bunyi ‘cklik’ dari telapak kakinya yang berada dalam got. “Adaaaww!!”&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Iwat berjalan memasuki kantin terbesar di kampus ini. Dan kantin inilah yang paling doyan ia datangi. Selain masakannya enak, letaknya juga tak jauh dari gedung Elektro. Dia biasa datang kesini sekitar jam 12 untuk menemui Dean, selingkuhannya (bussyet). Sama dengan hari sebelumnya, Dean lah yang paling rutin datang, semetara Iwat, kalo dia lagi segan aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan keadaan santai ia menerobos bau-bau makanan yang menggoda. Tanpa menghiraukan suara misterius yang memanggil-manggil nama-nya. Dia masih berjalan sampai akhirnya menemukan incarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei Bro! Wah, makan apa nih? Bagi-bagi dong.” Iwat nyerocos sambil me-ngangkat semangkuk mie ayam yang sedang dinikmati Dean.&lt;br /&gt;“Heh.” Dean kembali mengambil semangkuk mie ayam yang sayang bila di relakan untuk Iwat. “Tumben lo kemari?”&lt;br /&gt;“Kangen aja sama kamu.” Iwat duduk di samping Dean dan memeluk tubuhnya. Dean yang terganggu langsung memberontak. “Biasa aja kale.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dean melahap makanannya dan menunggu Iwat yang sedang memesan makanan juga. Tidak berlangsung lama, Iwat-pun kembali membawa sebotol pepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dapet salam tuh dari Dini, katanya dia baru putus sama cowoknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada reaksi apapun dari Iwat saat mendengar kabar itu, dia masih meminum pepsi nya santai. “Ehemmm. Udah 11 kali gue denger kabar itu. Nggak penting banget sih, ngapain pake nyampe’in ke gue. Mau dia putus kek, mau dia cere’ kek, mau boker, mau ngidam, mau teler, mau mati, yang namanya ‘Dini’ mah bukan urusan gue.”&lt;br /&gt;“Sok jual mahal lo! Cewek sempurna di tolak.”&lt;br /&gt;“Heh, nggak ngerti-ngerti ya lo. Udah gue bilangin, ‘cewek itu nggak penting’ (sialan lo Wat), bisanya Cuma nyusahin cowok doang. Meronta-ronta sok manja untuk minta dikasihani.”&lt;br /&gt;“Dikasihi.”&lt;br /&gt;“Sama aja.”&lt;br /&gt;“Beda kasep (ganteng).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Istri =   Pi, Papi. Mami udah nggak kuat lagi nih, mau ngelahirin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Suami =   Sabar ya Mi, jalanannya masih macet nih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Istri =   Cepeeet,salip-salip aja mobil di depan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Suami =   Sabar Mi, sabar. Mana bisa nyalip, nanti kita nya yang mati.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Istri =   Udah deh kalo kayak gini lebih baik Mami aja yang mati sekalian!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huh. Bikin ‘Capek deh’.” Iwat berhenti sebentar untuk menyedot pepsi-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Dean, dia hanya mendengarnya secara pasrah, padahal dia udah sering banget mendapat penjelasan itu dari mulut Iwat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehemm. Dan lagi, menurut cowok sinting katanya cewek itu bisa me-muaskan nafsu laki-laki. Tapi apa’an, kebahagiaan yang mereka kasih itu semu. Bisanya Cuma ngasih anak doang, selebihnya, laki juga kan yang ngurus anak itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Suami =   Buset dah, stiap hari gue dijejelin bakwan goreng mulu ya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Istri =  Heh, masih mending dimasakin, mami sibuk nih! Gak ada waktu masak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Suami =   Sibuk apa’an? Uang, ada yang ngurus, anak, ada juga yang ngurus. Sibuk             shoping mah? Masak itu kan gak lama.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Istri =   Papi udah nggak percayaan lagi sama mami, kalo gitu Mami mati aja deh! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu mah emang si Mami-nya kagak normal.” Dean melahap suapan ter-akhirnya.&lt;br /&gt;“Nah, sama aja kayak cewek-cewek biasanya.”&lt;br /&gt;“Kalo gitu elo yang punya kelainan!” Dean bergegas meninggalkan Iwat. “Ada satu pemberian cewek yang gak bakal lo temu’in dalam sosok cowok. Cinta. Setiap cowok bakal luluh bila mendapatkan cinta seorang cewek.” Dean berlalu meninggalkan Iwat yang masih termangu.&lt;br /&gt;“Hmm, cinta.” Iwat berkata seolah ‘gue-nggak-kenal-sama-dia’. “Dasar Ten‘dean’.” Dia menghabiskan pepsi-nya, dan kemudian pergi menjauhi kantin. Iwat.. Iwat, makanya kalo mau ngerasain cinta, belajarlah menghargai cewek!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Dalam sebuah ruangan, sepi, seorang wartawan yang wajib menunaikan segala kewajibannya, diminta untuk mengintrogasi seorang psikolog awam tentang apa dan akibat patah hati itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“Bagaimana menurut anda tentang manusia yang sedang patah hati?” Wartawan membuka pertanyaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“Mmm.. menurut saya manusia yang sedang patah hati itu harus memiliki banyak duit untuk membayar psikolog handal seperti saya. Ooo.. syukur-syukur mereka bersedia untuk melaksanakn operasi pencucian otak. Ya.. sekedar menghindari...”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“Sory-sory pak, apa itu tidak terlalu berlebihan?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“Okay, bagi orang yang gak mau ambil ribet atau ‘kere’, sepertinya RSJ lah tempat yang cocok untuk mereka.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“Saya tidak sedang membicarakan orang sakit jiwa.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“Apa bedanya?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“Orang patah hati itu cenderung masih nyambung dibanding orang sakit jiwa.” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“Lho.. saya kan pakarnya, kok anda yang sewot sih?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“Ya.... What ever lah.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“Truss, apa yang akan anda tanyakan disini?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;“.......”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Sejak saat itu sang wartawan pun menyadari bahwa ternyata orang pintar itu banyak yang sakit jiwa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Ya.. memang sakit jiwa.. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Orang terpelajar itu banyak yang sakit jiwa..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Orang patah hati gak kalah banyak yang sakit jiwa..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Percintaan terhadap sesuatu menjerumuskan kita ke penyakit itu..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Cinta pelajaran, cinta karier, cinta pacar..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Cinta itu bodoh..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Memang cinta itu bodoh..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Ya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang cinta itu bego.”&lt;br /&gt;BUKK&lt;br /&gt;Sebuah hantaman buku esiklopedia 2380 halaman pun berhasil membangunkan Iwat dari semua mimpi singkatnya.&lt;br /&gt;“KAMU LEBIH BEGO!! Dasar Iwat. Siapa yang nyuruh kamu tidur di kelas saya??!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tragedi di rumah neneknya Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AAA....WWW, AMPUUUUN NEKK. SAKKIIIT.”, teriak Ollie yang sukses membangunkan kebo mati di Madiun (entahlah).&lt;br /&gt;“Cicing (diem) atuh, geulis.” Nenek dengan tenaga kebonya dalam proses pe-remukan kaki Ollie yang keseleo.&lt;br /&gt;“Aduh.. duh.. patah nih, patah.” Ollie makin gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krek..&lt;br /&gt;Nenek makin sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ASTAGFIRULLAH......”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  ***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-6317845197592265258?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/6317845197592265258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=6317845197592265258' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6317845197592265258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6317845197592265258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/06/bab-vi-dia-lagi-deh.html' title='BAB VI - Dia Lagi Deh'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-8195096022015859406</id><published>2009-06-04T08:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T09:20:21.449-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>BAB V - Denting Pertama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hmm.. hari pertama ospek. Tegang.. tentu mereka rasakan. Apa lagi buat mereka yang gak kuat di bentak-bentak, seperti Ollie. Sungguh gak bisa nahan untuk mengeluarkan air mata bila dibentak. Tapi dia akan mencoba untuk selalu positive thingking bahwa dia bisa dan tidak akan buat masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie keluar dari mobil Iren, lengkap dengan atribut yang wajib dikenakan, seperti papan nama terbuat dari kardus dan bertalikan ravia yang sudah dikepang, kaos oblong putih, celana levis super duper rusuh, topi tentara, rambut acak-acakan, dan.. segala perlengkapan lagi yang membuat orang lain yakin bahwa ‘mereka lah orang gila depan rumah gue’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang berpelengkapan mirip dengan Ollie dan Iren masuk ke dalam kampus. Merekalah teman-teman senasibnya. Ollie menghembuskan nafas-nya panjang, dan menatap &lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Iren dengan perasaan tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Santai aja kali Lie. Asal lo turutin semua yang mentor suruh, lo gak bakal nangis deh.” Iren menghibur dan sedikit menyindir.&lt;br /&gt;“Gue bakal buktiin kalo gue gak cengeng lagi.”&lt;br /&gt;“Seterah ape kate lo dah!” Baru saja mereka melangkahkan satu kakinya, tiba-tiba tepat di belakang mereka sesuatu teriakan keras yang telah sukses mem-buat kebo terbangun. Teriakkan menyuruh semua untuk segera masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie, Iren dan yang lainnya yang masih berada di luar, segera masuk ke dalam kampus. Di sana sudah berkumpul para Junior dan mentornya. Mereka berdiri sembarangan di manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren sepertinya sudah mempersiapkan secara mantap, bukti dari tadi dia cengar cengir mulu. Beda dengan Ollie yang gak henti-henti berdoa sambil me-yakinkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First day... first day. Apa saja bisa terjadi di first day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;First day, hmm.. benar-benar melelahkan. Gak ada yang bisa memungkiri-nya. Tapi kesenangan di hari pertama dan terakhir akan melebihi hari berikutnya (Semoga kalian setuju).&lt;br /&gt;Semua mahasiswa keluar dari kampus saat jam sudah menunjukkan pukul 09.00. Dengan muka yang sudah tak berbentuk lagi. Baju putih mereka sudah ber-mmetamorfosis menjadi sedemikian rupa, ada yang berubah warna, ada yang berubah bentuk, bahkan ada yang lenyap tak tersisa lagi (just for boys!!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki mereka seakan berjalan sendiri tanpa ada perintah berarti dari pengendalinya. Kadang ada mata yang tak terbuka. Al hasil, sedikit kecelakaan pun terjadi. Gak sedikit yang saling menubrukkan diri ke pohon, tiang, maupun temannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie yang baru kena hukuman dari mentor karna ke lemotannya men-jalankan perintah, jelas-jelas udah gak sanggup lagi menghentakkan kakinya akibat hukuman berlari berpuluh-puluh menit. Untung saja seorang laki-laki kenalan Iren bernama Nandy yang senantiasa mau membopong Ollie di belakang sampe ke mobil Iren. Padahal Nandy itu kan gak lain adalah mentor mereka juga, yang waktu itu jadi korban curi-curi pandangnya Ollie. Ternyata dia masih kenal sama Iren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren masih setia mengelus-ngelus punggung Ollie sambil berjalan. Padahal dia juga sedang dilanda kecapean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie-Ollie, untung loe masih punya sahabat yang selalu menyertai loe dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nandy mendudukkan Ollie di kursi VW Iren. Ollie menghembuskan napasnya (hal ini mungkin lebih wajar di lakukan Nandy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafin mereka yah, mereka emang keterlaluan. Dari dulu aku emang gak pernah suka sama yang namanya senioritas. Tapi..”&lt;br /&gt;“Gak papa kok Mas Nandy.” Panggilan ‘mas’ menyertai nama Nandy. Walaupun ini adalah Bandung, tapi sebagian besar mahasiswa di sini berasal dari Jawa. Jadi sudah terbiasa para Junior memanggil Senior nya dengan nama panggilan khas Jawa.&lt;br /&gt;“Ya udah, kalo ada apa-apa, ngomong aja sama aku.” Nandy berdiri dan menutup pintu mobil setelah menerima anggukan kepala Ollie. Iren yang udah duduk di sebelah Ollie, segera mengeluarkan mobil dari parkiran, dan me-lambaikan tangannya ke arah Nandy lewat jendela mobil yang terbuka. Bukan terbuka, tapi emang sengaja dibuka. Maklumlah, mobil Iren yang gak ber AC akan membuat nya sesak napas di dalam apabila tidak ada udara yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Ollie terhadap Nandy semakin dalam. Ollie gak henti me-mandang sampai akhirnya tak terjangkau lagi oleh matanya. “Entah kenapa ya Ren, setiap gue natap Nandy, kok tiba-tiba gue inget jelas Joni. Gue ngerasa kalo di antara mereka berdua ada ikatan batin.”&lt;br /&gt;“Hmm.. emang sih Nandy itu mirip Joni, tapi.. gak mungkin kan mereka kakak-adek?” Iren serentak mengembalikan kartu parkir ke sang penjaga gerbang.&lt;br /&gt;“Gue gak pernah tau kalo Joni punya sodara kandung.” Ollie mengerutkan dahinya. “Ya semoga aja ini jadi pertanda.”&lt;br /&gt;“Pertanda?”&lt;br /&gt;“Pertanda kalo gue masih di ijinin ketemu Joni.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iren memaklumi kerinduan Ollie yang udah beberapa bulan ini mesti rela menahannya sendiri “Oh ya Lie, kemaren lo mau curhat apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie tersenyum kecil. “Udah lah, gak begitu penting.” Senyum Ollie makin mengejek.&lt;br /&gt;Ejekan yang terlalu tertuju pada kebodohannya menunggu Joni pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ini dia hari terakhir, setelah seminggu lamanya diadakan. Jelas hari terakhir ini tidak terlalu melelahkan seperti hari pertama. Semuanya bergembira, hari ini penuh tawa. Pukul 7 malam semuanya udah pada bubar dan berhamburan kemana-mana. Beberapa dari mereka ada yang berteriak me-nandakan keresmian mereka menjadi mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya termasuk Ollie. Dia gak bisa nyangka kalo dia bener-bener bisa jadi mahasiswa Universitas unggulan. Berarti gak lama lagi, cita-cita Ollie untuk menjadi pengusaha sukses disamping cita-cita nya yang ingin menjadi istri Justin Timberlake, akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iren.. Ollie..” seseorang memanggil dari belakang. Iren dan Ollie pun serentak menengok.&lt;br /&gt;“Halo Mas Nandy!”&lt;br /&gt;“Hai.. eh selamat ya.. kalian udah berhasil ngelewatin masa-masa menyebalkan ini.”&lt;br /&gt;“Menyebalkan? Masa sih? Masih ada tuh masa yang lebih menyebalkan. Jika harus di cekokin ujian-ujian aneh.” Ollie menggerutu.&lt;br /&gt;“Hahaha.. bisa aja kamu Lie. Ke caffe dulu yuk, refreshing.” Nandy mengajak.&lt;br /&gt;“Caffe, dengan bau badan yang kayak begini?”&lt;br /&gt;“Udahlah nggak apa-apa, gak akan kecium kok, tempatnya gede.”&lt;br /&gt;“Boleh sih, ayo. Mas Nandy naik apa.”&lt;br /&gt;“Aku naik angkot.”&lt;br /&gt;“Yaudah, naik mobil aku aja yah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya masa sih kalian ngebiarin gue naik angkot sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;CheZZin!!&lt;br /&gt;International Cafe and Restaurant&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Begitulah nama yang terpampang di cafe bermodel heritage modern ini. Dari gedungnya aja, sudah tergambar suasana classic yang sangat bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iren memarkirkan mobilnya, sederet dengan mobil-mobil mewah. Mungkin pemilik mobil mewah akan mengira bahwa salah satu ac disini tidak berfungsi, sehingga harus di service dulu, atau atap dapur yang kebetulan bocor, saat melihat mobil Iren yang terparkir disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mereka masuk ke dalam cafe dengan dipimpin oleh Nandy. Ollie dan Iren celingukkan melihat ke sekitarnya. Semua perempuan yang keluar masuk hampir semua berparfum sungguh menyengat, serta-merta accesoris dan pasangan lelakinya. Mereka seolah menatap ilfill ke arah 3 pemuda berbau apek. Di hati Ollie dan Iren pun serasa ada yang mengganjal. Mereka mulai saling sikut-menyikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Mas Nandy, aku gak tenang nih. Sampai kapan kita berjalan melewati mereka-mereka?” Iren membisik ke kuping Nandy.&lt;br /&gt; “Sampai kita duduk disini.” Nandy menyentuh kursi dan langsung mendudukinya. Kursi dan meja berkaki tinggi yang terletak pas di depan sebuah panggung berisi alat-alat musik pemainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ollie dan Iren ikut duduk di kursi yang pas tersisa dua. Mereka kembali celingukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Mas gak malu apa? Disini itu tempatnya orang-orang berkelas! Bukan anak bau kencur kayak kita.” Ollie&lt;br /&gt; “Udah lah, kalian pada dengerin musiknya aja, keren-keren. Itung-itung buat cuci otak dari kejadian kemarin.” Emang keren-kerensih musiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nandy mengambil menu makanan yang sudah tertera di atas meja. Dan segera melambaikan tangan untuk mengharapkan seorang waitress datang. Tak berangsur beberapa menit, salah satu dari mereka menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “What can I do for You?” disini semua penghuni memakai bahasa International. Bahkan cleaning service pun bergosip dengan bahasi inggris.&lt;br /&gt; “Kalian mau pesen apa? Apa aja, kali ini aku yang bayarin.” Nandy menyodorkan daftar menu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ollie yang duluan menggapainya, mulai melihat-lihat. Iren nebeng. Nama makanannya aneh-aneh. Entah nama makanan dari manakah ini. Mereka nggak berani melihat harganya. Tapi Iren ingin menguji nyalinya. Hampir ia melihat satu angka dari beberapa angka di harga itu, sebelum akhirnya Ollie menutup buku menu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ada Mi Rebus telor nggak?” Ollie bertanya seolah mengejek cafe CheZZin ini. Iren menyikut Ollie yang tak bisa menyembunyikan kehumorannya. “Aku bingung Mas Nandy, aku cukup teh anget aja deh.”&lt;br /&gt; “Ollie....” Nandy masih tersendat-sendat setelah tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ollie kembali membuka daftar menu di bagian minuman. “Ok, Soft Blue Berry.. apalah itu namanya.” Ollie yang hanya asal nebak, memberikan daftar menunya ke Iren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tapi langsung di tutup oleh nya. “Samain aja deh.” Iren mengoper ke Nandy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Well, two ‘Soft Blue Berry’ and one ‘Hot Cappucino’.” Nandy berbicara pada waitress. Waitress itu pergi setelah membacakan kembali minuman-minuman yang baru di pesan.&lt;br /&gt; Plok-plok-plok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebuah grup band baru selesai dengan pertunjukannya. Seluruh pemain me-nuruni panggung disertai dengan tepuk tangan para pendengarnya, termasuk tiga remaja tadi. Seseorang yang baru turun dari panggung, datang menghampiri Ollie, Iren, dan Nandy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Woi bro! Bawa cewek lo sekarang.” Orang itu menepuk bahu Nandy.&lt;br /&gt; “Temen. Ya.. tepatnya mereka junior gue di kampus.”&lt;br /&gt; “O.. Junior. Hei, I’m Ruben.” Ruben menyodorkan tangannya. Pertama ke Ollie, orang yang dia anggap paling muda.&lt;br /&gt; “Ollie.” Ollie dengan sigap menggapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seperti yang diperkirakan, tangan Ruben berpindah menggapai tangan Iren yang sudah duluan menyodorkannya. “Iren.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nama itu seakan meleleh di kuping Ruben. Tangannya lembut, suaranya lebih lembut. Ruben terpesona dengan Iren. Sepertinya ini sebuah tanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ehemm.” Ollie menyadarkan Iren dan Ruben yang sudah 5 detik berjabat tangan sambil berpandangan. “Lama banget pegangannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lantas mereka berdua menarik tangannya kembali. “Sorry.”  Ruben membalikkan badannya untuk mengambil sebuah kursi dari meja lain, dan membawanya  kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Udah lama lo gak kesini Nand.” Ruben diam saat seorang waitress  datang mengantarkan minuman. “Ngapain aja, setahu gue kerjaan lo belakangan ini Cuma nongkrong di sini sambil minum Hot Cappucino.” Sanggahnya sambil mengangkat segelas Hot Cappucino  milik Nandy. Tanpa minta izin, Ruben langsung menyesapnya. Nandy pun tak rela, dia menarik gelas itu. Biasanya kalo Ruben udah ngambil barang miliknya, sulit untuk berharap akan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ruben adalah sahabat Nandy yang terbilang paling dan sangat dekat. Belum lama sih, kira-kira sekitar 2 tahun lalu. Nandy memergoki Ruben sedang transaksi obat-obatan terlarang di sudut kota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ruben nekat ingin mencoba obat-obat itu karna tidak sanggup memenuhi kemauan orang tuanya. Mereka memaksa Ruben untuk melanjutkan kuliah dalam bidang hukum, sementara dirinya lebih memilih untuk bermain musik. Waktu itu umurnya masih 18 tahun. Dia kabur dari rumahnya karna merasa terkucilkan oleh saudara-saudaranya. Tapi dia juga tidak tau mau memperdalam hobinya ini kemana. Tak salah lagi, Nandy lah yang melamar Ruben di CheZZin. Dan sampai sekarang dia menjadi salah satu andalan caffe ini dalam bermain gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kembali ke suasana di caffe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Gue sibuk mikirin Ospek belakangan ini.” Nandy menjawab. “Gimana jalan-jalan ke ...... nya?” Kira-kira baru kemarin Ruben balik dari kota itu.&lt;br /&gt; “...... ? Yang bener?” Ollie langsung tertarik. Jelaslah, disitu tempat Joni berkuliah. “Asyik banget sih, ngapain aja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iren menyikut tangan Ollie pelan. Segitu kagetnya apa? Mentang-mentang ada Joni disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Disana gue pentas, bukan gue doang sih, hampir satu DubZZ. Namanya juga caffe International. Semuanya di bayarin deh.”&lt;br /&gt; “Oh ya.. ketemu sama Jon.. mm maksud aku Justin Timberlake nggak?”&lt;br /&gt; “Kebetulan waktu itu dia nonton. Huh banyak cerita nih......” Ruben memulai ceritanya “Bla..bla..bla..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Entah kenapa Ollie jadi gak konsen dengerin cerita Ruben, padahal dari awal dia yang paling semangat kalo denger cerita tentang Justin Timberlake. Tiga detik setelah cerita di mulai, Ollie mendengar seseorang mendentingkan piano di atas panggung. Sebernya dari tadi piano itu sudah berdenting. Tapi lagunya beda. Mungkin kalo hanya suara piano biasa, dia masih bisa mendengar cerita Ruben, tapi suara ini begitu masuk ke dalam hati Ollie. Dia sungguh terpesona.&lt;br /&gt; Ollie membalikkan badannya bermaksud ingin melihat siapa pemainnya. Baik cowok maupun cewek. Umur 10 tahun atau 80 tahun. Tapi tak terlihat. Yang Ollie lihat hanya sebuah Grand Piano. Pemainya terhalang. Ollie mengernyitkan kening. Masa dia harus medekati piano itu, hanya untuk melihat pemainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lagu itu masih bermain. Tak pernah Ollie sampai seterkesan ini. Apa lagi Ollie mempunyai kenangan tak mengenakkan tentang piano. Ollie dulu pernah kursus piano. Tapi dia merasa tidak pd saat melihat gurunya itu, benar-benar ahli dalam bermain piano. Semenjak itu dia sangat sakit hati bila melihat orang bermain piano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah +/- 5 menit lagu itu dimainkan, pemainnya berdiri, memberi hormat tanda selesainya lagu. Semua bertepuk tangan, termasuk Ollie, tidak termasuk Nandy, Iren, dan Ruben, mereka masih asyik berbincang. Pianis itu menuruni panggungnya. Dia seorang laki-laki. Belum tua. Sepertinya masih seumuran dengan Ollie. Wajahnya tak terlihat, dia memakai kupluk berwarna putih, dan bertali. Aneh, biasanya pianis-pianis yang pernah Ollie lihat, semuanya memakai Jas dan berdasi. Sedangkan dia hanya memakai sweater abu-abu, blue jeans, dan sneakers. Apalagi di padukan dengan kupluknya. Tubuh Ollie gemetar saat melihat dia turun ke belakang panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Hua.. ha.. ha.. ha..” Iren, Nandy, dan Ruben tertawa terbahak-bahak secara bersamaan. Suara mereka jelas membuat Ollie sedikit terlompat dari tempat duduknya. “Gila, gokil abiss. Haha.” Iren masih terpingkal-pingkal.&lt;br /&gt; “Kenapa sih?” Ollie bertanya kepada siapa saja yang mau menjawab.&lt;br /&gt; “Kenapa? Emangnya kamu gak dengerin Lie?” Nandy balik nanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ollie perlahan-lahan menggeleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Sorry, gak ada siaran ulang.” Ruben meledek.&lt;br /&gt; “Tadi aku terlalu serius dengerin suara piano.” Ollie memelas. “Ben, ngomong-ngomong tadi siapa sih yang main piano?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ruben berpikir sejenak. “Yang mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Baru aja tadi selesai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ruben menatap jam tangan nya, tertanda jam 8.39. “Hmm.. setengah sembilan. Anak itu ternyata udah pentas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ooow.. anak Japannesse itu ya?” Nandy memastikan.&lt;br /&gt; “Japannesse? Namanya doang yang terlalu ngayal. Tampangnya Indonesia sengak banget.”&lt;br /&gt; “Emangnya kenapa Lie? Tadi gue juga sempet dengerin lagunya.” Iren&lt;br /&gt; “Gue mah makasih deh.” Ruben mengangkat tangannya. Sepertinya dia benci dengan orang itu.&lt;br /&gt; “Aku kebawa banget sama musik itu. Aku bener-bener seolah terbang waktu dengernya.” Ollie menggambarkan perasaanya.&lt;br /&gt; “Cie.. yang lagi terbuai nih.”&lt;br /&gt; “Namanya siapa sih Ben?” tanya Ollie lagi.&lt;br /&gt; “Keiwataru Takainuchi. Puass?”&lt;br /&gt; “Kalo panggilannya?”&lt;br /&gt; “Nggak penting banget sih nanya gituan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ollie tak menanggapi ketidak sediaan Ruben untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Dia masih menatap ke arah panggung, berharap pemuda tadi akan kembali. Sambil menyedot soft blue berry yang ia pesan tadi, tetes demi tetes ia keluarkan dari sedotan, dan baru lima tetes minuman itu menyentuh lidahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Burrrr...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ollie tanpa perasaan bersalah, menyemburkan minuman (lebih tepatnya ludah) itu ke Ruben yang berada tepat di depannya. Dia langsung menampakkan tampang kepanikan dan kepahitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Kenapa lo Lie?” Ruben mengusap wajahnya yang penuh dengan cairan berwarna biru tua. Nandy dan Iren kembali tertawa.&lt;br /&gt; “Wek.... minuman apaan nih?” Ollie menjulurkan lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iren mencicipi minuman yang satu menu dengan minuman Ollie, dia malah tak sampai 2 tetes mencicipinya. Dia sudah menjulurkan lidahnya, sama seperti Ollie. Iren menatap Nandy minta penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ya orang itu alkohol, gue kira dari tadi lo pada emang minum gituan?”&lt;br /&gt; “WHAT”  Ollie dan Iren bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; Matahari sudah tinggi di atas para mahasiswa UPB yang berjalan kemana kemari. Kesibukan di sana sudah terasa lagi. Ada yang bener-bener mau belajar, main, pacaran, bahkan yang sekedar minjem lapangan olahraga. Mahasiswa/i disini memang tak setaat yang dipikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Termasuk Iwat. Mahasiswa semester 3 yang mengambil Tekhnik Elektro ini, sudah terkenal di kalangan dosen sebagai The Danger Student. Sudah berkali-kali dia mendapat surat peringatan, sudah berkali-kali dia berada di ujung tanduk D.O. Cukup banyak alasan kenapa Iwat dijuluki The Danger Student. Pertama, tukang ribut di kelas. Dan kedua, bila dia sudah mengamuk, tak kenal siapapun yang akan dianiaya, dosen pun jadi. Tapi alasan Kampus untuk tidak men D.O. nya juga tak kalah kuat. Prestasinya tak sedikit. Dia selalu mendapat peringkat pertama di setiap semester. Bila ada olimpiade, dia-lah incaran utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siang ini Iwat masih berada di kampus. Dia sudah berkali-kali berjanji pada dirinya untuk tidak lagi meninggalkan kelas. Dan setiap dia berpikir seperti itu, ada saja alasan tak masuk akal yang membuat dia malas masuk kelas. Lagi beres-beres kamar, nganterin temen yang kecelakaan, nemenin kakak belanja, atau menghadiri pemakaman orang yang sama sekali tak ia kenal. Padahal alasan-alasan itu hanya untuk menutupi ke jenuhannya bertemu dosen yang selalu ia kutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seperti halnya pagi tadi, dia membolos hanya karna ingin makan soto Bu Bariyah yang jelas-jelas lebih enak di nikmati pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iwat berjalan dengan tenang disekian banyak orang yang mondar-mandir karna takut terlambat masuk kelas. Dengan tas selempang, celana 7/8, kaos lengan panjang, dan sepatu sneakers andalannya, Iwat berjalan dengan bawaan cool nya. Dia selalu menjadi idola para cewek-cewek di sana, dan 90% penggemarnya itu juga menjadi cewek incaran para lelaki malang di kampusnya. Tapi menjadi idola di sini malah membuahkan bencana baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Simaklah apa yang terjadi siang ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; “Iwa....t. Duh, kamu kok susah banget sih dicari, dari mana aja?” itu Mia, salah satu pengemarnya. Dia doyan makan, tapi badannya kurus sekali. Itu lah yang memperjelas kandungan cacing yang bebas berenang di dalam perutnya.&lt;br /&gt; “Nggak dari mana-mana kok.” Iwat memaksakan senyumnya.&lt;br /&gt; “Wat, makan bareng di kantin yuk.”&lt;br /&gt; “Iya duluan aja, nanti gue nyusul.” Iwat pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di tempat lain...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; “Assalamualaikum, A’ Iwat.” Yang ini Siti, cewek paling alim yang pernah menjadi idola Iwat. Liat aja, dia selalu manggil Iwat dengan sebutan A’a, padahal jelas-jelas lebih tua-an dia dibanding Iwat.&lt;br /&gt; “Walaikumsalam, Sit, kalo mau nanyain tentang ka’idah-ka’idah agama, tunggu gue di kantin aja deh.” Iwat pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di tempat lain lagi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; “Hei..... kamu lagi sibuk ya, say.” Ini nih yang paling di gemari cowok-cowok di sini, Chintya, cewek berbadan eksotis ini selalu membuat Iwat merinding jika berada di sampingnya.&lt;br /&gt; “Eh.. eh.. aduh.. duh..  tunggu dong Chin, jangan di raba-raba.” Iwat men-coba melepaskan belaian tangan Chintya dari tubuhnya. Bahaya.&lt;br /&gt; “Say.. nanti malem mau kencan sama aku gak?”&lt;br /&gt; “Ok.. ok, kita bicarain ini di kantin.” Iwat pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di tempat lain lagi-lagi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; “Woii.. Iwat!! Sini lo!! Kita mesti lanjutin pertandingan kemarin. Kemaren emang gue kalah, tapi nggak untuk sekarang!” Kekey, cewek sangar berbadan atletis yang gak henti-hentinya ngajakin Iwat tanding basket.&lt;br /&gt; “....” Iwat tak bisa berkata-kata.&lt;br /&gt; “Ah, cemen banget sih, kalo udah siap, jemput gue di kantin ya!”&lt;br /&gt; Iwat berjalan menjauh tanpa perintah dari otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kira-kira 2 meter dari tampatnya berdiri...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; “Ehhmmm.. ehmm.. Iwat, mau gak kamu pacaran sama aku?” cewek ini yang paling Iwat benci, Vika, terlalu to the point, dan ke pd-an, udah 9 kali dia nembak Iwat secara langsunf. Iwat kenal dia juga karna dia nembak Iwat. Dan sebelumnya, merasa ketemu aja kagak.&lt;br /&gt; “Enggak!!!!” Iwat kasar dan menjawab mantap. Mantaps.&lt;br /&gt; “Ah bo’ong, pikirin lagi dong. Vika tunggu jawabannya di kantin ya..” Vika pergi menjauh dengan tampang berseri-seri.&lt;br /&gt; “Anjrit.”&lt;br /&gt; Masih berdiri emosi disitu.&lt;br /&gt; “Iwat..”&lt;br /&gt; “Siapa lagi sih?” Iwat menengok gemas ke arah datangnya suara. Ternyata dia bukan perempuan. Dia Dean, cowok terdeket Iwat di kampus. Dean itu tak lain adalah temen satu jurusannya Iwat. “Eh lo, knapa?”&lt;br /&gt; “Lho, mestinya gue yang nanya ‘kenapa’.”&lt;br /&gt; “Capek gue lama-lama ngehadapin yang namanya cewek.” Ya.. seperti yang pernah di bahas, Iwat itu nggak pernah tertarik sama cewek, apalagi sampai jatuh cinta. Pengalaman pacaran sih pernah, tapi itu hanya untuk ajang coba-coba, baru 2 hari jadian, putus, paling lama waktu pacaran Iwat hanyalah 3 hari. Satu lagi, Iwat ini juga di kenal dengan tukang mainin cewek. “Gue mesti gimana ya supaya bisa bebes dari cengkraman mereka.” Iwat mengacak-ngacak rambut jabriknya.&lt;br /&gt; “Hahaha... emang takdir lo kali. Gue pengen makan nih, temenin ke kantin dong.” Iwat menuruti kemauan Dean tanpa berpikir lagi apa yang akan terjadi disana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di kantin yang bising..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; “Nyet, kita dimana?” tanya Iwat gelisah.&lt;br /&gt; “Di kantin lah.” Jawab Dean santai.&lt;br /&gt; “KANTIN...?”&lt;br /&gt; “IWWWAAAA.....TT!!!!!!” segrombolan kuntilanak berlari mengejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Malang memang harus di hadapi. Tapi mungkin dia kurang mensyukuri kelebihan tampang  yang dimilikinya. Hingga kelebihan itu dapat menjadi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung Iwat masih sempet lolos dari cewek-cewek di kantin tadi. Ini tak sepenuhnya berkat Dean. Dari tadi, disana dia hanya sedikit berusaha melepaskan Iwat dari panggilan-panggilan aneh, selebihnya dia tertawa terpingkal-pingkal bahkan terguling-guling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iwat memasuki kelasnya. Dia terlambat 10 menit. Jelas lebih cepat dari biasanya yang bisa masuk 30 menit setelah kelas dimulai. Untung saja kali ini dosennya belum dateng. Iwat mengambil kursi paling belakang, karna kursi bagian depan sudah dipenuhi oleh anak-anak sok pinter yang hanya ingin mendapat pujian karna kesan seriusnya dalam pelajaran. Lagi pula duduk di kursi belakang memang incaran Iwat sejak pertama kali masuk. Dia bisa leluasa makan permen karet, bikin balon dari permen karet, nempelin permen karet di bawah meja, dan tidur. Hip..hip..horrey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dia duduk pas di sebelah seorang cewek. Kebetulan ada sesuatu yang ingin di tanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Sssst.. cewek. Sst.” Iwat memanggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cewek itu menengok, lalu tersenyum seolah berkata ‘Ada apa’. Iwat sedikit geli menatap senyumnya itu. Sepertinya ini tanda-tanda akan bertambahnya fans Iwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Lo tau gak, kenapa cewek itu Cuma tertarik sama cowok?” pertanyaan nggak jelas yang bisa bikin alis perempuan naik karna matanya yang makin membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cewek tadi mengernyitkan dahi, dan memutuskan untuk membaca kembali buku yang ia pegang, tanpa harus menjawab dulu pertanyaan yang baru saja Iwat ajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Oi, bisu ya? Jawab dong kalo lo masih merasa seorang cewek.”&lt;br /&gt; “Cowok waras biasanya masih bisa mikir.” Dia membereskan berbagai pe-ralatan di mejanya, dan bergegas mencari tempat duduk lain untuk menjauhi Iwat.&lt;br /&gt; “Dodol.” Iwat membuka sebuah buku tulis dan mengambil pulpen dari saku celananya. Dengan perasaan yang masih jengkel, dia menulis.. ‘Janji, kalo udah lulus nanti, gue bakal lebih memilih nikah ama cowok..’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iwat melepaskan selembar kertas itu dari bukunya. Sejenak ia  memandangi dahulu potongan kertas itu. Lalu ia meremasnya, dan melemparkannya kemanapun tulisan itu akan menampakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selama beberapa detik kertas itu melayang, lalu ia memutuskan untuk kembali mendarat. Tepat disaat Pak Mahmud, seorang dosen yang mempunyai tugas untuk mengajar, memasuki ruangan.&lt;br /&gt; Pluk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kertas itu mengenai kepalanya. Pak Mahmud mengambilnya. Ia tentu tertarik untuk segera membacanya, lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Siapa yang bertanggung jawab atas ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pak Mahmud sport jantung secara berlebihan yang hampir membuat dirinya tergelepar di lantai, ketika terlihat semua telunjuk mengacung ke Iwat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; Lain lagi dengan Ollie, ini saat pertamanya ia belajar di kampus. Tentunya tak banyak yang sudah ia ketahui tentang hidup anak kuliahan. Sedikitnya pengetahuan yang ia ketahui bahwa anak kuliahan itu wajarnya sudah memiliki gandengan, atau wajibnya sudah mulai mencari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jam segini, saatnya Ollie untuk bersantai menikmati ke indahan orang-orang di kampus. Kelas pertama Ollie baru selesai 1 jam yang lalu, dan masih butuh beberapa menit lagi untuk kelas berikutnya. Selama waktu kosong ini, Ollie hanya mengisinya dengan membaca buku di bawah sebuah pohon diantara pohon-pohon rindang lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya membaca buku.. ya, buku yang baru kemarin di belikan oleh Iren di toko buku sepulang dari CheZZin. Mungkin kalo cuma novel atau komik, Ollie akan membelinya sendiri, tapi kalo buku tentang ‘tips tips baik melupakan dia’ Iren yakin, Ollie tak akan menyentuhya. Tadinya Ollie juga tak mau menerima buku  yang mempunyai judul ‘White Broken’ itu, ngapain juga Ollie nyimpen barang gituan. Kalo Cuma tips seperti itu, gak bakal di ambil hati olehnya. Tapi mungkin Iren terlalu ngebet nyuruh Ollie untuk se-cepetnya ngelupain Joni. Secepetnya bahkan setelah menamati buku itu, perasaan Ollie akan langsung hilang terhadap Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari tadi ia memegang buku itu, tak ada satupun kalimat yang dapat ter-cerna dengan baik. Yang ia perhatikan hanyalah cover bukunya yang berwarnya merah marun kombinasi pink dan putih dengan gambar sebuah cocholate heart yang terbelah dua. Selain cover Ollie juga memperhatikan penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalika Noerin Mentari, nama yang terpampang di dalam profil penulis. Dia menulis buku ini dengan harapan ingin menyadarkan orang-orang yang frustasi karna patah hati, tanpa harus menghancurkan hidupnya sendiri. Dengan jujur dia mengatakan sudah tiga kali menjalin hubungan dan tiga kali kandas di saat mereka mulai serius. Yang pertama, cowoknya harus pergi mengikuti kemauan orang tua untuk mempersunting orang lain. Yang kedua, tiba-tiba saja minta putus tanpa alasan yang jelas, dan baru ketahuan 3 hari setelah mereka putus, ternyata cowoknya itu udah selingkuh semasa mereka masih pacaran. Dan yang ketiga, meninggal karna kecelakaan maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sangat menyedihkan pastinya. Ditinggal oleh orang terkasih secara tiba-tiba. Setelah membaca penggalan cerita ini, Ollie jadi berpikir akan ke pergian Joni selama ini. Apa mungkin dia ke Amerika untuk menemui jodoh yang telah dicarikan oleh ayahnya. Mungkin juga dia sengaja lari ke Amerika bersama cewek selingkuhannya untuk menjauhi gangguan Ollie. Atau... Hhhh sudahlah, Ollie tak akan memaksa untuk berpikir negatif tentang Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ollie menaruh buku itu di atas pangkuannya. Dia melirik kesekitarnya hanya sekedar untuk menjauhkan anggapannya tadi. Gerakan mata Ollie terhenti pada pohon di seberang pohon yang lagi di tongkrongin Ollie. Laki-laki berkemeja panjang kotak-kotak dengan kancing yang tak terlewatkan, celana jeans, rambut jamur, dan kacamata berukuran super dengan tebalnya yang mungkin mencapai ½ cm, sedang duduk dan sepertinya memperhatikan Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ha..ha..ha..” Ollie terbahak menatap keculunannya. Siapa sangka, orang yang dimaksud itu berjalan mendekati Ollie, tentu saja Ollie jadi gak tenang melihat langkah demi langkah orang itu saat berjalan mendekat.&lt;br /&gt; “Permisi.” Orang itu memulai pembicaraan. “Apakah saya bisa...”&lt;br /&gt; “Ire...n!!!” Ollie memotong kalimat orang aneh itu saat dia melihat Iren sedang berjalan di depan tak jauh dari tempat Ollie duduk. Kebetulan sekali ada Iren di situasi yang  nggak jelas kayak gini. “Permisi.” Ollie segera berlari meninggalkan Orang tadi dan mendekati Iren.&lt;br /&gt; “Hei Lie! Kenapa lo? Kok kelabakan gitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat ditanya, Ollie langsung memindahkan pandangannya ke orang tadi, dia juga menatap Ollie sambil nyengir-nyengir dan memamerkan giginya yang berbehel. “Hiiiyy.” Ollie sedikit menggetarkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Kenapa sih Lie?”&lt;br /&gt; “Itu, ada orang aneh yang nyengirin gue mulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iren memandang kemana telunjuk Ollie mengarah. Tanpa harus di deskripsikan lebih jelas lagi, Iren sudah dapat menemukan orang yang dimaksud, orang aneh yang lagi ngeliatin Ollie. “Haa..h. maksud orang itu apa’an?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Mana gue tau. Tiba-tiba dia ngedektin gue sambil senyam-senyum gitu. Gimana gue nggak ngeri tau nggak.” Ollie berbisik di telinga Iren. Dia mendorong tubuh Iren disertai lari kecil kakinya. Mereka berlalu meninggalkan orang gila yang ternyata bukan satu-satu nya hidup  di kampus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah jauh berjalan dari tempat tadi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di tempat ini Iren kembali membicarakan soal pertemuan Ollie dengan cowok ingusan. Rambut poni jamur. Behel warna coklat di gigi. Kacamata yang melebihi kapasitas wajah. Dan pakaian era bokap Ollie di jaman dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Hahaha... sumpah, tuh anak udah jadi model calon kriminalwan (apalah itu namanya) yang udah gak punya lagi harapan sebuah masa depan yang ceria. “Kok bisa cowok berparas kutu yang melekat di buku itu merhatiin lo.”&lt;br /&gt; “Itu bukan kutu buku lagi, tapi jamur di buku.” Ollie meralat.&lt;br /&gt; “Baru tau gua ada jamur yang mau tumbuh di buku.” &lt;br /&gt; “Ya contohnya dia. Udah lah Ren, bosen gue. Ganti topik!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ollie dan Iren memasuki kantin, lalu duduk diatas salah satu kursi kantin itu. Selama perjalanan, sudah banyak topik yang mereka bicarakan. Mulai dari saling menukar memori mereka tentang kehidupan di SMA dulu. Menjelek-jelekan saudara kandung sendiri. Mengungkit gosip-gosip seleb tadi pagi. Sampai memperserbasalahkan kejadian impor tomat busuk dari Singapur ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Bagaimanapun juga, itutuh salah Singapur, ngapain dia Impor tomat busuk kesini.” Sanggah Iren.&lt;br /&gt; “Ya emang, tapi mungkin Singapur gak tau kalo tomat yang dia Impor itu busuk semua.”&lt;br /&gt; “Ok, mungkin juga wak tu di pak tomat itu belum busuk.”&lt;br /&gt; “Nah. Dan jadi busuk karna kelamaan diperjalanan, atau karna faktor cuaca yang tak memungkinkan untuk kemakmuran tomat-tomat itu.”&lt;br /&gt; “Hmmmm.. tapi Lie, masa segitu begonya Singapur ngirim tomat kesini, padahal mereka harusnya udah tau kalo tomat itu nggak bakal bertahan lama-lama, apalagi kalo nganterinnya Cuma pake kapal.” Iren memprotes. “Lagi pula gue baru denger kalo di Singapur punya kebun tomat yang makmur, sampe-sampe Indonesia minta dikirimin segala. Padahal jelas-jelas Indonesia itu punya bejibun tomat seger di setiap kebunnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hening, Ollie menahan tawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Tuh kan, gue kena kibul lagi deh.”&lt;br /&gt; “HaHaHaHa....”&lt;br /&gt; “Kamprettt!!!” Iren menggelitik tubuh Ollie, sebentar sebelum dia me-nemukan sebuah buku di tangan Ollie. Iren menarik buku itu, lalu me-mandanginya. “Ternyata lo mau baca buku ini juga, Lie?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ollie dengan sigap merebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Nggak usah di sembunyiin, lo emang mau ngelupain Joni kan?” Iren mengeluarkan nada menuduhnya. “Udah sampe pelajaran yang mana?”&lt;br /&gt; “Oh iya, jam segini gue ada kelas. Udah dulu ya Ren, gue gak mau telat nih.” Ollie panik meninggalkan Iren dan kepenasarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-8195096022015859406?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/8195096022015859406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=8195096022015859406' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/8195096022015859406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/8195096022015859406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/06/bab-v-denting-pertama.html' title='BAB V - Denting Pertama'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-1545002090639126712</id><published>2009-06-04T08:19:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T08:38:41.150-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>BAB IV - Segitunya..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9.25, bunyi dengkuran dari kamar Ollie mulai terdengar. Gak biasanya jam segini Ollie udah tidur. Sehabis makan malam, Ollie langsung merebahkan badan mungilnya di atas kasur berisi kapuk-kapuk yang menggempal di beberapa bagian. Layaknya debu-debu yang mulai menyumbat hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat hati Cuma mau tidur-tiduran doang. Apa daya raga tidak kuat. Lupa matiin lampu dan radio kecil yang di bawanya dari rumah. Hmm mungkin inilah dampak keenakkan tidur di atas kasurnya orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ollie......!”, seseorang membuka pintu kamar tanpa mengetuk lagi. Dan sedikit kecewa ketika melihat sang gadis cantik telah tertidur lelap dengan posisi yang memalukan. “Yah, udah molor. Baru aja pengen ngobrol.” Suara ngorok itu terdengar lebih jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekejap saat seseorang mengucapkan kata terakhirnya, Ollie terbangun dari tidur Cuma-cumanya. Ollie yang kaget ketika melihat wanita berpostur supermodel berdiri di dekat pintu seperti malaikat yang akan mencabut nyawanya (lho).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngg syapa ya...? Masuk-masuk-mhwaaaaaw. Hmmm.”, Ollie sambil mengucek-ngucek matanya dan menguap dan yang paling di benci : bau iler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu tersenyum-senyum melihat Ollie yang menatap dirinya dengan posisi kepala jungkir balik. Ollie masih mencoba untuk bisa menegakkan kepala dan berusaha memfokuskan kesadarannya yang baru konek 50 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh-eh-eh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRUKK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya : dia harus rela untuk pindah tempat tidur dari kasur berkapuk menjadi lantai penuh keramik. Benturan cukup keras di sekitar tubuhnya membuat memori kepala Ollie lebih sempurna. Ollie mendongak dan menatap sang sepupu yang tertawa terjungkal-jungkal di samping pintu. “Teh Tia..!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah nama panggilannya. Gadis dewasa berumur 22 tahun ini adalah satu-satunya sepupu kandung Ollie yang tinggal seatap dengan nenek bersama kedua orang tuanya. Padahal sepupu Ollie bisa lebih dari 10 orang, tapi mereka semua sudah tersebar-sebar di hampir seluruh pelosok Indonesia. Ada yang di Jakarta, Yogya, Bali, Papua, bahkan di Melbourne (berharap ia menjadi salah satu anggota Indonesia). Yang di Bandung juga ada, tapi biasanya mereka cari kos-an sendiri. Kini Tia juga sedang berkuliah di salah satu Universitas negeri di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ampu..n. Kalo mo tidur atuh di matiin lampunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cklik. Tia mematikan lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan di matiin Teh, mau ngobrol dulu dong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cklik. Lampu kembali menyala. Tia mendekati Ollie yang sudah berdiri walau masih lemas dan kembali menaiki kasurnya. Hup. Keduanya melompat ke atas kasur dan meluangkan 3 detik untuk berpelukan sekedar melepas rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari mana aja teh? kok jam segini baru pulang.”&lt;br /&gt;“Hehe.. jalan-jalan sebentar dari kampus sama ‘temen’.”&lt;br /&gt;“Temen?”&lt;br /&gt;“Iya, mang napa?”&lt;br /&gt;“Temennya dalam tanda kutip, kan..”&lt;br /&gt;“Hhhh.. hayang seri!! Ollie sendiri gimana, dah ada belum?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba tenggorokan Ollie tak mengizinkannya untuk berkata dalam be-berapa detik. Namun akhirnya dia bisa bernapas kembali dengan tenang. Kini di otaknya hanya ada wajah Joni yang tersenyum. Dan memanggil-manggil namanya dengan suara yang semakin tersekat. “Mmmnggmmmngg.. belum.”&lt;br /&gt;“Ya ampun, kok serius amat. Ollie kan masih kecil, belum punya mah wajar. Tapi tenang aja, Ollie kuliah di UPB kan? Disitu banyak cowok seger lho.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Pagi hari yang sejuk di rumah nenek. Ollie membuka pintu kamarnya. Sejenak dia berdiri mengucek-ngucek mata yang masih merah dan ber-belek. Dia celingak-celinguk memandangi keadaan di sekitarnya, masih saja seperti kemarin malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pagi pertamanya di rumah nenek setelah dua tahun gak pernah lagi. Di rentangkan tanganya agar lebih bisa merasakan aroma sejuk yang dihadirkan oleh udara pagi di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm.. masih jam 6 pagi, ngapain gue bangun jam segini. Ollie menatap jam tangan yang masih menempel di pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huacchhhhi......h!” semburan air liur keluar dari mulutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie akan mencoba untuk bisa lebih beradaptasi dengan udara di sini. Setiap dia kerumah nenek, pasti harus mengalami yang namanya ‘hidung tersumbat ingus’. Kini Ollie mengucek hidungnya. Mungkin karna debu-debu yang menghiasi dinding kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie berjalan menuju meja makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pagi nek.” Salam pertama yang ia ucapkan kepada neneknya yang sedang beres-beres dapur.&lt;br /&gt;“Pagi geulis. Udah bangun. Makan dulu sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sama-sama berjalan menuju meja makan. Disana udah ada Uwak Didi dan Uwak Ning, dan juga sebakul nasi goreng di sertai teman-temannya. Ollie mengambil 2 centong nasi goreng dan sepuntung pentungan goreng yang sangat lezat (pikirkanlah apa yang di maksud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huacchhhhi......h!” tidak sedikit semburan air yang mendarat di atas calon pengisi perutnya. “Alhamdulillah”&lt;br /&gt;“Ollie pilek lagi?”&lt;br /&gt;“He’eh”&lt;br /&gt;“Kurang adaptasi doang kok.” Uwak Didi meremehkan.&lt;br /&gt;“Ini mah namanya bukan kurang adaptasi lagi. Tapi kurang bersih.” Uwak Ning nyeletuk.&lt;br /&gt;“Ollie nggak pernah lupa mandi.” Ollie melahap makanannya.&lt;br /&gt;“Bukan kamu yang kurang bersih. Kamar kamu itu terlalu berdebu.”&lt;br /&gt;“Huacchhhhi......h!” bersin lagi. “Ollie makan di luar aja ya... gak enak kalo bersin-besin terus di sini, jorok.” Ollie menjauh dari tempatnya duduk setelah mendapat anggukan dari semua makhluk yang ada di meja makan (mungkin nggak termasuk semut-semut liar). Dia masih berjalan ke pintu luar, sampai akhirnya tiba juga di teras depan rumah. Kemudian ia duduk di atas.. tempat duduk pastinya, atau lebih cocok dibilang kursi. Dan melanjutkan makan sambil sedikit bersin-bersin, juga sambil celingukkan melihat apa yang ada di depan matanya, tepatnya 2 rumah yang di sewakan menjadi kamar-kamar kos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celingukkan mata Ollie terhenti ketika melihat sesosok lelaki beserta se-orang temannya sedang mengobrol ria. Ollie mengerti sekarang. Arti celingukan-nya tadi adalah untuk menemukan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat.. Iwat.. kenapa gue mesti ketemu lo lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat menatap Ollie, tatapannya tak sampai sedetik sebelum ia membuang mukanya. Begitu halnya Ollie, dia tetap konsentrasi terhadap makanan-nya. Iwat dan temannya melanjutkan obrolan. Tiba-tiba saja mereka tertawa, dan teman Iwat menatap singkat ke Ollie. Pasti Iwat sedang ngomongin Ollie. Entah mem-permalukannya atau memperburuk keadannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HEH TANTE, JAM SEGINI EMANG WAKTUNYA NGEGOSIP YA!!!!!!” Ollie membanting piringnya di atas meja kecil samping kursi. Sementara di sebrang sana, mereka menyempatkan tubuhnya untuk sementara mengalami kekagetan. Iwat berdiri dan tersenyum licik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada cairan bening tuh kluar dari idung lo. Ha..ha..” Iwat dan temannya kembali tertawa. Refleks Ollie mengelap hidungnya, gak sadar, ternyata memang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huacchhhhi......h!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat.. Iwat.. Kalo gini terus, gimana gue bisa akur sama lo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie gak mau diem aja, jayus gak jayus, dia harus bales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Woi darah kentel lo masih ngalir, mau adu jotosan lagi gak?” Ollie senang ketika masih bisa melihat perban di hidung Iwat hasil dari kenakalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat kembali tertawa. Menatap Ollie lagi dan menaikkan bahunya seolah ber-kata ‘terserah lo aja deh’. Dia masuk ke dalam rumah kos, disertai temannya yang didahului dengan mengedipkan sebelah mata ke arah Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat.. Iwat.. Kenapa nama lo mesti Iwat, enek tau gue dengernya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Asyik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kata yang di ucapkan Ollie ketika mengetahui bahwa kamarnya ini akan di cat ulang oleh Uwak Didi. Hihi.. mungkin karna gak tahan kalau mesti ngeliat Ollie terus menerus yang slalu diwarnai oleh hidung merahnya. Ya semoga saja dengan barunya warna cat, otomatis volum debu yang menyebar akan ber-kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup lama dia bernyanyi di dalam kamar, sambil mengemas kembali barang-barangnya untuk sementara di pindahkan keluar. Setelah menyadari seluruh barang telah berada di luar, dan perabotan-perabotan di dalam sudah di balut oleh koran, Ollie mulai melepas big poster ber gambar Justin Timberlake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh my prince.. I love u.. I love u.. I love u..” Ollie merangkai kata-kata dan menjadikannya sebuah nada yang menyilaukan telinga bagi pendengarnya, sambil mencium-cium foto Justin, dia melakukan gerakan-gerakan menyerupai sebuah tarian yang menyilaukan mata bagi penatapnya. “I promise.. my love is just for u.. just for u.. I  promise.. OOOOHHHppp..” seluruh perbuataan Ollie saat itu terhenti seketika Ollie melihat ada seorang lelaki yang berdiri mematung di depan pintu sedang membawa 2 kaleng cat beserta peralatan lainnya untuk mengecat. Posisi Ollie kini sungguh memalukan, mengangkat poster di tangannya sambil berdiri memakai satu kaki seolah seorang balerina. Secepat mungkin dia menaturalkan tingkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iwat.. ngapain lo disini?”&lt;br /&gt;“Udah 3 menit gue disini.” Iwat cengingisan.&lt;br /&gt;“Berarti lo...”&lt;br /&gt;“Ya... Oh My prince I love u.. I love u..”&lt;br /&gt;“Shut UP!!!” muka Ollie memerah.. sangat merah.. mungkin dapat di gambarkan seperti udang rebus. “Ngapain sih lo disini?”&lt;br /&gt;“Dapet amanat dari Uwak Didi untuk ngecat sebuah kamar, beliau sibuk hari ini.” Iwat mulai memasuki kamar Ollie setelah memastikan bahwa kamar inilah yang layak untuk di cat ulang. Sambil menaruh semua peralatan, Ollie membuka kaleng cat. “Yacksss pink... kenapa milih warna pink, inikan just for girls”&lt;br /&gt;“Woi.. hallow.. gue ini termasuk cewek kan?”&lt;br /&gt;“Iya apa.. cewek sekasar lo? Lebih pantes di sebut cewek jadi-jadian.” Sambil mengecat .&lt;br /&gt;“Gue tau gue salah, makanya ma’apafinin gue dong, gue khilaf waktu itu.”&lt;br /&gt;“Bagus lah kalo nyadar.”&lt;br /&gt;Mereka tak berkata sejenak. Rasanya Ollie mulai jengkel lagi.&lt;br /&gt;“Bukan mestinya gue doang yang minta maaf sama lo. Lo juga kok yang main api, ngapain ngelempar tas gue.”&lt;br /&gt;“Salah sendiri ngejudesin gue, kan gue udah bilang sorry.”&lt;br /&gt;“Lagian lo nubruk gue! Untung aja nggak ada tulang yang patah.”&lt;br /&gt;“Makanya jalan itu pake mata!”&lt;br /&gt;“Dibilangin gue nggak bisa jalan pake mata, mata gue itu ada di kepala, masa gue mesti jungkir balik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah la...h kok jadi nge rewind kejadian kemarin sih!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari semakin malam, sudah mulai ada tanda-tanda kedekatan antara Iwat dan Ollie, walaupun dalam perbincangannya masih saja terselip penghinaan untuk para lawan jenis. Tapi mereka seolah telah melupakan kejadian tempo hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat pun juga telah menyelesaikan tugas mengecatnya, cukup singkat mungkin. Ya.. karna dalam pengecatan ini mengambil sistem ‘asal nempel’. Cat sebelumya tak di keletek atau bahasa resminya tak di protolin dahulu. Tapi hasilnya lumayan kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membereskan kembali barang-barang yang tadi ia bawa, lalu bergegas keluar kamar yang sudah di tinggal duluan oleh Ollie. Langkahnya terhenti sesaat ketika ia mendapati sebuah big poster  bergambar Justin Timberlake yang tadi senantiasa di cium-cium oleh Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat tersenyum melihatnya. Ollie pun datang memasuki kamar sambil membawa 2 buah jeruk yang slalu menjadi buah kesukaannya. Sekilas ia memperhatikan hasill kerja Iwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah selesai nih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Alis mata Iwat dinaikan seolah berkata ‘seperti yang lo saksikan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rapih juga, bakat ya lu jadi kuli.” Ollie tersenyum, Iwat menanggapinya dengan pasrah. “Mau jeruk?” Ollie melempar satu jeruknya ke tangan Iwat. Lantas langsung ia tangkap, walaupun harus menjatuhkan barang-barang yang ia bawa. “Oh iya, nama gue Ollie. Masa dari tadi kita ngobrol, lo gak nanya nama gue sih.”&lt;br /&gt;“Jeruk kok makan jeruk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie melongo kaget menatap Iwat, sambil duduk di atas kasur yang sudah tak beralas koran lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adakan istilah kayak gitu?”&lt;br /&gt;“Tapi lu nggak ngalamin itu kan?”&lt;br /&gt;“Ya nggak lah, gue normal.” Iwat menyusul  duduk di sebelah Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mulai mengupas jeruk. Sedikit demi sedikit, jeruk itu mulai me-nampakkan dagingnya, ketika satu persatu kulitnya terjatuh. Keadaan di sana sangat sunyi, hanya ada suara serat jeruk yang tidak kuat lagi menyatukan antara kulit dan dagingnya. Iwat dan Ollie serius menjalani kesibukannya. Sebelum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fans berat Justin juga ya?” Iwat memecah kesunyian.&lt;br /&gt;“Fans? Gue kekasihnya! Calon istrinya!” Ollie melahap satu dari delapan bagian jeruk.&lt;br /&gt;Iwat tak menghiraukan pernyataan Ollie tadi.  Keliatan dari raut mata Ollie yang belum dan ingin sekali bertemu walau hanya sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok, cuman punya satu.. koleksinya?”&lt;br /&gt;“Di Jakarta banyak, tapi udah pada di tempel di dinding kamar.”&lt;br /&gt;“Percaya nggak kalo gue pernah ketemu dia langsung?”&lt;br /&gt;“Huahahahahaha......!” Ollie terbahak, hingga satu potong jeruk yang baru saja ingin di makanya, nyemplung ke dalam kaleng cat.&lt;br /&gt;“Ke kamar kos gue yuk.” Iwat melahap potongan jeruk terakhir, sambil berdiri dan meminta Ollie mengikutinya. “Ada yang mau gue tunjukin ke loe.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat dan Ollie udah ada di dalem rumah kos cowok sekarang. Cukup rame penghuninya. Dari tampangnya sih, tak ada tanda-tanda bahwa mereka adalah se-orang mantan narapidana, maupun buronannya. Mereka terlihat sangat ber-sahabat dan akrab, walaupun terdapat beberapa peralatan fitnes yang seakan menggambarkan kepribadian metroseksual mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pertama kali mungkin dalam hidup Ollie masuk ke dalam rumah kos. Apalagi cowok. Yang terbayang di benak Ollie hanyalah ‘kotor’ dan ‘bau’. Itulah yang terjadi di sini. Semua orang bertebaran di mana-mana. Ada yang lari-lari, baca koran di mana-mana, makan sembarangan, sampe yang tidur di tengah rumah. Tentunya ada bau tidak sedap yang di hasilkan kegiatan mereka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah ini memang tidak tingkat, tapi cukup luas. Ollie masih mengikuti Iwat yang dari tadi gak henti menerima sindiran teman kosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila.. bisa juga ya loe cinta ama cewek, Wat.” Atau, “Ternyata selama ini loe normal ya.” Bahkan, “Mau di kemanain tuh Ipu..ll?” bukannya itu nama cowok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak ia hiraukan, sepertinya disini sudah terbiasa saling menyela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat membuka pintu kamarnya. Ia masuk, begitu pula Ollie. Belum Ollie menginjakkan kakinya di kamar Iwat, aura tak sedap sudah terasa seketika ia melihat sebuah underwear yang tergeletak di depan pintu. Uurgghhh... jorok banget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh.. sory, gue beresin dulu deh kamarnya. sedikit berantakan.” Iwat menutup kembali pintu kamar dan membiarkan Ollie menunggu di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie menyandarkan tubuhnya di tembok. Sesaat sebelum ada yang mengagetkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oi... pacarnya Iwat ya?”&lt;br /&gt;“Bukan, apaan sih.” Ollie mencoba menyingkirkan sebuah tangan di bahunya. Terlihat di sebelah Ollie seorang cowok ber tampang model orang Arab dengan hidung mancung dan mata belo-nya.&lt;br /&gt;“Jangan bohong! Kenalin, temen senasib seperjuangan sejenis sehati dan sekamarnya Iwat, gue Saiful dan lebih sering di panggil ‘Ipul’.”&lt;br /&gt;“Ipul.. Ipul yang pacaran sama Iwat?”&lt;br /&gt;“Gosipnya sih gitu. Hahaha.. gue emang terlalu deket sama Iwat. Apalagi kita itu gak terlalu tertarik dengan perempuan. Ya... dengan alasan-alasan itu, kita emang udah di cap gak normal atau..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krek..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara pintu terbuka, nggak salah lagi, Iwat lah yang kluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Woi onta! Males banget sih nyuci... CD loe kemana-manatuh.” Iwat membentak dengan kata Onta sebagai panggilan buat Ipul, menandakan tanah keturunannya itu yang terkandung teman-teman dekatnya.&lt;br /&gt;“Itu belum kotor, Tahu...ww. Tadi gue cepet-cepet mau pergi ketemu cewek.”&lt;br /&gt;“Iya.. cewek itu emak loe, onta betina. Yang kalo telat 1 menit aja bisa di gantung.”&lt;br /&gt;“Udah deh.. kita itu harus profesional. Kalo gue bisa pacaran.. kan loe juga yang seneng. Gue aja seneng kok loe bisa pacaran sama nih cewek.” Ipul menunjuk Ollie.&lt;br /&gt;“Banyak nyongnyong lo, onta!.” Iwat melempar salah satu underware milik Ipul itu. “Ayo Lie masuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie menyelip dari belakang Ipul, sambil cengengesan dan langsung memasuki kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh... baru pacaran udah masuk kamar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat membanting pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masuk, Ollie langsung di kejutkan oleh sebuah foto Justin Timberlake yang di bingkaikan. Foto itu terlihat asli. Plus tanda tangan di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh mine..” Ollie mendekati foto itu, ternyata foto ini beneran asli dari kamera sendiri.&lt;br /&gt;“Percaya nggak, gue pernah ketemu dia loh, malah sempet moto dan minta tanda tangannya.” Iwat sedikit mamer. Dia tiduran di atas salah satu ranjang di kamar itu. Di sebrang ranjangnya terdapat satu lagi ranjang yang di perkirakan milik Ipul, teman sekamarnya.&lt;br /&gt;“Kapan lo ke Amrik?”&lt;br /&gt;“Belum lama kok.”&lt;br /&gt;“Oh, ya, ngapain? Sumpe lo pernah ke Amrik?” Ollie melotot mengeluarkan seluruh perasaan terkejutnya ke pada Iwat. Sedangkan Iwat sendiri menatap sinis Ollie yang akhirnya merasa pertanyaannya itu sedikit terasa menyinggung dengan penampilan-nya yang terlalu ‘minim’ untuk ukuran Amerika.&lt;br /&gt;“Ehem, gak usah di ambil hati OK.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwat tersenyum simpul menatap ekspresi gugup Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasa aja lagi.”&lt;br /&gt;“Oh... Truss”&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Wat... please dong, buat gue fotonya.” Rengek Ollie. Kata –kata itu lah yang di ucapkan Ollie dari tadi, untuk bisa mendapatkan foto itu tanpa harus membayar. Sampai mereka keluar dari rumah, Ollie masih saja merengek.&lt;br /&gt;“Minta? Bayar dong.”&lt;br /&gt;“Ya ampun Wat.. Lo bukan fans berat dia kan?”&lt;br /&gt;“Lo juga bukan kok. Lo itu kekasihnya kan, calon istrinya, mestinya kan lo..” Iwat tak meneruskan katanya lagi seketika melihat Ollie yang melotot. “Ok, deh. Lo boleh ambil foto itu, asalkan lo bisa ajukan 1 alasan tepat kenapa gue gak sudi ngasih foto ini sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam, tentu saja sekarang Ollie udah tidur-tiduran di atas kasur empuk, sambil ngedengerin siaran radio langganan, dan memandangi poster Justin Timberlake di dinding kamarnya. Poster yang udah dia miliki dari umur 15 tahun ini, gak akan mungkin bisa bosen di pandangnya. Gaya nya cool abis, tatapan matanya tajem, sinar matanya itu telah menusuk hatiku, hoho.. gak salah aku idolain dia.. kata-kata itulah yang selalu dia keluarkan di dalam hatinya setiap saat melihat poster itu. Karna disetiap dia ngeliat foto-foto Justin, selalu keinget sama gaya sang pujaan hati aslinya. Udah lah jangan ngomongin dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak Cuma satu loh dia punya gambar Justin Timberlake, dulu di kamar Ollie yang di Jakarta, hampir setiap sisi dinding dipenuhi gambar Timberlake, mau yang poster, post card, digunting dari majalah, bahkan dari koran pun dia tempel. Teman SMAnya juga sering ngasih tapi dari sekian banyak foto-foto yang ada. Tapi kalo di kamar dia yang sekarang, hanya ada 1 poster, bukan karena dia mulai bosen, tapi nggak cukup kemungkinan buat dia untuk mencabut ribuan gambar satu persatu di kamarnya dan memindahkanya kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joni... masih terngiang di telinga Ollie saat dia menjanjikan sebuah foto dan tanda tangan asli Justin Timberlake. Sekarang semua itu sudah ada di depan matanya. Iwat telah memilikinya, walaupun tak bisa dibanggakan oleh Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lo boleh ambil foto itu, asalkan lo bisa ajukan 1 alasan tepat kenapa gue gak sudi ngasih foto ini sekarang&lt;/span&gt;. Itu alasan Iwat kenapa dia nggak bisa ngasih foto Justin, meskipun sedikit mencerminkan kepelitannya. Apa ada alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan Iwat? Mungkin itu kenangan-kenangan dia dari cewe nya waktu ke Amerika bareng. Gak masuk akal, masa fotonya sama Justin, bukan sama cewe nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, janji sebuah foto yang diucapkan Joni mungkin sudah tak ia harapkan. Dia bisa berusaha sendiri untuk memecahkan teka-teki Iwat. Kini ia hanya mengharapkan janji Joni untuk kembali kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai gak kerasa, akhirnya Ollie terlelap dalam tidur panjangnya (Eh, sorry bukannya mati). Di dalam mimpinya, ia berada di atas padang rumput luas, udaranya begitu sejuk menusuk hati, ia melihat dirinya yang memakai gaun putih se-lutut, rambutnya yang terjurai panjang, daun-daun yang berhempasan menuju dirinya, melihat sesosok Justin Timberlake yang membawa sepuntung bunga mawar, berjalan mendekati nya. Disaat-saat menegangkan seperti ini, tiba-tiba terdengar lagu ‘Sexy Back’ nya Justin di alam nyata. Ollie terbangun, mungkinkah Justin dateng menghampiriku dan menyatakan cintanya kepadaku... tapi kok back sound-nya gak nyambung, punggung seksi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja terasa seperti ada yang menggetarkan punggungnya kasar membuatnya terbangun, Ollie segera berdiri dan celingukkan mencari, gak sengaja dia ngeliat HP nya yang berkedap-kedip. Tepat di belakang punggung tempat ia tidur tadi. Oh iya, Ollie lupa kalo lagu ‘Sexy Back’ itu adalah ringtone HP nya. Ollie mengambil kasar HP nya, terlihat nama Iren di layar HP. Ollie pun mengangkatnya. Hayo...  kata kasar apa yang akan keluar dari mulut nya, udah sering Iren menelponnya di saat yang tidak tepat. “APA???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuh, tuh, tuh, pasti setiap gue telpon lo sekitar jam 10, sapaan nya judes banget. Udah tidur ya?”&lt;br /&gt;“Kalo Cuma tidur mah gue gak bakal se kasar ini. Gue lagi mimpiin Justin tau!! Jarang-jarang nih.” &lt;br /&gt;“Oh Justin, sorry. Ngomong-ngomong, udah belum persiapan buat ospek besok? Aduh jangan bilang deh lo lupa?”&lt;br /&gt;“Yap, kali ini gue gak lupa kok.”&lt;br /&gt;“Beneran? Yaudah, bagus kalo gitu, biasanya kan lo sering pikkun. Udah ya Lie, Cuma mau ngingetin kok. Good Night. Oh iya jangan lupa matiin radio tuh!”&lt;br /&gt;“Eh Ren!”&lt;br /&gt;“Knapa?”&lt;br /&gt;“Gue pengen curhat dong, bentar aja.”&lt;br /&gt;“Curhat.. aduh, gimana ya.. pulsa gue gak tralu cukup nih buat denger curhat. Gimana dong?”&lt;br /&gt;“Gitu. Ya udah. Night!”&lt;br /&gt;“Oi.. ngambek ya? Gue serius. Pulsa gue gak banyak.”&lt;br /&gt;“Iya yaudah Ren. Gue gak papa. Masih ada besok-besok kan kalo mau curhat. Sumpah gue butuh lo.”&lt;br /&gt;“Ok deh. Gue bakal bantu lo sebisa gue. See you next time!”&lt;br /&gt;“Bye..!” Ollie menutup telpon dan melemparkan HP itu ke atas kasur. Sebenernya ada sesuatu yang harus diperbincangkan. Ini masalah Joni dan dirinya. Ollie memang bermaksud untuk ngelupain Joni. Tapi semakin Ollie melakukan itu, rasanya ia makin tersiksa, apalagi ditambah hadirnya Iwat yang membuat Ollie makin teringat Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang akan terjadi nanti, apakah mungkin cintanya dan cinta Joni masih memiliki kesempatan untuk saling bersatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia langsung melihat ke arah bahan-bahan yang akan dia bawa saat Ospek besok. Mungkin terlalu lucu. Ollie tersenyum kecil di balik kegelisahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie siap untuk menanti hari esok yang entah bakal menyenangkan ato menyedihkan. Sebelum dia tidur, dia mematikan lampu dulu, dan mencium poster Justin Timberlake sambil mengatakan “Good night my Princes”. (Jangan lupa matiin radio ya Ollie!). Lalu Ollie langsung merebahkan badannya di atas kasur. (Ollie, radionya matiin dulu dong!). Ollie pun perlahan-lahan mulai membawa dunianya yang sekarang ini kedalam dunia mimpi sambil berharap akan bertemu Justin lagi disana. (Woiiiiiiiiiiii, Radionyaaaaaaaa!!!!!!!!!). Tiba-tiba saja Ollie terbangun dan merasa melupakan sesuatu. “Oh iya Radionya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-1545002090639126712?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/1545002090639126712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=1545002090639126712' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1545002090639126712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1545002090639126712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/06/bab-iv-segitunya.html' title='BAB IV - Segitunya..'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-2154803621566541617</id><published>2009-05-28T02:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T02:51:43.369-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>BAB III - And His Name is..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ollie mulai memasuki UPB-Universitas Pendidikan Bandung, kampus yang di gemari hampir seantero negara Indonesia ini kini telah menjadi miliknya. Perasaan bangga sekaligus tegang tak ayal sedang menyelimuti hati Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan gaya sok tomboy-nya dia berjalan sambil melirik ke kanan dan ke kiri. Saking enaknya dia berjalan, sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa ada seorang laki-laki berlari dengan kecepatan super cheetah di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Waaaa......w!”&lt;br /&gt; “AAHH AWAAAASS!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; BRUUAAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tabrakan pun tak dapat dipungkiri.&lt;br /&gt; Mereka berdua terjatuh dengan keadaan yang bisa dibilang........ya gitu deh, kedua tangan lelaki itu tidak sengaja melingkari badan Ollie. Jarak muka mereka hanya berkisar 5 centi-an. Kedua mata mereka bertatapan sejenak sebelum Ollie mendorong tubuh lelaki itu dan segera berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Eh Sorry.” Lelaki itu refleks berkata.&lt;br /&gt;“Ngapain sih lo? Jijik tau gak?”, omel Ollie sambil menutup mulutnya. “Jangan asal tubruk dong, kan sakit!”&lt;br /&gt;“Yaa gua udah minta maaf kan?”&lt;br /&gt;“Maaf gitu doang sih basi.”&lt;br /&gt;“Lho terus maunya apa?”, lelaki itu membangkitkan tubuhnya.&lt;br /&gt;“Ya ngapain kek.”&lt;br /&gt;“Stres banget sih lo, ngomel sendiri, udah tau ada orang lari didepan. Bukannya ngindar, malah melotot. Kayak di sinetron aja. Gue itu kalo lari  susah nyetop, apa lagi larinya kayak tadi.”, lelaki itu balas ngomel.&lt;br /&gt;“Ngapain gue ngeliat loe?”&lt;br /&gt;“Makanya kalo jalan itu pake mata! Bukan kuping!”&lt;br /&gt;“Gue gak bisa jalan pake mata. Mata gue itu di kepala, masa mesti jungkir balik! Dan satu lagi, gue gak pernah jalan pake kuping, gue Cuma bisa jalan pake kaki!”&lt;br /&gt;“Bukan itu maksudnya...”&lt;br /&gt;Belum sempat menjawab lagi, tiba-tiba Ollie menunjuk tas selempang kecil bututnya yang berada di bawah sepatu si lelaki. Tidak melihat reaksi lelaki itu, Ollie langsung berniat menarik tasnya. Tapi keburu ditarik sang lelaki.&lt;br /&gt;“Oh..ini tas lo?”, tanya lelaki itu sambil menyodorkan tas Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kedua kalinya, Ollie mencoba mengambil tas nya. Namun dengan tanpa perasaan lelaki itu tiba-tiba melemparnya hingga terjatuh di jarak 10 meteran dari tempat mereka berdiri sekarang. Tanpa menghiraukan perasaan Ollie, lelaki itu mencoba untuk pergi dari tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Ollie menghalangi niatnya, ia mendorong bahu lelaki itu dengan tatapan judes sejudes-judesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue itung sampe 5, kalo loe gak ngambil, loe bakal dapet masalah! 1...2...3...”&lt;br /&gt;“Sorry, waktu gue gak banyak buat ngeladenin lo.” Mendengar balasan menyakitkan yang terlontar dari mulut lelaki itu, perasaan Ollie kini jadi gak beraturan. Pengen rasanya menempeleng, nampar, tendang, jambak, bahkan cekik sekalipun hingga dia mati, lalu memotong-motong tubuhnya menjadi 1 lusin bagian per karung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Ollie yang menggenggam keras siap untuk mendarat di muka lelaki itu. Sabar....sabar.....hanya kata-kata itu yang mau ia pikirkan di kepalaya. Apa daya lah, untuk orang yang sensitif seperti Ollie, susah untuk mengatasinya dengan menggunakan kepala dingin.&lt;br /&gt;Lelaki itu mencoba meninggalkan tempat itu kembali untuk kedua kalinya. Nggak penting baginya merasakan apa yang dirasakan Ollie sekarang. Baru saja berjalan 4 langkah, tiba-tiba Ollie membalikkan tubuhnya dan langsung menarik kerah baju bagian belakang lelaki itu. Lantas lelaki itu juga terpaksa membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ba-bi-bu lagi, Ollie yang makin Panas, refleks menerbangkan sebuah tinju yang kemudian dilandaskan di muka sang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa besarnya tenaga pukulan Ollie. Terbukti, walau hanya sekali pukulan, tapi mampu membuat orang yang dipukul tergelepar-gelepar di  atas aspal (bukan karna kepanasan, melainkan karna kesakitan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu lah yang dialami lelaki tadi, sambil memegang hidung yang sepertinya patah atau remuk atau.. apa sajalah, dia berguling-guling. Gak tau setan apa yang berada di dekat Ollie, pokoknya setan itu membuat Ollie ingin menonjok lelaki itu untuk kedua kalinya saat pertama kali melihat darah segar yang keluar dari lubang hidung korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie belutut di samping korban, lalu kembali mengepalkan tangannya di atas kepala korban yang masih memegang hidungnya. Baru saja ingin menjatuhkan tangannya, tiba-tiba....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OLLIE.......!!!!!!!”, terdengar suara perempuan,  perempuan cantik nan tinggi dan putih me-manggilnya dari kejauhan. Iren namanya, dia adalah sahabat Ollie dari TK-kuliah sekarang. Mereka tetanggaan, dia juga tetangga Joni, walaupun sekolahnya tidak pernah sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Iren!”, panggilan Iren tadi sedikit telah menyadarkan Ollie atas perbuatan yang baru saja dilakukannya. Dia mata untuk melihat sekelilingnya, yang kini terlihat telah dipadati banyak orang, dan sepertinya mereka berniat untuk menyaksikan pertunjukan SMACK DOWN yang di lancarkan oleh Ollie. “Astagfirullahalazim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iren berlari mendekati Ollie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Gila lo lie! Baru pertama kali masuk aja, udah belagu!”, Iren sedikit mengomeli Ollie. “Sorry yaa... temen gue emang kayak gini, sensitif banget, gak bisa nyelesain masalah secara baik-baik!”&lt;br /&gt; Lelaki itu malah membalas permintaan maaf Iren dengan dingin. Dia menatap sinis Iren dan Ollie, lalu langsung pergi meninggalkan tempat itu (tentu saja dengan tangannya yang masih memegang hidung). Para penonton pun dengan serentak membubarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah Lie, pergi yuk. Tuh cowok emang ganteng, tapi nyolot banget.” &lt;br /&gt;“Tapi kira-kira  dia mau maafin gue gak yah? Sumpah khilaf banget gue”, Ollie bertanya-tanya sambil menatap kepergian lelaki tadi yang udah mengeluari area kampus sambil mengendarai sebuah motor vespa keren berwarna coklat kombinasi merah dengan banyak stiker-stiker unik di body nya.&lt;br /&gt;“Peduli amat, mending ketemu lagi. Orang dikampus ini kan bukan cuma lo sama dia doang. Udah yuk... telat nih!”, Iren langsung menarik tangan Ollie. Ollie yang masih dalam keadaan sadar gak sadar, bengong dan hampir melupakan sesuatu.&lt;br /&gt;“Oh...iya, tas gue!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tas malang itu terlihat masih tergeletak lemas dengan benyak cap kaki di sekitarnya. Ollie menyadari kalau tas itu adalah korban amukan massa yang tadi melihatnya melakukan tindak kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya selesai juga pengarahan dari senior-senior Ollie dan Iren. Kira-kira lusa depan, para junior-junior yang baru masuk di UPB, khususnya yang mengambil program studi Teknik Sipil, akan menjalani ospek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie dan Iren keluar dari tempat perkumpulan dengan tampang yang lesu. Apa lagi Ollie yang udah gak jelas naguk-ngaduk mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hua............h! Akhirnya, selesai juga deh. Hua.....hmp”, Ollie berkata malas sambil menguap lebar.&lt;br /&gt;“Woi, bau’! Jangan lebar-lebar!”, omel Iren serentak menutup mulut Ollie yang makin menjadi nguapanya.&lt;br /&gt;“Ngantuk nih, biasanya jam segini gue udah buka kamar.”, Ollie melihat jam tangan G-SHOCK abu-abunya yang di beli seharga 10.000-an ditukang loak, dengan diberi sedikit fariasi blink-blink sendiri (ngapain mahal-mahal kalo masih bisa dimodifikasi).&lt;br /&gt;“Jam segini Lie, ini kan masih jam 8, masa jam segini lo udah tidur?”&lt;br /&gt;“Yah..... serah apa kata lo dah.” Ollie berkata. “Omongan senior-senior tadi kagak ada yang guna, basa-basi abis! Makanya gue bete.”&lt;br /&gt;“Ssssst, jangan kenceng-kenceng. Kalo kedengeran yang mati bukan lo doang!”, Iren hampir mau ngebekeb mulut Ollie, untung aja Ollie langsung ngambil tindakan dengan menepis tangan Iren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie yang nggak peduli mau dimatiin sama senior dengan cara apapun kalo ngedenger keluhannya itu, tiba-tiba terpana dengan sosok lelaki yang duduk di sebelah pohon, sedang membolak-balikkan sebuah proposal tentang acara yang akan dilaksanakan saat ospek nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh lo liat deh, cowok disana, yang lagi sendiri.”, Ollie menunjukan lelaki tersebut kepada Iren. “Dari sekian banyak senior yang ngomong , Cuma dia yang paling to the point dan jelas.”&lt;br /&gt;“Oh dia, Nandy namanya. Dia katanya ketua senat fakultas kita lho.”&lt;br /&gt;“Hah.. Nandy, lo kenal gitu?”&lt;br /&gt;“Temen sekelas kakak gue dulu waktu SMA di Bandung. Gak teralu temenan deket sih. Dia pernah mampir ke kos-an waktu gue lagi nengok kakak gue. Gue kenal dia juga kebetulan, malah mungkin dia gak kenal gue. Keliatannya sih baik, dan pengetahuannya luas, tapi kekuperannya itu yang bikin dia jarang punya temen.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie makin dalam melihat cowok ternyata memiliki nama Nandy itu. Tiba-tiba saja Nandy mendongak, melihat kearah Ollie dan Iren, yang seakan tau kalo dia dari tadi jadi bahan curi-curi pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh my God, ayo kita pulang!”, Ollie mempercepat jalannya, karna malu pengintipan secara diam-diamnya ternyata tak telalu sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sampai juga akhirnya di rumah yang akan menjadi tempat istirahat Ollie selama dia masih belum di nyatakan D.O(Drop Out) dari kampusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam tangan Ollie sudah menunjukkan pukul 8.46. Biasanya kalo udah segini Ollie blom pulang, pasti dia udah di kunci’in dari luar sama mamah, dan boleh masuk ketika hari telah berganti. Untungnya ini rumah nenek. Lagi pula Ollie kan punya alasan yang tepat untuk membela dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini tempat kos punya nenek loe Lie? Gede banget, rumahnya banyak lagi.”, tanya Iren yang baru aja nganterin Ollie pulang make mobil VW kodok tua yang telah berumur puluhan tahun, warisan dari kakek tercintanya.&lt;br /&gt;“Iya lah. Yang di sebelah kiri rumah nenek gue, sedangkan yang kanan tempat kos-nya. Rumah yang cewek sama yang cowok sengaja dipisah. Tempatnya enak loh. Makanya, loe ngekos di sini dong!” Ollie sambil menuruni mobil.&lt;br /&gt;“Promosi nih ye..!!!”&lt;br /&gt;“I...h, bukan gitu, kan kita jadi deketan lagi.” Ollie sedikit melencengkan maksud hatinya yang ingin menghindari kebosanan. “Lo berani gak pulang sendirian?”&lt;br /&gt;“Oh ya Lie, masalah cowok yang nabrak loe tadi, kalo loe tiba-tiba ketemu dia, loe mau ngapain? Cowoknya ganteng loh, siapa tau baik.”&lt;br /&gt;“Mau loe apa? Gue gak kepikiran sampe sejauh itu tuh. Kan loe yang bilang sendiri, dunia ini tuh gak sekecil yang kita bayangin.&lt;br /&gt;“Siapa tau aja itu jodoh lu. Itung-itung penggantinya...” Suara Iren mengecil dan enggan untuk berkomentar lebih lanjut lagi, melihat kepala Ollie yang mulai menunduk. “Aduh Lie, gue keceplosan, yang tadi gak usah di inget lagi ya..!”&lt;br /&gt;“...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada sepatah katapun yang keluar lagi dari mulut bawel mereka. Iren bener-bener gak bisa maafin dirinya. Telmi-telmi-telmi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lie.. loe gak pa-pa kan?”&lt;br /&gt;Beberapa detik kemudian, Ollie juga masih belum ngomong, dan itu membuat Iren jadi semakin merasa bersalah.&lt;br /&gt;“Gak pa-pa kok.” Akhirnya Ollie menyuarakan pendapatnya.&lt;br /&gt;“Tapi loe gak marah sama gue kan?”&lt;br /&gt;“Ngapain marah? Gak ada untungnya tau. Lagi pula gue emang niat buat ngelupain dia..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Iren sedikit tenang. Tapi tetap saja merasa bersalah atas perkataan semena-menanya tadi. Iren melambaikan tangannya ke Ollie karna sekarang dia akan kembali ke tempat kosnya. Ollie pun membalas lambaian tangannya itu dengan senyuman yang terlihat di paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memastikan mobil Iren bener-bener udah jauh, Ollie dengan lunglai memasuki pagar rumah. Yang ada di pikirannya kini hanya Joni, namun Ollie tak mau larut dalam kesedihan terus menerus. Ollie udah membulatkan hatinya untuk menghapus nama Joni dari daftar nama-nama orang yang dia kenal. Dia gak mau jadi kayak gini Cuma gara-gara orang yang bernama Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie masih berjalan lunglai, kini dia mendekati rumah. Jalannya mendadak terhenti seketika ia menemukan seorang perempuan sedang duduk tepat di sebelah tempat kos wanita. Udah jam segini, kalo bukan kuntilanak, ya.. paling pocong yang berkeliaran. Entahlah itu manusia atau bukan, tapi dia menangis. Seharusnya raga Ollie akan berlari dan segera masuk ke dalam rumah, tapi hati Ollie yang mengatakan agar dia berlari dan segera mengenal wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie menyodorkan tangannya di depan muka wanita itu yang tertutupi oleh kucekan jari. Wanita itu membuka matanya melihat tangan Ollie, sejenak dia berhenti menangis. Lalu pandangannya berubah ke arah mata Ollie seolah ber-tanya ‘siapa ya.?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ollie, aku cucu dari yang punya kos ini.” Katanya memperkenalkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Ollie segera di gapai-nya. Mereka berjabat tangan. “Filsa.” Suaranya masih senyap sekali, tentu saja dengan mukanya yang sangat merah dan di penuhi air mata. Filsa, gadis yang berumur kira-kira 19-20 tahun ini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata manusia.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak Filsa kenapa? Kok nangis gini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita bernama Filsa itu tak menjawab, dia hanya menundukkan kepalanya seakan meratapi nasib yang dia terima. Tiba-tiba ia menatap mata Ollie dan memberikkan senyuman tipis kearahnya. “Gak kenapa-napa kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie mengerutkan dahinya. “Cerita aja kali mbak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo aku cerita, emangnya kamu bisa bantu?”&lt;br /&gt;“Aku gak tau, tapi setidaknya mbak bisa ngeluarin isi hati mbak. Kalo di pendem rasanya lebih sakit lho.” Ollie menyampaikan salah satu pesan moral yang dia peroleh dari nasihat nya Iren. Berkat nasihat nya itu, Iren sukses membuat Ollie menjadi orang yang gampang menangis.&lt;br /&gt;Filsa kembali tersenyum, tapi mukanya tak menghadap Ollie. Mungkin ini senyuman untuk kisahnya. “Aku baru ditolak cowok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damn...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Ollie kosong, bibirnya masih tersenyum. Rasa penasaranya tadi menjadi sedikit kecewa. Istimewa, mengapa cewek jaman sekarang itu menganggap ditolak cowok itu menjadi sesuatu yang istimewa? Salah sendiri, gak semestinya cewek yang nembak cowok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku udah tertarik sama dia sejak tahun kemarin. Dia membuat hatiku luluh, entah kenapa, mungkin ini yang namanya cinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon Ollie masih seperti tadi, raut wajahnnya memberikan perintah kepada Filsa untuk memberikan alasan yang lebih spesifik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Truss, setelah setahun, aku merasa udah gak kuat lagi nyimpen perasaan itu sendiri. Jadi... aku beraniin diri untuk nyatain rasa ku itu ke dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie masih cengok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tampang loe nyebelin banget sih.” Filsa sedikit menoyol kepala Ollie. Mereka tersenyum bersama. Ollie memasang tampang seakan ingin mendengarkan lanjutan cerita tadi.&lt;br /&gt;“Ternyata aku di tolak. Mungkin kalau Cuma di tolak doang, aku gak akan seisak ini. Dia anak kos ini juga, namanya Iwat, waktu itu di depan kamar kos dia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Iwat, loe tuh nyadar gak, selama ini, selama setahun ini tuh aku suka banget sama lo. Setiap gue ketemu lo, jantung gue slalu deg-deg-an. Dan mulai saat itu gue tau, kalo gue jatuh cinta sama lo.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Trus, maksud lo nyodorin bunga ini ke gue apa? Mau lo apa sih?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Gue mau lo ngebales isi perasaan gue ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Mmm.. emang menurut lo gue tuh gimana?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Lo itu cowok ter ganteng dan terbaik yang gue kenal.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Masa sih, menurut gue lo itu cewek ter murah yang berani-beraninya minta gue jadi pacar lo. Gue minta lo tancepin aja nih  bunga di kebun bunga lo. Gue alergi.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia ngomong gitu ke aku. Sambil ngebanting pintu kamarnya.” Filsa terisak dan kembali menangis. “Selama ini dia itu baik banget sama aku, dia sering nyapa aku, nemenin aku jalan-jalan. Tapi...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie menggeram. Tentu saja hatinya kesal. Berani-beraninya dia ngomong gitu ke wanita. Tanpa mengeluarkan sepatah kata lagi, Ollie berdiri dan berjalan ke depan pintu kos pria. Oww....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duk-duk-duk. Belum ada jawaban 2 detik setelah ketukan pintu tangan Ollie. Duk-duk-duk. Masih hening. Duk-Brakk-brakk-barkk!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shut up, Dude..” suara dari dalam mulai menggelegar. Terlihat beberapa lelaki dengan postur tubuh yang cukup mengerikan, membuka pintu dan menatap Ollie sinis. “Oh.. cewek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie celingukkan ke dalem. Jelas aja, tapi mana dia kenal cowok yang namanya Iwat itu. Tentunya Iwat sih tidak termasuk golongan lelaki berbadan kekar seperti di depannya itu. “Mana yang namanya Iwat?”&lt;br /&gt;“Ngapain? Nyatain cinta? Apa minta pertanggung jawaban? Basi tau gak! Kenapa sih, gak ada bosen-bosenya cewek nyari Iwat.”&lt;br /&gt;“Ya.. soalnya Iwat itu emang jagonya main cewek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara bermuara di belakang para cowok. Serentak orang-orang yang ada di depan Ollie menyingkir seperti membuat jalan khusus untuk menatap postur sang Iwat.&lt;br /&gt;Terlihat lelaki tinggi berkulit sawo matang, bermata tajam melirik  Ollie, dan berhidung..... ‘di hansaplast’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Here.. I-W-A-T.” Dia mendekat, entah kenapa tubuh Ollie jadi gemeteran. Firasat Ollie menandakan yang gak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dekat, langkah Iwat makin lambat. Sampai akhirnya kedua mata mereka bertatapan sangat keras. Tubuh Ollie terasa lemas, lemas sekali. Dia tidak menduga seseorang yang berada di hadapannya sekarang. Begitu pula di pihak orang itu. Kedua pihak terdiam. Sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi (berlari untuk Ollie) meninggalkan kedudukannya masing-masing. Tanpa mengeluarkan suara yang sudah berada di ujung lidah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh shit!!” Ollie kelagapan kemudian menubruk pintu rumah nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Ollie menelpon Iren malam sekali. Setelah kejadian tadi di luar, di butuh waktu untuk merenung dahulu, baru waktu untuk menghibur dirinya. Siapa sangka, orang yang mencari masalah dengan Ollie di kampus, ternyata tinggal di kos nenek nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “His name’s Iwat, Ren.. Iwat.. dia sekarang tinggal di kos nenek gue.”, Ollie ngobrol dengan Iren lewat HPnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan gaya sok pusingnya, dia muter-muterin kamar yang kini menjadi tempat untuk istirahat. Nuansa ‘jadul’ menyelimuti aura kamar itu. Cat berwarna putih kelam dengan hiasan sarang laba-laba di setiap sudut plafon. Yang membuat Ollie merasa sedikit sesek napas berada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tapi tidak untuk saat ini. Karna dia masih memikirkan bagaimana cara untuk menahan malu dan meminta maaf kepada Iwat. Apa lagi sekarang mereka satu kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Iwat, Iwat siapa?”, Iren minta penjelasan yang lengkap dari Ollie atas omongannya yang terlalu to the point.&lt;br /&gt; “Adu....h itu loh.. laki-laki yang gue tonjok tadi pagi itu ternyata namanya Iwat.”&lt;br /&gt; “Sumpe lo... wa.... dream comes true dong?”&lt;br /&gt; “Monyang lu dream comes true! Siapa yang mimpiin dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie duduk di atas hamparan karpet dan menyandarkan tubuhnya  di lemari baju, sehingga sedikit menghasilkan bunyi ‘duk’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Perasaan gue ternyata bener, lo itu keiket tali jodoh ama dia.”&lt;br /&gt;“Dan ternyata perasaan gue itu bener juga, kalo ternyata lo itu bukan paranormal yang handal.”&lt;br /&gt;“Gue emang gak punya keturunan paranormal.”&lt;br /&gt;“Dan gue gak punya tali yang  bisa ngiket jodoh gue ama dia.”&lt;br /&gt;Hening..&lt;br /&gt;“Oke Oke gue nyerah, akal lo itu gak mungkin gue tandingin soal rantai-merantai  kalimat orang.”&lt;br /&gt;“Ini bukan masalah merantai kalimat, Ren, jodoh itu tidak hanya memper-masalahkan beberapa kali tatapan mata, tapi eratnya ikatan hati. Lagi pula gue masih yakin, tali yang ngiket hati gue sama hati Joni, masih kesimpul rapih.”&lt;br /&gt;“What do you think? Baru aja tadi malem lo mau ngelupain Joni?” Ollie mengetahui kalo di sebrang sana pasti Iren sedang marah. “Maaf Lie, tapi gue juga gak kuat ngeliat lo terus-terusan kesiksa karna nunggu Joni. Kalo dia emang bukan jodoh loe? Dan lebihnya lagi, kalo dia udah ngeduain lo? Lo bisa gila.” Terdengar suara Iren sedang menggebrak meja. “Tapi kalo dari sekarang lo udah berusaha ngelupain dia, lo akan lebih Enjoy ngehadapin apa yang akan terjadi besok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie terdiam selama beberapa detik. Dia nggak bisa berkalimat lagi. pikirannya kemana-mana kini. Dia hanya mengharap Iren yang duluan mengakhiri teleponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya udah lah, gue ngerti perasaan lo. Udah ya Lie, terus jalani hari-hari mu berikutnya. Good night.”&lt;br /&gt;“Night too..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Baru saja Ollie ingin melempar kembali HP nya itu ke atas tempat tidur, tapi dering NOKIA Tones yang berarti ada SMS masuk tiba-tiba keluar dari HP nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Siapa lagi sih nih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;From   =   _ReGha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Woi kuntilanak! Enak banget yak lo, pergi kgk pake blng2 dulu! Iya deh gw tau, gw udh gak penting lg dlm hidup lo. Tp gw ini kan msh adek lo!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;To   =   _ReGha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Gak ush sok dramatis gitu deh tuyul, gw lp. Lg pula lo udh tau kan, kalo hr ini gw bakal prg k Bandung. Jangan kngn, nanti gw sering k Jakarta deh. Salam aja yup buat ayah n’ mamah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;From   =   _ReGha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Bnr yak mbak, kalo perlu 1 minggu sekali!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;To   =   _ReGha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;oK deh, kalo lu mau bayar ‘ONGKOS JALANNYA’!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;From   =   _ReGha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Kejem..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;To   =   _Regha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sekejem-kejemnya gue, jg msh kejeman lu tuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;From   =   _Regha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;I’m not kidding&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To = _Regha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Hngg tuiul, tp jgn tiap minggu dong, bisa mati pelan-pelan gw?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-2154803621566541617?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/2154803621566541617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=2154803621566541617' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/2154803621566541617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/2154803621566541617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/05/bab-iii-and-his-name-is.html' title='BAB III - And His Name is..'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-6041030952885418658</id><published>2009-05-28T01:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T02:03:01.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>BAB II - Let’s Go....!!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siangpun tiba. Sudah saatnya Ollie pergi ke Bandung, ke rumah neneknya tepatnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;“Saya...ng cepetan donk turun dari kamar! Lama banget, kita udah mau pergi nih.”, teriak mamahnya Ollie yang melongok ke lantai atas lewat tangga menunggu jawaban.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;“Aduh tunggu donk, bawa barang sekamar gak bisa cukup satu menit.”, Ollie tergopoh-gopoh membawa bejibun barang di punggungnya sambil melewati tangga sempit rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tinggal kurang lebih 4 anak tangga lagi untuk sampai ke lantai dasar, tiba-tiba tas koper terbesar dan terberat tentunya, nyangkut di sela-sela dinding dan tralis tangga. Aduh mati gue gak bisa gerak, begitulah suara dumelan hati Ollie yang tak tentu. Tanpa basa-basi lagi, Ollie langsung berteriak gak jelas mengharapkan sebuah pertolongan. “Wa...........hel.....p!!!.” teriaknya sok bule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan mengguncang dunia tadi langsung menjadi perhatian sang ayah yang merasa sangat terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana enggak, itu semua udah ngebuat kosentrasi ayahnya buyar saat sedang memecahkan teka-teki aneh yang di berikan oleh mamah. Itu adalah balasan untuk seorang ayah yang katanya tau segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh Ollie, Ayah kira kamu glinding, kalo cuma nyangkut doang, gak usah teriak dong!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapikan Ollie gak tau apa yang bakalan terjadi setelah nyangkut, Ollie gak bisa gerak, bisa aja nanti Ollie beneran glinding, atau malah terbang. Bahkan mati pun juga berkesempatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ollie tanpa bales ngomel lagi, langsung menarik tangan Ollie. Saking kencangnya tarikan ayah, sampe-sampe Ollie beneran terbang (hanya sesaat sebelum akhirnya jatuh kembali) langsung ke lantai bawah melewati empat anak tangga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adu....H. Kalo gitu caranya mendingan Ollie nyangkut deh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagian, bawa barang satu-satu aja kalee.. gak usah sekaligus satu kamar kamu bawa! Jadinya ginikan, kosentrasi ayah buat ngejawab pertanyaan mamah kamu tuh jadi ancur.”, omel ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah gak bisa engertian banget sih. Aku itu cewek, inget cewek, biar gaya aku kayak anak cowok biasanya, tapi tenaga aku itu tenaga anak cewek normal. Mana bisa bolak-balik bawa barang berat naik turun tangga. Gak ada yang mau bantuin lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kalo kayak gini terus, gimana mau mandiri?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie hanya diam terpaku menatap ayahnya yang lagi mengangkat-ngangkat tas koper terbesar dengan tatapan muka bertanya-tanya ini tas keselip bom atom kali ye...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kayaknya Ollie bener-bener belum siap deh tinggal sendirian di Bandung.”,  Ollie menunduk menatap barang-barangnya yang akan ia bawa selalu di Bandung. Kemudian mengeluh dengan nada yang sangat mengharukan. Huhuhu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan Ollie tadi, ayahnya jadi merasa bersalah. Dia menepuk punggung Ollie yang kemudian langsung pergi meninggalkannya. Dasarrrr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan menyesal gitu ah. Udah bagus kamu bisa keterima di UPB (Universitas Pendidikan Bandung). Kamu kan termasuk orang yang beruntung. Padahal kamu di SMA kan gak pernah dapet rangking.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya... dan masih untung juga Ollie masih bisa kuliah. Gak usah ngeledek deh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagi pula di Bandung kamu gak tinggal sendiri kok, kamu tinggal sama nenek kan? Disana juga ada Uwak Didi, Uwak Ning, sama Teh Tia . Soalnya mamah tau, kalo kamu ngekos, gimana mau nyuci baju sendiri, nyuci piring aja gak pernah bener.”, bujukan mamah Ollie mulai menyinggung hatinya pada kalimat-kalimat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagu....s!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah yuk kita keluar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Ollie keluar dari rumah dengan segala persiapannya. Dengan keadaan yang masih tergopoh-gopoh membawa barang, Ollie dan ayahnya berjalan meuju mobil mereka untuk segera memasukkan barang ke dalamnya. Sedangkan mamah malah asik-asik ngobrol dengan mpok, pembatu rumah tangga mereka yang sudah kira-kira 14 tahun bekerja. Tua. Kempot. Item. Bau pete. Memang ciri khas pembantu lansia yang sudah ditakdirkan menjadi penerus Betawie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mpok, nanti kalo Regha pulang, makanya suruh pesen aja, tapi jangan banyak-banyak, bayarnya pake uang dia aja dulu, nanti digantiin. Mpok juga jangan lupa minta, kalo mpok gak makan, gimana mau semangat jagain? Jangan ditinggal sendiri ya mpok takut ada knapa-knapa. Trus bilangin jangan berperilaku kayak anak kecil lagi, inget udah masuk kelas 2 SMP.”, perintah mamah panjang lebar agar tidak terjadi apa-apa dengan Rega, adik kandung Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka itu, karna dia udah 2 SMP, mamah jangan terlalu manjain dia, orang Cuma ditinggal........mmm..........yah pokoknya gak nyampe seharilah.”, Ollie yang masih sibuk dengan barang-barang bawaannya, sedikit menyindir mamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diem kamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya deh bu, saya bakalan jagain ade 24 jam, non stop.”, janji mpok yang rasanya mustahil untuk terjadi karna mpok nggak akan bisa ninggalin tidur siang 2 jamnya ini. Mpok biasa memanggil ade untuk panggilan ke Regha, dan mbak untuk panggilan ke Ollie. “Tapi bu, saya bolehkan tidur siang, kali ini nggak nyampe 2 jam deh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ng.....gimana ya...?”, pikir mamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya mpok, boleh lah, 3 jam juga nggak apa-apa.”, ayah menepuk bahu mamah. “Mamah nih kenapa sih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie yang melihat ayahnya malah ikutan berbincang-bincang dan meninggalkan pekerjaannya membantu Ollie, malah komat kamit sendiri menahan sedikit rasa kesal di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah yang ngeliat Ollie sedang marah, lansung mendekati sambil membawa kembali barang yang tadi ditinggalnya, dan sedikit menahan tawa melihat mulut Ollie yang ngebuka tutup tanpa suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dah, ini barang terakhir kan?”, tanya ayah. “Udah masuk semua kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masuk semua pret. Liat donk, barang-barang di belakang Ollie! Barang-barang yang udah kita masukin itu, baru 69.99%”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Truz...truz.......truz nih barang mau di taro dimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tuh ngapain pake bawa 2 bantal + guling + bed cover segala? Ini nih, boneka segini banyak Cuma bisa menuhin-menuhin doank. Disana barang-barangnya lebih bagus n’ ber-modis. Blom liat sih, keluarga mereka itu modern banget. Bener bener bagus deh, rumah kita gak ada apa-apanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat mamah tadi membawa bayangan Ollie ke suatu tempat yang bener-bener gedung dan otlet adanya. Beberapa  orang berpakaian ala remaja jaman sekarang sedang mententeng banyak kantong belanjaan bertuliskan berbagai macam merk-merk toko ternama yang harganya jauh di atas standar orang biasa. Tempat itu adalah surga orang sukses atau yang kelebihan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie masih terbengong menganga. Contoh orang yang gak doyan shoping seperti Ollie, dijamin tidak akan betah tinggal di tempat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ollie...Ollie sayang. Jangan cengok gitu dong. Mulutnya nganga lagi. Nanti keluar ilernya. Ollie...woi hallow!”, mamah berusaha menyadarkan Ollie. “MAOLLIE..........!!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh iya mah. Aku gak suka hidup dibayangi oleh orang-orang bermodis seperti mereka. Pasti mereka sombong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu kayak gak tau Bandung aja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tau, Bandung itu kan bener-bener pusat perbelanjaan. Karna itu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Takut gak betah? Kok bisa? Gak selamanya Bandung seperti itu kok. Tergantung orangnya juga dong, gampang tau, menyesuaikan diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tuh, sok-sok an gak suka shoping.”, ayah menyela. “Udah-udah, cepetan masuk mobil! Kalian pikir ayah cuti kerja cuma buat puasin ngobrol gak penting kayak gini? Peralatan tidur ini gak usah dibawa, apa lagi boneka-bonekanya, cuma bisa menuhin doang. Mobil kita tuh bukan Patas AC.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke deh yah, tapi nggak untuk Blondy, Ollie nggak akan tenang kalo kalau gak ada yang nemenin Ollie tidur.”, Ollie membela boneka beruang kecil berbulu pirangnya yang sudah dia pelihara sejak masih SD. “Oh iya, ayah kalo ngambek tambah jelek lho!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bodok. Are you ready Ollie?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hm...merantau ke Bandung, demi menggapai yang kau impikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Why not? Let’s go to Bandung!!!”, melemparkan kepalan tangan ke atas. Tak lupa Ollie mengecek HP nya. Tak ada satupun SMS apalagi miss call.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa dia bener-bener lupa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah 2 ½ jam lebih dalam perjalanan, akhirnya keluarga mereka sampai juga di Bandung. Kini nenek Ollie tinggal bersama keluarga kakak pertama mamahnya. Saat masuk, mereka segera disambut dengan jalanan yang memisahkan dua tempat, di sebelah kiri rumah nenek, dan di sebelah kanan 2 rumah yang menyewakan sejumlah kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna halaman rumah yang terbilang sangat besar, nenek dan dibantu oleh yang lain sengaja membuka usaha dengan menawarkan jasa kamar kos. Karna letak yang cukup strategis alias dekat kemana-mana, dan suasananya yang nyaman, nggak salah kalau tempat kos ini ramai dengan anak-anak kuliahan dan sekolahan dari berbagai kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mah, dari dulu tempat kos punya nenek rame banget yah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya dong, kan murah meriah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi tau dari mana kalo tempat ini yang murah meriah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari mulut ke mulut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emangnya semua yang ngekos disini sodaraan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana hening terjadi di dalam mobil. Ayah dan mamah saling bertatapan. Ollie yang masih dengan tampang penuh pertanyaan, mulai menyadari ke-lemotannya itu. “Hahaha..” tawa’an yang tak di sengaja keluar dari mulut Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah jadi bener-bener khawatir mau ninggalin kamu sendirian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil mereka sudah diparkirkan di sebelah mobil milik kakaknya mamah yang juga tinggal disini. Semua turun dan bersiap masuk ke dalam rumah yang cukup besar bernuansa jaman Belanda dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah nenek memang sengaja di tempatkan agak jauh dari tempat kos, tempat menyimpan kendaraan mereka juga dibuat berbeda. Agar suasana hiruk-pikuk anak sekolah dan kuliahan tidak terlalu terasa, sehingga tidak mengganggu kenyamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tok-Tok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara ketukan tangan ayah di pintu diseratai dengan salam, “Assalamu-alaikum”. Ollie celingukkan memandang ke tempat kos. Udah kurang lebih 2 tahun Ollie sekeluarga nggak pernah mampir kesini, lebaran kemarin Ollie pulang kampung ke kampung ayahnya di Bangka.&lt;br /&gt;Celingukkan Ollie yang entah sedang mencari apa, dihentikan sesaat setelah ada hentakkan lembut benda tumpul di bahunya. Segeralah dia membalikkan badan, ternyata tangan mamahnya yang sukses membuatnya kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membalikkan badan, sudah terlihat disana wanita yang kerap ia panggil Uwak. Istri dari kakak mamahnya Ollie ini memiliki nama Nining, tapi Ollie memanggilnya dengan sebutan Uwak atau Uwak Ning. Ollie segera mendekati Uwak Ning dan mencium tangannya sebagai tanda penghormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayuk atuh masuk, nenek aya ti dalem . Lagi ngurus barudak kos.” Mestinya logat bahasa Sundanya lebih dalem lagi, tapi karna penulis belum terlalu mahir, jadi sebisanya saja lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya masuk ke dalam melewati ruang tamu, kemudian disambut dengan ruang bebas atau ruang keluarga yang cukup luas. Disana terdapat nenek yang sepertinya sedang mengurus sejumlah anak kos yang ingin membayar iuran bulanan. Walaupun nenek sudah tua, tapi nenek masih rajin mengurus yang begituan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak itu segera pergi setelah selesai dengan urusannya. Tiba-tiba saja nenek yang melihat Ollie langsung melotot dan mendekatinya sambil berkata.. “Si Putri...” hampir setiap cucu perempuannya ia panggil seperti itu. Tapi itu hanya sebutan saja. Kalo manggilnya tetap pakai their real names.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie mempercepat jalannya ke arah nenek. Dengan segera dia menubruk sambil melingkarkan kedua tangannya di tubuh nenek yang rasanya makin me-nipis. Maklumlah, kawula tua. Nggak kerasa umur nenek udah 75 tahun aja. Rasanya baru kemarin Ollie lari pagi bersama neneknya. Sekarang, boro-boro lari, jalan aja sering keseleo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie seneng banget bisa ketemu sama nenek tercintanya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Ollie dan neneknya sangat teramat dekat. Bisa dibilang Ollie adalah cucu tersayang nenek. Sifat periang, manja dan cengeng Ollie yang mem-buat neneknya makin gemes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kalo Ollie lagi kena marah sama mamah dan ayahnya, nenek selalu melindungi, walaupun ujung-ujungnya nenek juga ikut mengambil bagian untuk memarahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sudah berkumpul di ruang TV dan mulai bersenda gurau ria. Termasuk nenek yang lagi asyik ngobrol dengan ayah. Ayah kadang-kadang suka ngerebut hari nya bersama nenek. Sehingga Ollie jadi merasa bosan dan ingin segera balik. Apa lagi Regha nggak ada disini, nggak ada orang lagi yang pantes untuk dia jaillin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama Ollie makin bosen ngedengerin pembicaraan mereka yang nggak mungkin bisa dimengerti oleh nya. Ngomongin saudara yang baru nikah, menjalani pernikahan, perceraian, bahkan yang mati setelah bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang mereka juga membahas soal pendidikan. Kalo lagi gini yang bikin Ollie tambah bete. Mereka membahas tentang pendidikan orang-orang yang dibilang sukses, akan sukses, dan sedang menuju kesuksesan. Apalagi orang tua Ollie yang terlalu membangga-banggakan Regha. Dia jauh lebih genius dari dirinya. Setiap pembagian raport Regha dan Ollie yang kebetulan hari nya tak terpaut jauh, Ollie selalu megurung diri di kamar, dan tak ingin berkomunikasi minimal 3 hari setelah raport mereka di serahkan. Seperti biasa, Regha selalu masuk 3 besar, dan kadang-kadang dapet juara. Sementara dirinya, paling tinggi hanya 13 besar, itu juga ketika dia berada di kelas yang riwayatnya kurang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie udah gak kuat lagi mendengar orang tuanya membangga-banggakan Regha. Apalagi sampai membandingkan mereka berdua. Ollie gak bisa nahan diri untuk marah bahkan mukulin adiknya. Maka sebab itu, dia hanya berusaha menenangkan diri dengan menangis sepuas-puasnya sambil mendengar radio kencang-kencang. Tradisi seperti itu sudah biasa terjadi setiap minimal 2 kali setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke keadaan di rumah nenek. Tangan Ollie yang juga udah ngerasa bosen, mulai iseng mencubit-cubit paha ayah di sebelah. Nggak ada respon yang berarti dari ayah selain mengusap pahanya. Ollie kembali mengulangi, sekedar memberi petunjuk bahwa anak gadisnya sedang nganggur. Semakin sering Ollie mencubit, Ollie malah kena omelan dari ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tak ada kerjaan, akhirnya Ollie memutuskan untuk jalan-jalan ke-halaman sekitar rumah. Dia berjalan meninggalkan ruang TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ollie, katanya mau ke kampus, ayo.. udah jam setengah 2 lho!” baru saja bergerak 2 meter dari tempatnya duduk tadi, tiba-tiba seruan ayah yang terdengar menyebalkan otomatis menghentikan langkah selanjutnya. “Yuk say, nanti ayah yang naro barang-barang kamu ke kamar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terlihat lesu, baru aja nyampe udah harus hang out lagi. Tapi ini wajib, this is her University program. Ollie memutarkan arah jalannya dan balik ke ruang TV untuk menyalami sekuruh isi rumah. Setelah itu dia kembali ke arah jalannya tadi sambil mengucapkan.. “Assalamualaikum.”&lt;br /&gt;“Walalaikumsalam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-6041030952885418658?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/6041030952885418658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=6041030952885418658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6041030952885418658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6041030952885418658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/05/bab-ii-lets-go.html' title='BAB II - Let’s Go....!!!'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-2565535786143861556</id><published>2009-05-28T01:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T02:14:00.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>BAB I - Ketika Cinta Berpisah [1]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi ini tak ada bahagia. Rasanya suram sekali. Seharian Ollie memikirkan Joni. Apalagi yang harus ia perbuat untuk menahan Joni? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tepat pada jam segini, pasti Joni sedang menunggu di luar.  Tak berani memanggil karna takut justru bukan Ollie yang akan keluar. Joni cukup menunggu di dalam mobil. Ia membesarkan volume radio mobilnya tepat saat intro lagu Leaving On A Jetplane berkumandang. Kebetulan, ini adalah suara Justin Timberlake, Ollie ngefans berat sama penyanyi seksi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;All my bags are packed&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;I’m ready to go&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;I’m standing here outside your door&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;I hate to wake you up to say goodbye &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;But the dawn is breaking, it’s early morn’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;The taxi’s waiting, his blowing his horn&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Already I’m so lonesome I could die&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;So kiss me and smile for me&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tell me that you’ll wait for me&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Hold me like you’ll never let me go&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;I’m leaving on a jetplane&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Don’t know when I’ll be back again&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Oh babe I hate to go&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;I hate to go&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sampai akhirnya terlihat ada yang membuka pintu. Tak salah lagi, itu dia, Ollie, remaja berusia 17 tahun yang mempunyai sebuah hubungan khusus dengannya. Joni pun mengeluari mobil, mengendap-endap melalui semak-semak di pekarangan demi mendekati Ollie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ollie harus rela melepas Joni, kekasih SMA-nya yang akan segera pergi ke Amerika. Joni harus menuruti kemauan ayahnya untuk memenuhi beasiswa berkuliah disana. Mungkin berat untuk mereka berdua, harus berpisah dengan umur pacaran yang baru jalan 1 tahun. Apalagi kedua orang tua Ollie belum mengetahui tentang hubungan mereka.. Selama ini orang tua Ollie hanya menganggap Joni sebagai sahabat Regha, adik Ollie. Bahkan Regha sendiri pun belum mengetahui apa-apa. Memang Ollie sering terlihat berduaan dengan Joni saat Joni sedang mampir ke rumahnya sekedar bermain PS bersama Regha, namun tak sekalipun Regha mencurigai hubungan mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cukup menyedihkan jika mengingat masa pacaran mereka yang tak terbilang mengasikkan. Waktu jalan mereka berdua, hanya sebatas di jalanan sekolah, itu juga sebelum Joni lulus SMA. Tentu, mereka tak punya banyak waktu untuk saling mengunjungi, apa lagi jalan bareng. Walaupun rumah mereka berdekatan, tapi jika terlalu dekat, bisa kena curigaan mamah Ollie yang belum merestui anaknya bermain yang namanya cinta-cintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mereka bertatapan mata sejenak, sebelum akhirnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu yakin mau pergi sekarang?” tanya Ollie. “Perasaan aku gak enak nih.” Selalu kata itu yang di ucapkan semenjak Ollie mengetahui bahwa Joni akan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu dong, ini udah bulat.” Joni memandangi Ollie yang mulai menundukkan kepala. “Nanti aku sering-sering ngehubungin deh. Dan, seandainya aku bisa ketemu sama Justin Timberlake, aku bakal minta foto dan tanda tangan aslinya. Kalo bisa, aku kenalin kamu ke dia.” Joni mulai menggurau. Dia kate Amerika Cuma segede daon kelor?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah kelewatan kamu, mana mungkin Justin...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pasti ketemu Justin kok. Tenang aja lah. Udah yah, nanti aku kelewatan pesawat. Dah....”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun memalingkan tubuhnya memunggungi Ollie seolah tak sanggup lagi melihat matanya, namun beruntung Ollie sempat meraih tanganya sebelum Joni berlari.. “Aku nggak enak badan nih.” Ollie mengusap-ngusap lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joni mendekati Ollie dan memegang jidat nya. Tak ada yang berbeda dari suhu orang normal. Bahkan lebih terasa panas tangan Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sehat-sehat aja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sakit. Tenggorokan ku gak enak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joni kembali memegang jidat Ollie. Sebentar, lalu melepasnya lagi. Dia menggelengkan kepalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini nggak bisa di tunda. Aku harus pergi. Maafin aku Lie.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie tau, segimana rupa dia menipu, tetap saja Joni akan pergi. “Yaudah, good luck ya. Jangan lupa ngasih kabar kalo udah sampe.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joni, dengan tatapan hangat,  sedikit mencium kening Ollie. “Ok baby, Bye...” Ia kembali berlari ketika melihat bayangan mama Ollie yang berjalan mendekat. Joni tidak sanggup lagi menatap wajah Ollie, dia tidak mau dikatain cengeng hanya karna tidak tahan membendung air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serentak setelah mobil Joni pergi, mama Ollie keluar. Dia celingukkan sejenak ke sekitar sebelum memandang anaknya yang bertatapan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngomong sama siapa sih Lie?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada respon yang diberikan Ollie. Tatapannya masih kosong. Yang ada di pikirannya sekarang hanyalah Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ollie.. Masa mamah didiemin?” Mama Ollie mulai mengambil tindakkan, ia menepuk pundak Ollie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh mah, maaf, hhh tadi nanya apa ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadi kamu ngobrol sama siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Ollie mulai sumrigah. “Mmmm... tadi itu, ada orang yang mau nganter soto, tapi salah alamat. Jadi balik lagi. ” Semoga aja mamanya Ollie tidak berpikir yang bukan-bukan. “Sumpah, Ollie gak bo’ong kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa juga yang mikir kamu bohong?” sebodoh ini kah mamahnya Ollie? “Tapi kira-kira, toko soto mana yang nganterin pesenannya pake mobil?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baru mah. Jaman sekarang kan udah canggih. Emang benyak yang nganterin makanannya pake mobil. Pesawatpun ada. Sepedah mah udah ga jaman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baru. Kamu tau alamatnya? Pasti soto nya enak banget.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ollie terdiam, dia tidak konek dengan pertanyaan mamah yang terakhir. Dia kembali teringat Joni. “Amerika. Liat nanti!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha? Di Amerika?” mamah melotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Belakangan ini Ollie selalu ribet untuk tidur. Gak pernah bisa hilang bayang-bayang wajah Joni yang sekarang lagi mengadu nasibnya di Amerika sana demi memenuhi segala cita-cita. Selalu aja gak pernah bisa tenang kalo inget janjinya yang akan selalu ngabarin keadaannya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Udah sekitar setahunan Joni pergi. Dan sudah sejak 5 bulan kemarin Joni gak pernah ngasih kabar lagi. Di telpon gak pernah bisa. Di e-mail gak pernah di jawab. Di SMS? Apalagi. Ternyata firasat Ollie waktu itu sedikit terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di sana kamu lagi ngapain? Aku kangen!  Ollie meninitikkan air mata yang kemudian pecah diatas kerumunan debu genteng rumah. Berhubung di rumah Ollie tak terdapat beranda, maka, untuk melihat bintang-bintang, harus naik ke atas genteng dulu melewati jendela kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bintang.. dalam suasana hati yang gundah maupun kesel, Ollie selalu menyempatkan diri menatap sambil berbincang-bincang sedikit pada bintang. Selain berdoa kepadaTuhan, Ollie juga sedikit memohon bantuan bintang-bintang. Apa lagi semenjak Joni tidak memberikan kabarnya, hampir setiap malam Ollie kesini. Ollie memohon agar Joni segera memberi kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sulit untuknya menerima kalo pada akhirnya mereka gak bisa bertemu lagi. Apa lagi mesti harus diduakan. Ollie akan selalu menunggu. Karna hatinya yang gak mungkin bisa lupa semua cerita-cerita indah. Harus tegar. Ollie mengusap air mata dan memaksa kan bibirnya untuk tersenyum kepada bintang, menerima semua yang telah dan yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok, Ollie akan pergi ke Bandung untuk mengakhiri masa SMA nya, dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Dia akan berkuliah disalah satu Universitas di Bandung. Sesungguhnya Ollie ingin menyusul Joni. Tapi jalan beasiswa yang ia dambakan, tidak dapat terpenuhi. Nggak mungkin kalo Ollie harus merengek-rengek pada orangtuanya untuk diberi ongkos berkuliah di Amerika Serikat, menyusul Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia inget kalo Ollie akan pergi besok? Entahlah, pokoknya ke inginan Ollie untuk ngeliat dia saat pergi, pupus sudah. Udah lah, yang penting semoga aja besok dia ngucapin kalimat ‘Good Luck’ seperti yang diucapkannya saat dia akan pergi. Besok mereka pasti akan berbincang dengan riang. Meskipun hanya lewat sebuah Telepon Selullar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Cinta sejati tidak akan kemana’. Kalimat itulah yang Ollie rekam setiap teringat kembali cinta Joni. Cinta sejati memang gak akan kemana, tapi kalo Joni bukan cinta sejati-nya, Ollie belum siap patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LuvU Forever My Prince : )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-2565535786143861556?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/2565535786143861556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=2565535786143861556' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/2565535786143861556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/2565535786143861556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/05/bab-i-ketika-cinta-berpisah-1.html' title='BAB I - Ketika Cinta Berpisah [1]'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-3883616447589985354</id><published>2009-03-08T04:38:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T05:32:36.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Mati Suri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi hari di Jakarta. Sebuah sekolah elite yang begitu luas menjulang di pusat keramaian Pondok Labu. Ya, Pondok Labu yang identik dengan pasar dan kemacetanya. Mengapa tidak? Terbukti baru jam setengah enam pagi saja jalanan sudah dipadati dengan berbagai macam aktivitas. Baik itu ngojek, narik angkot, ngemis, malakin orang, bahkan shopping di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jam setengah 6 bukanlah waktu yang tepat bagi murid-murid SMA Altanara Pondok Labu untuk sudah melakukan aktivitas di sekolah. Masih ada waktu sekitar 1 jam bagi mereka untuk sekedar santai di rumah sebelum akhirnya memerintahkan supir keluarga agar segera mengantar mereka ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palingan yang sudah ada hanya tukang bersih-bersih, penjaga sekolah dan satpam yang memang sudah tugas mereka datang lebih pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hari ini sepertinya ada penghuni baru yang bersedia datang lebih awal dari pada penghuni lainya. Seorang pemuda berpakaian seragam seadanya dengan baju keluar dan kancing yang tidak tertutup rapih kini menjadi sorotan. Ia berjalan sepanjang koridor sekolah dengan membawa sebuah tas selempang yang sangat tipis, enteng, dan mungkin orang yang melihatnya akan beranggapan bahwa di dalam tas itu hanya berisi satu set pakaian dalam wanita. Gerakan tubuhnya santai, namun terlihat begitu kelelalahan, sambil memegang perutnya yang ceking, sambil sesekali meludahkan cairan merah ke saluran air sekitar koridor. Rambutnya sudah tak berbentuk lagi. Dan makin lama langkahnya makin terhuyung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan matanya kosong, kering, gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berusaha menutup luka memar yang tergambar di sekitar bibirnya dengan sebuah handuk kecil yang ia bawa ketika seorang penjaga sekolah melintas di depan matanya. Melihat aneh kearahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memaksakan kakinya untuk berjalan cepat ke arah toilet laki-laki. Dengan gerakan yang sangat tergesa-gesa, ia menghampiri toilet dan menendang pintunya cukup keras. Sesampainya di toilet, yang masih gelap gulita tentunya, ia kembali meludahkan darah kental dari mulutnya ke wastafel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ini disini dengan keadaan seperti ini bukan karna habis tawuran atau berantem dengan preman. Palingan ia habis di gebukin oleh papahnya lagi. Namanya juga Andez, tiada hari tanpa ribut dengan papahnya. Padahal jam segini masih bisa dibilang subuh, tapi mereka sudah membuat kejadian saja. Sampai-sampai Andez melarikan diri ke sekolah yang belum ada penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andez membanting tubuhnya di dinding toilet dan melemaskan kakinya hingga dia terduduk sekarang. Ia meremas rambut dengan kedua tanganya hingga rambutnya kini berbentuk seperti rambut Wolfring di film X-Men. Hatinya ingin sekali menjerit, namun selalu saja ia tahan. Entah apa yang membuat dia merasa malu untuk menjerit, mungkin karna ia selalu berusaha tidak menganggap penting kekekerasan yang ia terima dari papahnya. Bila ia terus menghardik, sama saja dengan ia mansukseskan misi papahnya untuk membuatnya membencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beginilah akibatnya, semakin ia pendam, semakin sedikit orang yang tau, semakin ia merasa tersiksa. Tubuhnya bergetar hebat sebelum ia merasakan ada setetes air, dan diikuti beribu teman-temanya mengalir di pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Bangsat, kenapa gue mesti nangis, sih?’ ucapnya dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bukan karna mamahnya, mungkin Andez sudah melarikan diri dari rumah itu. Hidup menjadi orang yang kabur dari rumah mungkin akau lebih menyenangkan. Free. Bebas dari peraturan-peraturan bullshit yang telah memberatkanya. Namun rasa sayang terhadap mamahnya lah yang membuat ia selalu berpikir lagi setiap berencana untuk kabur dari rumah.&lt;br /&gt;Air mata tak henti-hentinya mengalir dari kedua matanya. Hal ini telah membuatnya merasa seperti perempuan, menyelesaikan semua masalah dengan tangisan. Namun siapa yang mau peduli? Andez tetaplah Andez. Yang banci, yang pecundang, tidak punya teman setia, tidak punya orang tua yang menyayanginya. Dirinya adalah miliknya, tidak ada yang bisa mengatur lagi. Andez pun meringkuk diantara kedua lututnya. Membenamkan wajahnya sangat dalam, begitu dalam, hingga jiwanya pun ikut tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang melihatnya mungkin akan mengira bahwa ia sedang tertidur. Namun Andez tidak akan semudah itu untuk terlelalap dalam pikiranya yang seperti ini. Ia memang tidak bergerak, sedikit pun, memang seperti orang tidur, tapi ini beda, matanya terbuka di dalam ringkukanya, gelap dan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andez kembali mati suri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                         ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andez, Andez, kamu kenapa nak?”, bisik orang di sampingnya. Suaranya berat dan menyeramkan. Namun bila sudah mendengar suara orang ini, hati Andez sepertinya aman, seperti ada yang menyelamatkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu membangunkan Andez dari ringkukanya. Ia menyenderkan kepalanya di dinding toilet dan memaksakan matanya yang masih lebam oleh air mata untuk melihat ke sekitar. Cukup ramai, sekitar 5 orang-an yang berada di dalam toilet itu, menatapnya penuh duka. Pak Fabian, guru olahraganya yang sedang berlutut disisinya. Suaranya lah yang telah membangunkan Andez dari mati surinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa? Apa yang baru saja terjadi? Kenapa muka kamu memar-memar begini?”, tanya seseorang di belakang Pak Fabian, guru BK-nya, Bu Alvina, yang membuat Andez sedikit terenyuh. Seorang perempuan masuk toilet laki-laki? Dan 2 yang lainya adalah guru mata pelajaran yang tidak terlalu ia kenal. Sedangkan 1 nya lagi, penjaga sekolah yang tadi sepertinya. “Andez? Jawab pertanyaan ibu nak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andez membetulkan posisi duduknya yang mulai merosot. “Kenapa? Saya nggak apa-apa.”, telah terdengar suara hiruk pikuk di luar sana. Sepertinya sekolah sudah lumayan ramai. “Wah kayaknya saya ketiduran cukup lama ya disini.”, ia tersenyum, licik sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Fabian menatap ke arah penjaga sekolah, orang itu segera menangkap respon darinya dan tiba-tiba memberikan sebuah handuk kecil ke Pak Fabian yang Andez ketahui adalah miliknya. “Teman kamu, Ingga, menemukan ini di depan toilet ini. Ada bercak darahnya. Apakah ini milik kamu Andez?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari dulu anak ini memang misterius ya? Punya masalah tapi ga diomongin, jadinya begini kan.”, kata guru mata pelajaran lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sama sekali niat Andez untuk menjawab pertanyaan mereka semua. Yang ia inginkan sekarang hanyalah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Alvina mendesah, “Yaudahlah pak, langsung dibawa keluar aja, kasian dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo.”, Pak Fabian menatap mata Andez dalam, namun seperti biasa, Andez tidak membalas tatapanya. Seketika itu Andez langsung ditarik berdiri. Tubuhnya yang masih lemas dirangkul oleh tangan kekar Pak Fabian mengeluari toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat melihat keadaan di luar, tiba-tiba ada tubuh wangi menubruknya. Tubuh mungil ini terus memeluk erat tubuh Andez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingga?”, bisik Andez di telinganya. Ingga, mantan kekasih Andez, salah satu dari sekian banyak orang yang telah dibencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu kok bisa jadi kaya gini sih?”, tanya Ingga tersedu. Ya, dia menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andez diam, dia merasakan ada yang aneh dengan semua ini. Ini bukan kali pertamanya Andez bonyok di sekolah, tapi ini baru pertama kalinya orang-orang jadi perhatian terhadapnya. Ia mencoba melihat keadaan dari atas rambut Ingga. Betul-betul ramai hingga ia tidak dapat membedakan mana teman-temanya yang biasanya memakai seragam sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mata memandang, hanya terlihat bapak-bapak memakai jas hitam kulit dan beberapa memakai kemeja berwarna coklat. Tidak ada yang ia kenal. Mungkin diantara mereka masih ada guru-guru yang ia kenal, namun sama sekali tidak ada teman-temanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa ini? Ada acara apa di sekolah hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelukan Ingga yang begitu keras berhasil dilepas oleh Andez. Ia membutuhkan ruang pernapasan untuk dapat mencerna semua ini. Dan beberapa detik kemudian, setelah seorang dari sekian makhluk berjas hitam kulit menghampirinya, akhirnya Andez menemukan jawabanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi, disini, di hadapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf kami dari kepolisian, ingin menangkap saudara bernama Andezta Andhika Faryandaris, atas tuduhan pembunuhan terhadap saudara Ferry Agusta Faryandaris.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fantasi Andez seketika melesat ke kejadian pagi hari tadi. Apa? Apa yang dia lakukan? Tidak ada yang ia ingat. Sama sekali. Yang ia tau ia sudah berada di sekolah dengan tubuh penuh memar yang ia yakini adalah perbuatan papahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seorang wanita muncul diantara kerumunan polisi, ia menangis, begitu deras, membuat hati Andez sangat sakit. Itu mamahnya, mungkin yang melaporkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafin mamah, Andez. Mamah ga tau harus ngomong apa. Mamah..mamah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andez tak sanggup lagi melihat wajah mamahnya, yang ia inginkan hanyalah alasan mengapa ia harus ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kenapa? KENAPA? AKU NGGAK NGAPA-NGAPAIN, PAPAH YANG TERUS MUKULIN AKU!!”, Andez berteriak dan kembali meremas kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“KAMU ITU KENAPA ANDEZ? KAMU AMNESIA? KENAPA KAMU TIDAK PERNAH MENGINGAT PERBUATAN BURUK YANG UDAH KAMU PERBUAT?”, mamahnya membalas teriakanya, membuat Andez dan seluruh orang disana terkesima. “ADA APA ANDEZ? SETAN APA YANG UDAH NGERASUKIN KAMU?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tiba-tiba, bayangan itu muncul, kejadian tadi pagi. Ketika papahnya sedang menghajarnya habis-habisan, ketika Andez berusaha untuk melarikan diri, dan ketika Andez dengan sadis melayangkan sebuah guci ke arah papahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andez benar-benar tidak menyangka bahwa ia telah membunuh papahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada sesuatu yang merasukinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau apa dia memang sedang benar-benar mati suri saat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                          ***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-3883616447589985354?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/3883616447589985354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=3883616447589985354' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/3883616447589985354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/3883616447589985354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2009/03/mati-suri.html' title='Mati Suri'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-1930879099899394484</id><published>2008-12-23T20:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T07:39:46.474-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Watch The World Come Alive Tonight</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I've just felt in love with "Greatest Day". This is a song which sung by Take That---ada yang belum tahu siapa itu Take That?? Well Take That are a pop boy band consisting of members &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gary Barlow&lt;/span&gt;,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Mark Owen&lt;/span&gt;,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Howard Donald &lt;/span&gt;and&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Jason Orange&lt;/span&gt;. Group ini dibentuk oleh &lt;b&gt;Nigel Martin Smith&lt;/b&gt; di Manchester tahun 1990. Mungkin untuk anak muda jaman sekarang banyak yang tidak mengenal mereka, haha yaiyalah secara ini adalah boy band tua yang berjaya di era orang tua mereka. Well, Let's ask your parents to know many things about  them!!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVHFWgwu9iI/AAAAAAAAADc/OCylhTuMg5g/s1600-h/l10096734918_1440.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 237px; height: 237px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVHFWgwu9iI/AAAAAAAAADc/OCylhTuMg5g/s320/l10096734918_1440.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283220828424435234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan meskipun sebelumnya saya juga tidak pernah tahu siapa Take That itu (bahkan sempat mengira ini hanyalah sebuah plesetan dari nama coklat), tapi kemunculan album mereka belakangan ini memang pantas untuk menjadi konsumsi publik---well, saya khususnya.&lt;br /&gt;The first single &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Greatest Day&lt;/span&gt; was released on November 24th. Greatest Day was written by Mark Owen, Jason Orange, Howard Donald and Gary Barlow and was produced by John Shanks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Greatest Day - Take That&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Today this could be the greatest day of our lives&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Before it all ends,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Before we run out of time&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Watch the world come alive tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tonight this could be the greatest night of our lives&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let's make a new start&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The future is ours to find&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Can you see it?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Can you see it in my eyes?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Can you feel it now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Can you hold it in your arms?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Watch the world come alive tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hold your head high&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hold your arms open wide&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let the worlds start come alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;When you stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Today this could be the greatest day of our lives&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Today this could be the greatest day of our lives&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh, and the world comes alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And the world comes alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And the world comes alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh oh oh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Watch the world come alive tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And the world comes alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And the world comes alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Watch the world come alive tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Today this could be the greatest day of our lives&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Before it all ends,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Before we run out of time&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Watch the world come alive tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tonight this could be the greatest night of our lives&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let's make a new start&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The future is ours to find&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Can you see it?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Can you see it in my eyes?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Can you feel it now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Can you hold it in your arms?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Watch the world come alive tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hold your head high&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hold your arms open wide&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let the worlds start come alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;When you stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Today this could be the greatest day of our lives&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Today this could be the greatest day of our lives&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh, and the world comes alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And the world comes alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And the world comes alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh oh oh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Watch the world come alive tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And the world comes alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And the world comes alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Watch the world come alive tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay close to me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Awalnya secara tidak sengaja melihat video clip mereka di MTV Asia, padahal biasanya saya jarang sekali yang namanya nonton TV, apalagi MTV Asia yang terkadang menayangkan video yang kurang pantas ditonton anak-usia-baru-gede (dan untungnya saya menyadari bahkan mengakui hal itu, bawasanya saya memang termasuk anak-usia-baru-gede). Semenjak saat itu barulah saya jadi rutin mantengin stasiun TV tersebut, dan terkadang melihatnya lewat YouTube bila sudah terlanjur kangen :) (dan tidak mau menjadi anak bejat karna terkontaminasi virus orang dewasa---yah kebiasaan nonton &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baby house &lt;/span&gt;sih lu.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musiknya enak, dan liriknya sangat bagus. Apalagi didukung oleh video clip mereka yang gorgeous (bertengger diatas gedung dan dikelilingi kunang-kunang, uuuu). Great song. Four thumbs up for "Greatest Day".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/unfF-yypcgY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/unfF-yypcgY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba saja mereka lebih muda sedikit, ckck&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEEP GORGEOUS !!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-1930879099899394484?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/1930879099899394484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=1930879099899394484' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1930879099899394484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/1930879099899394484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2008/12/stay-close-to-me.html' title='Watch The World Come Alive Tonight'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVHFWgwu9iI/AAAAAAAAADc/OCylhTuMg5g/s72-c/l10096734918_1440.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-4721770000150124429</id><published>2008-12-23T05:33:00.000-08:00</published><updated>2009-03-09T05:33:44.564-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='introducing my self'/><title type='text'>sister-hood</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah anda merasa memiliki satu rasa terhadap sepupu-sepupu anda? Kalau ya katakan apa contoh nya? Kalau tidak, silahkan diam saja!&lt;br /&gt;Satu rasa terhadap seseorang bukan berarti dia stroberi, anda stroberi, dan bila dijilat sama-sama terasa stroberi---satu rasa itu misalnya memiliki kesamaan dalam hal hoby, film, kebiasaan, kebaikan, keburukan, makanan favorit, hewan peliharaan favorit, bentuk rambut, warna mata, warna kulit, selera cowok, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa bila ada yang bertanya, jujur kini saya merasakan hal itu terhadap beberapa sepupu perempuan saya. Dan meskipun tak semua tetek bengek yang baru saja saya tulis di atas itu merupakan sebuah kesamaan yang saya lihat dari sepupu saya, dan mungkin tak ada kesamaan yang signifikan sekalipun---tapi saya mungkin harus menyamakanya (please, hanya untuk keperluan blog dan hayalan saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini saya ingin mengatakan kesamaan yang nampak dalam diri saya dan sepupu saya adalah : sama-sama mencintai diri sendiri (dalam kutip "narsis"), dan nggak peduli aib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru-baru ini, saya mendapati telah bernarsis ria dengan beberapa sepupu saya di rumah sepupu saya yang lain di kawasan Raffles Hills, Cibubur. Rumah baru bisa dibilang. Dan Webcam milik seorang teman sepupu saya yang kebetulan datang (dan ikut narsis) menjadi mangsa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_cED-WI/AAAAAAAAAC0/r3bxd_nqWS4/s1600-h/n1054657357_227180_9697.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_cED-WI/AAAAAAAAAC0/r3bxd_nqWS4/s320/n1054657357_227180_9697.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282987335561247074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_tEzG3I/AAAAAAAAAC8/kGOiIvlxFGw/s1600-h/n1054657357_227167_302.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_tEzG3I/AAAAAAAAAC8/kGOiIvlxFGw/s320/n1054657357_227167_302.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282987340127738738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_caO37I/AAAAAAAAACs/TTqRa627MzE/s1600-h/n1054657357_227185_7464.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_caO37I/AAAAAAAAACs/TTqRa627MzE/s320/n1054657357_227185_7464.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282987335654236082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_GuZf8I/AAAAAAAAACk/ULQtplATmQ8/s1600-h/n1054657357_227192_3535.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_GuZf8I/AAAAAAAAACk/ULQtplATmQ8/s320/n1054657357_227192_3535.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282987329833238466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_M51WtI/AAAAAAAAACc/cKww0QrFLvg/s1600-h/n1054657357_227195_1911.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_M51WtI/AAAAAAAAACc/cKww0QrFLvg/s320/n1054657357_227195_1911.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282987331491814098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sepupu saya dari kiri : Ka Andin, Ka Meivi, Saras&lt;br /&gt;(sementara 2 sselanjutnya merupakan teman2 saras yang kebetulan&lt;br /&gt;datang dan ikutan narsis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Sebenernya masih banyak foto yang kami hasilkan hari itu dan dengan webcam tersebut, tapi karna takut bakalan ada kejadian-kejadian yang tidak dikehendaki, seperti datangnya produser yang tiba-tiba mengajak kami untuk menjadi model atau bintang sinetron sekalipun, jadi saya simpan saja untuk dokumen pribadi---terbukti kah seberapa narsisnya saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sekiranya kisah kesamaan rasa kami, tak ada pemaksaan atau kekejaman fisik dalam pembuatanya, bila ada yang tersinggung mohon dibicarakan baik-baik :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-4721770000150124429?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/4721770000150124429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=4721770000150124429' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/4721770000150124429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/4721770000150124429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2008/12/sister-hood.html' title='sister-hood'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SVDw_cED-WI/AAAAAAAAAC0/r3bxd_nqWS4/s72-c/n1054657357_227180_9697.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-7285823425231113550</id><published>2008-12-21T03:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T05:08:47.833-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Unjuk Jempol Buat Twilight, Unjuk Jempol Buat Keluarga Cullen</title><content type='html'>Twilight.. Twilight.. Twilight..&lt;br /&gt;siapa sih yang ga tau novel karangan Bu Stephanie Meyer ini?---ya walaupun jujur saya sendiri tidak begitu mengenalnya sebelum mengetahui bahwa novel ini akan di film-kan dan kenyataan bahwa pemeran utama nya adalah seorang Robert Pattinson yang berhasil mereka sulap menjadi seorang vampire gorgeous dan lain dari Robert Pattinson dulu yang rambutnya seperti matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhubung saya belum sempat membaca novelnya, jadi dalam kesempatan ini dengan berat hati baru bisa saya gambarkan melalui penglihatan dan ingatan (seingatnya itu juga) yang dihasilkan dari filmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, film ini menceritakan tentang kisah cinta 2 makhluk berbeda jenis (kalo yang ada dipikiran anda 'beda jenis' itu maksudnya perempuan dan laki-laki, pikiran anda dangkal---atau tulisan saya yang tolol), okee manusia dan vampire jelasnya. Dimana dua makhluk ini memiliki nama Isabella Swan/Bella/manusia, dan Edward Cullen/Edward/vampire. Bisa dibayangkan bila seorang manusia menjalin cinta dengan vampire yang sewaktu-waktu dapat membahayakan nyawanya? seru deh kisah cinta mereka, apalagi saat datengnya 3 vampire baru yang begitu haus darah. yaa.. untuk kisah selanjutnya silahkan tonton sendiri :'3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film nya romantis banget, tapi itu bukan alasan pertama mengapa saya sungguh menyukainya. cerita yang unik dan cool adalah sebab mengapa saya sampai bela-belain nonton film ini berkali-kali. Yaa.. unik karna lain dari pada yang lain dan tidak membosankan. Dan cool karna penuh vampire yang keren, cantik-cantik, dan ganteng-ganteng. hahaha. specially Cullen's Family, aaaarrgghhhh... entah gimana asal usulnya sampai bisa terbentuk keluarga vampire kaya gini (karna sepengetahuan saya belum ada makhluk halus yang sudah berhasil menghasilkan anak). Haa whatever, keluarga yang terdiri dari Carislie, Esme, Rosalie, Emmet, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;EDWARD&lt;/span&gt;, Alice, dan Jasper ini lain dari kehidupan vampire lainya. mereka hidup dengan menjalani diet sehat ala vampire, yaitu memilih untuk tidak meminum darah manusia. haha, kurang baik apa coba mereka :)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SU4904ZoYwI/AAAAAAAAABk/pedOUAecpdc/s1600-h/n26793912725_800265_5943.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 333px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SU4904ZoYwI/AAAAAAAAABk/pedOUAecpdc/s320/n26793912725_800265_5943.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282227391654552322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;what do you think about them?&lt;br /&gt;(Cullen's family : Emmet, Rosalie, Esme, EDWARD, Carislie, Alice,  Jasper)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Tak hanya baik, mereka juga tajir dan memiliki wajah yang pantas dikagumi---walau tak jauh dari kulit yang seputih dan sekeras marmer, bibir yang merah, dan mata yang hijau tajam yang siap memakanmu. uuhh cool banget deh, bikin saya berharap ada salah satu anggota keluarga Cullen yang datang ke Indonesia untuk menjadikan saya vampire dan otomatis bagian dari keluarga mereka. hidup vegetarian vampire!!&lt;br /&gt;yaa sebagus apapun filmnya, saya akan tetap mencintai tokoh-tokoh di dalamnya, kalau sampe ada salah satu anggota keluarga Cullen yang di ganti.. ya tetep nonton, udah terlanjur cinta sih (tolol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-7285823425231113550?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/7285823425231113550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=7285823425231113550' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/7285823425231113550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/7285823425231113550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2008/12/blog-post.html' title='Unjuk Jempol Buat Twilight, Unjuk Jempol Buat Keluarga Cullen'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SU4904ZoYwI/AAAAAAAAABk/pedOUAecpdc/s72-c/n26793912725_800265_5943.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-5455062278093118033</id><published>2008-11-08T07:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T03:35:46.218-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='introducing my self'/><title type='text'>Insomnia Tingkat Tinggi.</title><content type='html'>saat gue sd, hal yang paling mustahil untuk gue lakukan adalah membaca novel. jangankan novel, untuk komik pun hanya gue artikan dari gambar2nya saja. sungguh dari hati yang mendalam gue katakan, gue &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;benci tulisan&lt;/span&gt;. entah apa yang terjadi di diri gue, mungkin sewaktu mengandung gue, nyokap sempat ketiban portal pembatas jalan yang menyebabkan gue jadi tak pandai membaca apalagi menulis. maka tak ada pelajaran yang paling gue sesalkan selain pelajaran mengarang (setelah menghitung tentunya). bukan hanya tulisan tangan gue yang emang relatif jelek, tapi juga karna jiwa mengarang gue sangat jongkok.&lt;br /&gt;karangan liburan, dongeng, pengalaman pribadi, cerpen, resensi, atau apalah tetek bengek lainya yang menyangkut pelajaran tulis-menulis dulu, selalu gue kerjain dengan cucuran keringat. gue curahkan seluruh hari-hari gue buat menuntaskan itu tugas, bagaimanapun hasilnya yang penting sudah berusaha &gt;&gt; dan benar saja, belum ada sejarah nilai menulis gue yang memuaskan guru matematika (lagi bahas bahasa indonesia bodoh!!), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;suck.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari dimana gue mendapat tugas menulis adalah hari dimana gue ga bakalan tidur malem. bukan hanya tulisan tangan gue yang emang relatif jelek (lagi??), TAPI KARNA JIWA MENGARANG GUE SANGAT JONGKOK. tapi ajaibnya tugas itu selalu gue kumpulkan tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu saat di hari pengumpulan tugas.&lt;blockquote&gt; guru : ini kamu yang nulis nak?&lt;br /&gt;gue   : pastinya.&lt;br /&gt;guru : dimana?&lt;br /&gt;gue   : di lantai kamar saya.&lt;br /&gt;guru : kenapa tidak di meja belajar?&lt;br /&gt;gue   : mmm... gak biasa bu.&lt;br /&gt;guru : kalau begitu kamu tulis lagi karangan ini di meja belajar dengan tulisan yang baik dan benar, dan bisa ibu mengerti.&lt;br /&gt;gue  : ...&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;hari berikutnya&lt;blockquote&gt;guru  : nak-nak, ini karangan kamu nak?&lt;br /&gt;gue    : iya bu, punya saya.&lt;br /&gt;guru  : kamu mengerti tema yang ibu berikan untuk bahan karangan?&lt;br /&gt;gue    : tentunya.&lt;br /&gt;guru  : apa?&lt;br /&gt;gue    : "Air Sumber Kehidupan"&lt;br /&gt;guru  : dan karangan kamu tentang apa?&lt;br /&gt;gue    : ya tentang "Air Sumber Kehidupan" lah bu.&lt;br /&gt;guru  : khususnya??&lt;br /&gt;gue    : "Perjalanan Onta yang Kehausan"&lt;br /&gt;guru  : nah sekarang kamu ulang lagi karangan ini, dengan kisah yang lebih bisa ibu mengerti !!&lt;br /&gt;gue    : ...&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;dan itulah dimana masa-masa memuncaknya amarah gue terhadap karangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkat karangan gue jadi sering tidur malem,&lt;br /&gt;berkat karangan volume tidur gue jadi berkurang,&lt;br /&gt;berkat karangan waktu main gue jadi terbengkalai,&lt;br /&gt;berkat karangan gue jadi melawan orang tua (ga segitunya sih)&lt;br /&gt;dan berkat karangan kini gue mengidap &lt;span style="font-size:130%;"&gt;INSOMNIA STADIUM 4, &lt;/span&gt;aaaaarrggh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahkah kalian mengerti tentang insomnia? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;let me tell you..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Prof DR Ali Khomsan&lt;/span&gt;                  &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Insomnia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; atau sulit tidur menim&lt;/em&gt;&lt;em&gt;pa 1 dari 10 orang Amerika Serikat. Insomnia bisa berupa mata tak terpejam sepanjang malam, terbangun di tengah lelapnya tidur dan sulit tidur kembali, terbangun beberapa kali, bangun terlalu dini, atau tidak merasa bugar setelah bangun tidur. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;Masih ada &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;insomnia kronis &lt;/span&gt;sebagai insomnia paling parah karena penderitanya selama sebulan atau lebih tidak bisa tidur pada sebagian besar malam. Ada pula &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;insmonia jangka pendek&lt;/span&gt;, sulit tidur 2-4 minggu, dan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;insomnia transient &lt;/span&gt;yang berlangsung beberapa hari. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;Meski demikian sebenarnya hanya 30 persen penderita insomnia yang benar-benar terganngu. Insomnia bisa terjadi karena kondisi kejiwaan seperti stress atau gangguan fisik di sekitarnya. Tidur siang yang berlebihan juga membuat mata terjaga sepanjang malam. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;Tidur siang sebenarnya tidak diperlukan. &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Hormon melatonin &lt;/span&gt;yang dikeluarkan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;kelenjar pineal &lt;/span&gt;adalah jam alami bagi tubuh. Hormon ini mulai mengalir ketika sinar Matahari mulai redup. Kehadiran hormon melatonin di dalam tubuh memerintahkan istirahat. Disiang hari, hormon tak diproduksi. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;Lingkungan fisik bisa berupa suara bising didekat tempat tinggal, misalnya bunyi mesin pabrik atau kereta api yang melintas. Suhu lingkungan yang terlalu panas atau dingin, demikian pula perubahan suasana lingkungan, bisa menimbulkan gangguan tidur. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;Terlalu banyak minum kopi atau minuman berkafein, mengisap rokok, atau minum minuman beralkohol menjelang tidur, dapat memicu insomnia. Kafein dapat meningkatkan denyut jantung, alkohol menguras vitamin B yang mendukung sistem saraf, dan nikotin bersifat &lt;span style="color: rgb(255, 0, 255);"&gt;neurostimulan &lt;/span&gt;yang justru membangkitkan semangat. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;Dampak serius insomnia adalah turunnya produktivitas. Penderita insomnia sering mengantuk di siang hari dan tidak bisa memusatkan perhatian pada hal-hal detail. Mereka tidak dapat memberikan pertimbangan untuk mengatasi masalah. Orang insomnia juga sering lupa, bahkan hal yang baru saja dialami. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;Tubuh lelah akibat tidak tidur semalaman membuat penderita insomnia mudah terusik. Hal-hal kecil dapat menimbulkan kemarahan karena penderita insomnia benar-benar dapat merupakan siksaan bagi penderita dan lingkungannya. &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;NB : yaaa.. memang gue akuin apa saja yang tercantum di atas tidak serta merta ada di diri gue. tapi banyangkanlah saja begitu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SRbKAn6fF4I/AAAAAAAAABY/Xp-o0BH6O0M/s1600-h/DCP_0021.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 194px; height: 129px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SRbKAn6fF4I/AAAAAAAAABY/Xp-o0BH6O0M/s320/DCP_0021.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266618926319474562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan inilah masa-masa dimana insomnia gue kambuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;tapi pada akhirnya gue menemukan titik terang dari timbulnya penyakit insomnia itu. ya, banyak orang bilang bacalah buku untuk menimbulkan kantuk dimalam hari. dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;have you known&lt;/span&gt;? buku pelajaran adalah bacaan yang paling membuat kita bosan hingga cepat mengantuk. apalagi bagi gue yang dasarnya tidak suka membaca. cukup efektif. maka dari itu gue jadi sering membeli buku-buku, seharusnya memang dianjurkan buku pelajaran, tapi kemudian gue mencoba dengan novel. dan akhirnyaaa.....&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TADAAAAA.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;insomnia gue jadi makin akut karna kini gue ketagihan membaca novel larut malam, bahkan mencoba untuk menulisnya  :)&lt;br /&gt;&lt;h1 class="firstHeading"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-5455062278093118033?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/5455062278093118033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=5455062278093118033' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5455062278093118033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/5455062278093118033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2008/11/insomnia-tingkat-tinggi.html' title='Insomnia Tingkat Tinggi.'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SRbKAn6fF4I/AAAAAAAAABY/Xp-o0BH6O0M/s72-c/DCP_0021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5452150761738780831.post-6417796605063808661</id><published>2008-11-07T06:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T07:52:37.670-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='introducing my self'/><title type='text'>heii world..</title><content type='html'>heii akhirnya jadi juga gua bikin blog. setelah sekian lama terkagum-kagum dengan teman-teman yang bisa menyombongkan diri karna telah berhasil merangkai kata-kata di blog mereka masing-masing (yah pada dasarnya tak ada yang bisa dibanggakan dari tulisan mereka).&lt;br /&gt;yeaah sekarang gua bakal mencoba untuk memecahkan rekor kreatifitas mereka. hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;okeey, mulai dari perkenalan diri :&lt;br /&gt;halo, nama saya "Ramania, Indira" (persiapan bila suatu saat nanti akan ada nama gua di buku novel karangan sendiri, ckck). Pangggilan Indira, Indi, Ndi, Dir, Riri, I'i, Tendy, kaka, teteh, ade, Uci, Cina, Ciheng, si buncit, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;saya lahir di Jakarta 24 Januari 1994. dan menginjak umur 15 tahun ini, saya masih saja belum bisa lepas dari sbsp (sekolah bau samping pasar) 85, pondok labu. sekolah yang mustahil untuk dikatakan mewah dan elite, tapi masih bisa dibilang strategis. why not?? yaiyalah, semua keperluan yang dibutuhkan murid dapat dengan mudah ditemukan di sekitarnya. emang maunya apa? foto kopi? makan? beli alat tulis? beli kaos kaki? beli bahan? jahit? semuanya ada, tinggal sebut saja satu tempat yang terletak tak jauh dari sisi kirinya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;PASAR PONDOK LABU&lt;/span&gt;". sedikit tips untuk kalian yang kali aja akan mampir kesini: jangan sekali-kali pake sepatu bermerek yang harganya mencapai jutaan, karna disini banyak preman yang tak segan  memaksamu untuk pulang tanpa alas kaki. dan selanjutnya kalian akan dipastikan terkena penyakit cacing sepulang ke rumah, karna kaki yang  tak beralas itu telah terkontaminasi dengan ranjau maut di pasar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pindah dari pembahasan tentang sekolah mungil penuh kasih sayang itu,, saya adalah anak ke dua dari tig&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SRRiovz6PQI/AAAAAAAAAAU/fZWCY2rVfVQ/s1600-h/DSC05111.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SRRiovz6PQI/AAAAAAAAAAU/fZWCY2rVfVQ/s320/DSC05111.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265942316471434498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;a bersaudara yang ketiganya berasal dari keluarga superior. hahaa.&lt;br /&gt;ayah saya berasal dari pulau bangka, pulau yang intrik dengan tampang-tampang oriental lusuh itu. tapi tak begitu dengan ayah saya, dia memiliki rambut pirang, dan mata belo berwarna coklat ke biru-biruan. sungguh benar bila dikatakan mirip orang barat, namun sungguh mustahil bila orang yang mengatakan itu telah melihat postur tubuh beliau yang begitu mungil, jauh dari postur orang bule pada biasanya.&lt;br /&gt;sedangkan mamahku, sunda asli.&lt;br /&gt;bisa di bayangkan, ayah nya bertampang bule, dan mamahnya sunda, sedangkan anak-anaknya... survei membuktikan bahwa tampang cina telah  menguasai wajah kami ber 3.&lt;br /&gt;yaa entahlah bisa jadi begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;to be continued&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5452150761738780831-6417796605063808661?l=liveandbeyond.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/feeds/6417796605063808661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5452150761738780831&amp;postID=6417796605063808661' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6417796605063808661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5452150761738780831/posts/default/6417796605063808661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveandbeyond.blogspot.com/2008/11/heii-world.html' title='heii world..'/><author><name>Indira Ramania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03784124197206927940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-iRvD7J-pDlo/TY8aZyR8QGI/AAAAAAAAAas/gKE2HxMTSCA/s220/Untitled-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eCdCWMu9aaA/SRRiovz6PQI/AAAAAAAAAAU/fZWCY2rVfVQ/s72-c/DSC05111.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
