11/08/2008

Insomnia Tingkat Tinggi.

saat gue sd, hal yang paling mustahil untuk gue lakukan adalah membaca novel. jangankan novel, untuk komik pun hanya gue artikan dari gambar2nya saja. sungguh dari hati yang mendalam gue katakan, gue benci tulisan. entah apa yang terjadi di diri gue, mungkin sewaktu mengandung gue, nyokap sempat ketiban portal pembatas jalan yang menyebabkan gue jadi tak pandai membaca apalagi menulis. maka tak ada pelajaran yang paling gue sesalkan selain pelajaran mengarang (setelah menghitung tentunya). bukan hanya tulisan tangan gue yang emang relatif jelek, tapi juga karna jiwa mengarang gue sangat jongkok.
karangan liburan, dongeng, pengalaman pribadi, cerpen, resensi, atau apalah tetek bengek lainya yang menyangkut pelajaran tulis-menulis dulu, selalu gue kerjain dengan cucuran keringat. gue curahkan seluruh hari-hari gue buat menuntaskan itu tugas, bagaimanapun hasilnya yang penting sudah berusaha >> dan benar saja, belum ada sejarah nilai menulis gue yang memuaskan guru matematika (lagi bahas bahasa indonesia bodoh!!), suck.

hari dimana gue mendapat tugas menulis adalah hari dimana gue ga bakalan tidur malem. bukan hanya tulisan tangan gue yang emang relatif jelek (lagi??), TAPI KARNA JIWA MENGARANG GUE SANGAT JONGKOK. tapi ajaibnya tugas itu selalu gue kumpulkan tepat waktu.

suatu saat di hari pengumpulan tugas.
guru : ini kamu yang nulis nak?
gue : pastinya.
guru : dimana?
gue : di lantai kamar saya.
guru : kenapa tidak di meja belajar?
gue : mmm... gak biasa bu.
guru : kalau begitu kamu tulis lagi karangan ini di meja belajar dengan tulisan yang baik dan benar, dan bisa ibu mengerti.
gue : ...

hari berikutnya
guru : nak-nak, ini karangan kamu nak?
gue : iya bu, punya saya.
guru : kamu mengerti tema yang ibu berikan untuk bahan karangan?
gue : tentunya.
guru : apa?
gue : "Air Sumber Kehidupan"
guru : dan karangan kamu tentang apa?
gue : ya tentang "Air Sumber Kehidupan" lah bu.
guru : khususnya??
gue : "Perjalanan Onta yang Kehausan"
guru : nah sekarang kamu ulang lagi karangan ini, dengan kisah yang lebih bisa ibu mengerti !!
gue : ...

dan itulah dimana masa-masa memuncaknya amarah gue terhadap karangan.

berkat karangan gue jadi sering tidur malem,
berkat karangan volume tidur gue jadi berkurang,
berkat karangan waktu main gue jadi terbengkalai,
berkat karangan gue jadi melawan orang tua (ga segitunya sih)
dan berkat karangan kini gue mengidap INSOMNIA STADIUM 4, aaaaarrggh

sudahkah kalian mengerti tentang insomnia? let me tell you..

Oleh Prof DR Ali Khomsan

Insomnia atau sulit tidur menimpa 1 dari 10 orang Amerika Serikat. Insomnia bisa berupa mata tak terpejam sepanjang malam, terbangun di tengah lelapnya tidur dan sulit tidur kembali, terbangun beberapa kali, bangun terlalu dini, atau tidak merasa bugar setelah bangun tidur.

Masih ada insomnia kronis sebagai insomnia paling parah karena penderitanya selama sebulan atau lebih tidak bisa tidur pada sebagian besar malam. Ada pula insmonia jangka pendek, sulit tidur 2-4 minggu, dan insomnia transient yang berlangsung beberapa hari.

Meski demikian sebenarnya hanya 30 persen penderita insomnia yang benar-benar terganngu. Insomnia bisa terjadi karena kondisi kejiwaan seperti stress atau gangguan fisik di sekitarnya. Tidur siang yang berlebihan juga membuat mata terjaga sepanjang malam.

Tidur siang sebenarnya tidak diperlukan. Hormon melatonin yang dikeluarkan kelenjar pineal adalah jam alami bagi tubuh. Hormon ini mulai mengalir ketika sinar Matahari mulai redup. Kehadiran hormon melatonin di dalam tubuh memerintahkan istirahat. Disiang hari, hormon tak diproduksi.

Lingkungan fisik bisa berupa suara bising didekat tempat tinggal, misalnya bunyi mesin pabrik atau kereta api yang melintas. Suhu lingkungan yang terlalu panas atau dingin, demikian pula perubahan suasana lingkungan, bisa menimbulkan gangguan tidur.

Terlalu banyak minum kopi atau minuman berkafein, mengisap rokok, atau minum minuman beralkohol menjelang tidur, dapat memicu insomnia. Kafein dapat meningkatkan denyut jantung, alkohol menguras vitamin B yang mendukung sistem saraf, dan nikotin bersifat neurostimulan yang justru membangkitkan semangat.

Dampak serius insomnia adalah turunnya produktivitas. Penderita insomnia sering mengantuk di siang hari dan tidak bisa memusatkan perhatian pada hal-hal detail. Mereka tidak dapat memberikan pertimbangan untuk mengatasi masalah. Orang insomnia juga sering lupa, bahkan hal yang baru saja dialami.

Tubuh lelah akibat tidak tidur semalaman membuat penderita insomnia mudah terusik. Hal-hal kecil dapat menimbulkan kemarahan karena penderita insomnia benar-benar dapat merupakan siksaan bagi penderita dan lingkungannya.

NB : yaaa.. memang gue akuin apa saja yang tercantum di atas tidak serta merta ada di diri gue. tapi banyangkanlah saja begitu.
dan inilah masa-masa dimana insomnia gue kambuh

tapi pada akhirnya gue menemukan titik terang dari timbulnya penyakit insomnia itu. ya, banyak orang bilang bacalah buku untuk menimbulkan kantuk dimalam hari. dan have you known? buku pelajaran adalah bacaan yang paling membuat kita bosan hingga cepat mengantuk. apalagi bagi gue yang dasarnya tidak suka membaca. cukup efektif. maka dari itu gue jadi sering membeli buku-buku, seharusnya memang dianjurkan buku pelajaran, tapi kemudian gue mencoba dengan novel. dan akhirnyaaa.....

TADAAAAA.....

insomnia gue jadi makin akut karna kini gue ketagihan membaca novel larut malam, bahkan mencoba untuk menulisnya :)


2 comments:

Bogiva said...

tambah lagi dong postingnya..!

Indira Ramania said...

udah di tambah tuh.